<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5334378065360159907</id><updated>2012-02-16T17:15:37.100-08:00</updated><title type='text'>Neozonk</title><subtitle type='html'>"kegilaan di masa sekarang dan akan datang"</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://neozonk.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://neozonk.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Azhie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18241605680782021681</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://bp2.blogger.com/_7xIkhssu--I/R7KH_KQG5eI/AAAAAAAAAAc/krOPV_bUCOg/S220/IMG_0480.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>30</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5334378065360159907.post-2154947251572739275</id><published>2008-05-22T01:36:00.000-07:00</published><updated>2008-05-22T02:05:26.440-07:00</updated><title type='text'>Photo Pameran 1</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_7xIkhssu--I/SDUx6IA5X6I/AAAAAAAAAAs/TwUodvegc7Q/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_7xIkhssu--I/SDUx6IA5X6I/AAAAAAAAAAs/TwUodvegc7Q/s320/2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5203119819149893538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; ni dia photo kesatu dari 2 photo yang di pamerin di upi untuk pertama kalinya,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ngak nyangka bener bisa lolos kurasi, dari abang-abang yang udah terlanjur basah berkecimplung di dunia jepret-jepretan,,&lt;br /&gt;photo di atas gua kasih judul "not for sale",,&lt;br /&gt;modelnya temen gua sendiri,,namanya annisa tapi biasa orang yang namanya annisa lebih suka dipanggil namanya dengan sebutan icha,, ya gitu dech,,&lt;br /&gt;awal-alaynya sih mo minta izin dulu ama modelnya, tapi bberhubung kagak bakalan diizinin klo gua minta izin dlu ma orangnya,,&lt;br /&gt;jadi gw kirim dulu deh buat di kurasi,,dan hasilnya tadaaaa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bisa lolos,,hahahaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hampura chaaaaaa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ampunn&lt;br /&gt;ni sebagian foto yang ada di pameran&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_7xIkhssu--I/SDU1YIA5X7I/AAAAAAAAAA0/sjmUH9Tr0BA/s1600-h/DSC_0003.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_7xIkhssu--I/SDU1YIA5X7I/AAAAAAAAAA0/sjmUH9Tr0BA/s200/DSC_0003.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5203123633080852402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5334378065360159907-2154947251572739275?l=neozonk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://neozonk.blogspot.com/feeds/2154947251572739275/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5334378065360159907&amp;postID=2154947251572739275' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/2154947251572739275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/2154947251572739275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://neozonk.blogspot.com/2008/05/photo-pameran-1.html' title='Photo Pameran 1'/><author><name>Azhie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18241605680782021681</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://bp2.blogger.com/_7xIkhssu--I/R7KH_KQG5eI/AAAAAAAAAAc/krOPV_bUCOg/S220/IMG_0480.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_7xIkhssu--I/SDUx6IA5X6I/AAAAAAAAAAs/TwUodvegc7Q/s72-c/2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5334378065360159907.post-5126817299128550157</id><published>2008-02-11T08:14:00.000-08:00</published><updated>2008-02-11T08:31:59.032-08:00</updated><title type='text'>Merayakan Valentine Day, Berarti Ikut Menuhankan Yesus</title><content type='html'>Menanggapi adanya hari valentine, yang waktunya dekat, kebetulan saya menemukan artikel yang berbau valentine ini, nah apakah hukumnya bila seorang muslim ikut merayakan hari ini??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya hanya mem-forward saja dari situ www.eramuslim.com, sekedar informasi saja, semoga bisa berguna,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;isinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari-hari ini, sesekali pergilah ke mall atau supermarket besar yang ada di kota Anda. Lihatlah interior mall atau supermarket tersebut. Anda pasti menjumpai interiornya dipenuhi pernak-pernik—apakah itu berbentuk pita, bantal berbentuk hati, boneka beruang, atau rangkaian bunga—yang didominasi dua warna: pink dan biru muda. &lt;p&gt;Dan Anda pasti mafhum, sebentar lagi kebanyakan anak-anak muda seluruh dunia akan merayakan Hari Kasih Sayang atau yang lebih tenar distilahkan dengan Valentine Day.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Momentum ini sangat disukai anak-anak remaja, terutama remaja perkotaan. Karena di hari itu, 14 Februari, mereka terbiasa merayakannya bersama orang-orang yang dicintai atau disayanginya, terutama kekasih. Valentine Day memang berasal dari tradisi Kristen Barat, namun sekarang momentum ini dirayakan di hampir semua negara, tak terkecuali negeri-negeri Islam besar seperti Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sayangnya, tidak semua anak-anak remaja memahami dengan baik esensi dari Valentine Day. Mereka menganggap perayaan ini sama saja dengan perayaan-perayaan lain seperti Hari Ibu, Hari Pahlawan, dan sebagainya. Padahal kenyataannya sama sekali berbeda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hari Ibu, Hari Pahlawan, dan semacamnya sedikit pun tidak mengandung muatan religius. Sedangkan Valentine Day sarat dengan muatan religius, bahkan bagi orang Islam yang ikut-ikutan merayakannya, hukumnya bisa musyrik, karena merayakan Valentine Day tidak bisa tidak berarti juga ikut mengakui Yesus sebagai Tuhan. &lt;i&gt;Naudzubilahi min Dzalik&lt;/i&gt;. Mengapa demikian?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;SEJARAH VALENTINE DAY&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesungguhnya, belum ada kesepakatan final di antara para sejarawan tentang apa yang sebenarnya terjadi yang kemudian diperingati sebagai hari Valentine. Dalam buku ‘Valentine Day, Natal, Happy New Year, April Mop, Hallowen: So What?” (Rizki Ridyasmara, Pusaka Alkautsar, 2005), sejarah Valentine Day dikupas secara detil. Inilah salinannya:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada banyak versi tentang asal dari perayaan Hari Valentine ini. Yang paling populer memang kisah dari Santo Valentinus yang diyakini hidup pada masa Kaisar Claudius II yang kemudian menemui ajal pada tanggal 14 Februari 269 M. Namun ini pun ada beberapa versi. Yang jelas dan tidak memiliki silang pendapat adalah kalau kita menelisik lebih jauh lagi ke dalam tradisi paganisme (dewa-dewi) Romawi Kuno, sesuatu yang dipenuhi dengan legenda, mitos, dan penyembahan berhala.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut pandangan tradisi Roma Kuno, pertengahan bulan Februari memang sudah dikenal sebagai periode cinta dan kesuburan. Dalam tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari disebut sebagai bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di Roma kuno, 15 Februari dikenal sebagai hari raya Lupercalia, yang merujuk kepada nama salah satu dewa bernama Lupercus, sang dewa kesuburan. Dewa ini digambarkan sebagai laki-laki yang setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di zaman Roma Kuno, para pendeta tiap tanggal 15 Februari akan melakukan ritual penyembahan kepada Dewa Lupercus dengan mempersembahkan korban berupa kambing kepada sang dewa.&lt;br /&gt;Setelah itu mereka minum anggur dan akan lari-lari di jalan-jalan dalam kota Roma sambil membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Para perempuan muda akan berebut untuk disentuh kulit kambing itu karena mereka percaya bahwa sentuhan kulit kambing tersebut akan bisa mendatangkan kesuburan bagi mereka. Sesuatu yang sangat dibanggakan di Roma kala itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno yang berlangsung antara tanggal 13-18 Februari, di mana pada tanggal 15 Februari mencapai puncaknya. Dua hari pertama (13-14 Februari), dipersembahkan untuk dewi cinta (Queen of Feverish Love) bernama Juno Februata.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada hari ini, para pemuda berkumpul dan mengundi nama-nama gadis di dalam sebuah kotak. Lalu setiap pemuda dipersilakan mengambil nama secara acak. Gadis yang namanya ke luar harus menjadi kekasihnya selama setahun penuh untuk bersenang-senang dan menjadi obyek hiburan sang pemuda yang memilihnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keesokan harinya, 15 Februari, mereka ke kuil untuk meminta perlindungan Dewa Lupercalia dari gangguan serigala. Selama upacara ini, para lelaki muda melecut gadis-gadis dengan kulit binatang. Para perempuann itu berebutan untuk bisa mendapat lecutan karena menganggap bahwa kian banyak mendapat lecutan maka mereka akan bertambah cantik dan subur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara paganisme (berhala) ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani. Antara lain mereka mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati Santo Valentine yang kebetulan meninggal pada tanggal 14 Februari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tentang siapa sesungguhnya Santo Valentinus sendiri, seperti telah disinggung di muka, para sejarawan masih berbeda pendapat. Saat ini sekurangnya ada tiga nama Valentine yang meninggal pada 14 Februari. Seorang di antaranya dilukiskan sebagai orang yang mati pada masa Romawi. Namun ini pun tidak pernah ada penjelasan yang detil siapa sesungguhnya “St. Valentine” termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II yang memerintahkan Kerajaan Roma berang dan memerintahkan agar menangkap dan memenjarakan Santo Valentine karena ia dengan berani menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih, sembari menolak menyembah tuhan-tuhannya orang Romawi. Orang-orang yang bersimpati pada Santo Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Versi kedua menceritakan, Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat di dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Sebab itu kaisar lalu melarang para pemuda yang menjadi tentara untuk menikah. Tindakan kaisar ini diam-diam mendapat tentangan dari Santo Valentine dan ia secara diam-diam pula menikahkan banyak pemuda hingga ia ketahuan dan ditangkap. Kaisar Cladius memutuskan hukuman gantung bagi Santo Valentine. Eksekusi dilakukan pada tanggal 14 Februari 269 M.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;TRADISI KIRIM KARTU&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain itu, tradisi mengirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada kaitan langsung dengan Santo Valentine. Pada tahun 1415 M, ketika Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St. Valentine tanggal 14 Februari, ia mengirim puisi kepada isterinya di Perancis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oleh Geoffrey Chaucer, penyair Inggris, peristiwa itu dikaitkannya dengan musim kawin burung-burung dalam puisinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lantas, bagaimana dengan ucapan “Be My Valentine?” yang sampai sekarang masih saja terdapat di banyak kartu ucapan atau dinyatakan langsung oleh pasangannya masing-masing? Ken Sweiger mengatakan kata “Valentine” berasal dari bahasa Latin yang mempunyai persamaan dengan arti: “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat, dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini sebenarnya pada zaman Romawi Kuno ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Disadari atau tidak, demikian Sweiger, jika seseorang meminta orang lain atau pasangannya menjadi “To be my Valentine?”, maka dengan hal itu sesungguhnya kita telah terang-terangan melakukan suatu perbuatan yang dimurkai Tuhan, istilah Sweiger, karena meminta seseorang menjadi “Sang Maha Kuasa” dan hal itu sama saja dengan upaya menghidupkan kembali budaya pemujaan kepada berhala.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun Cupid (berarti: the desire), si bayi atau lelaki rupawan setengah telanjang yang bersayap dengan panah adalah putra Nimrod “the hunter” dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena ia begitu rupawan sehingga diburu banyak perempuan bahkan dikisahkan bahwa ibu kandungnya sendiri pun tertarik sehingga melakukan incest dengan anak kandungnya itu!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Silang sengketa siapa sesungguhnya Santo Valentine sendiri juga terjadi di dalam Gereja Katolik sendiri. Menurut gereja Katolik seperti yang ditulis dalam The Catholic Encyclopedia (1908), nama Santo Valentinus paling tidak merujuk pada tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda, yakni: seorang pastur di Roma, seorang uskup Interamna (modern Terni), dan seorang martir di provinsi Romawi Afrika. Koneksi antara ketiga martir ini dengan Hari Valentine juga tidak jelas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bahkan Paus Gelasius II, pada tahun 496 menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui secara pasti mengenai martir-martir ini, walau demikian Gelasius II tetap menyatakan tanggal 14 Februari tiap tahun sebagai hari raya peringatan Santo Valentinus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada yang mengatakan, Paus Gelasius II sengaja menetapkan hal ini untuk menandingi hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus di Via Tibertinus dekat Roma, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Jenazah itu kemudian ditaruh dalam sebuah peti emas dan dikirim ke Gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada 1836.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine, di mana peti emas diarak dalam sebuah prosesi khusyuk dan dibawa ke sebuah altar tinggi di dalam gereja. Pada hari itu, sebuah misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta. Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 dengan alasan sebagai bagian dari sebuah usaha gereja yang lebih luas untuk menghapus santo dan santa yang asal-muasalnya tidak bisa dipertanggungjawabkan karena hanya berdasarkan mitos atau legenda. Namun walau demikian, misa ini sampai sekarang masih dirayakan oleh kelompok-kelompok gereja tertentu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jelas sudah, Hari Valentine sesungguhnya berasal dari mitos dan legenda zaman Romawi Kuno di mana masih berlaku kepercayaan paganisme (penyembahan berhala). Gereja Katolik sendiri tidak bisa menyepakati siapa sesungguhnya Santo Valentine yang dianggap menjadi martir pada tanggal 14 Februari. Walau demikian, perayaan ini pernah diperingati secara resmi Gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia dan dilarang secara resmi pada tahun 1969. Beberapa kelompok gereja Katolik masih menyelenggarakan peringatan ini tiap tahunnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;KEPENTINGAN BISNIS&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau pun Hari Valentine masih dihidup-hidupkan hingga sekarang, bahkan ada kesan kian meriah, itu tidak lain dari upaya para pengusaha yang bergerak di bidang pencetakan kartu ucapan, pengusaha hotel, pengusaha bunga, pengusaha penyelenggara acara, dan sejumlah pengusaha lain yang telah meraup keuntungan sangat besar dari event itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka sengaja, lewat kekuatan promosi dan marketingnya, meniup-niupkan Hari Valentine Day sebagai hari khusus yang sangat spesial bagi orang yang dikasihi, agar dagangan mereka laku dan mereka mendapat laba yang amat sangat besar. Inilah apa yang sering disebut oleh para sosiolog sebagai industrialisasi agama, di mana perayaan agama oleh kapitalis dibelokkan menjadi perayaan bisnis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;PESTA KEMAKSIATAN&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Christendom adalah sebutan lain untuk tanah-tanah atau negeri-negeri Kristen di Barat. Awalnya hanya merujuk pada daratan Kristen Eropa seperti Inggris, Perancis, Belanda, Jerman, dan sebagainya, namun dewasa ini juga merambah ke daratan Amerika.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Orang biasanya mengira perayaan Hari Valentine berasal dari Amerika. Namun sejarah menyatakan bahwa perayaan Hari Valentine sesungguhnya berasal dari Inggris. Di abad ke-19, Kerajaan Inggris masih menjajah wilayah Amerika Utara. Kebudayaan Kerajaan inggris ini kemudian diimpor oleh daerah koloninya di Amerika Utara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di Amerika, kartu Valentine pertama yang diproduksi secara massal dicetak setelah tahun 1847 oleh Esther A. Howland (1828 – 1904) dari Worcester, Massachusetts. Ayahnya memiliki sebuah toko buku dan toko peralatan kantor yang besar. Mr. Howland mendapat ilham untuk memproduksi kartu di Amerika dari sebuah kartu Valentine Inggris yang ia terima. Upayanya ini kemudian diikuti oleh pengusaha-pengusaha lainnya hingga kini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejak tahun 2001, The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) tiap tahun mengeluarkan penghargaan "Esther Howland Award for a Greeting Card Visionary" kepada perusahaan pencetak kartu terbaik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejak Howland memproduksi kartu ucapan Happy Valentine di Amerika, produksi kartu dibuat secara massal di selutuh dunia. The Greeting Card Association memperkirakan bahwa di seluruh dunia, sekitar satu milyar kartu Valentine dikirimkan per tahun. Ini adalah hari raya terbesar kedua setelah Natal dan Tahun Baru (Merry Christmast and The Happy New Year), di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama juga memperkirakan bahwa para perempuanlah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu valentine.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mulai pada paruh kedua abad ke-20, tradisi bertukaran kartu di Amerika mengalami diversifikasi. Kartu ucapan yang tadinya memegang titik sentral, sekarang hanya sebagai pengiring dari hadiah yang lebih besar. Hal ini sering dilakukan pria kepada perempuan. Hadiah-hadiahnya bisa berupa bunga mawar dan coklat. Mulai tahun 1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan kepada perempuan pilihan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di Amerika Serikat dan beberapa negara Barat, sebuah kencan pada hari Valentine sering ditafsirkan sebagai permulaan dari suatu hubungan yang serius. Ini membuat perayaan Valentine di sana lebih bersifat ‘dating’ yang sering di akhiri dengan tidur bareng (perzinaan) ketimbang pengungkapan rasa kasih sayang dari anak ke orangtua, ke guru, dan sebagainya yang tulus dan tidak disertai kontak fisik. Inilah sesungguhnya esensi dari Valentine Day.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perayaan Valentine Day di negara-negara Barat umumnya dipersepsikan sebagai hari di mana pasangan-pasangan kencan boleh melakukan apa saja, sesuatu yang lumrah di negara-negara Barat, sepanjang malam itu. Malah di berbagai hotel diselenggarakan aneka lomba dan acara yang berakhir di masing-masing kamar yang diisi sepasang manusia berlainan jenis. Ini yang dianggap wajar, belum lagi &lt;i&gt;party-party&lt;/i&gt; yang lebih bersifat tertutup dan menjijikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;IKUT MENGAKUI YESUS SEBAGAI TUHAN&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tiap tahun menjelang bulan Februari, banyak remaja Indonesia yang notabene mengaku beragama Islam ikut-ikutan sibuk mempersiapkan perayaan Valentine. Walau sudah banyak di antaranya yang mendengar bahwa Valentine Day adalah salah satu hari raya umat Kristiani yang mengandung nilai-nilai akidah Kristen, namun hal ini tidak terlalu dipusingkan mereka. “Ah, aku kan ngerayaain Valentine buat fun-fun aja…, ” demikian banyak remaja Islam bersikap. Bisakah dibenarkan sikap dan pandangan seperti itu?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perayaan Hari Valentine memuat sejumlah pengakuan atas klaim dogma dan ideologi Kristiani seperti mengakui “Yesus sebagai Anak Tuhan” dan lain sebagainya. Merayakan Valentine Day berarti pula secara langsung atau tidak, ikut mengakui kebenaran atas dogma dan ideologi Kristiani tersebut, apa pun alasanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nah, jika ada seorang Muslim yang ikut-ikutan merayakan Hari Valentine, maka diakuinya atau tidak, ia juga ikut-ikutan menerima pandangan yang mengatakan bahwa “Yesus sebagai Anak Tuhan” dan sebagainya yang di dalam Islam sesungguhnya sudah termasuk dalam perbuatan musyrik, menyekutukan Allah SWT, suatu perbuatan yang tidak akan mendapat ampunan dari Allah SWT. &lt;i&gt;Naudzubillahi min dzalik!&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;“Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut, ”&lt;/b&gt; &lt;/i&gt;Demikian bunyi hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Tirmidzi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah juga berkata, &lt;i&gt;&lt;b&gt;“Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, “Selamat hari raya!” dan sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah. ”&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah SWT sendiri di dalam Qur’an surat Al-Maidah ayat 51 melarang umat Islam untuk meniru-niru atau meneladani kaum Yahudi dan Nasrani, &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; &lt;i&gt;Wallahu'alam bishawab&lt;/i&gt;.(Rz)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5334378065360159907-5126817299128550157?l=neozonk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://neozonk.blogspot.com/feeds/5126817299128550157/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5334378065360159907&amp;postID=5126817299128550157' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/5126817299128550157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/5126817299128550157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://neozonk.blogspot.com/2008/02/merayakan-valentine-day-berarti-ikut.html' title='Merayakan Valentine Day, Berarti Ikut Menuhankan Yesus'/><author><name>Azhie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18241605680782021681</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://bp2.blogger.com/_7xIkhssu--I/R7KH_KQG5eI/AAAAAAAAAAc/krOPV_bUCOg/S220/IMG_0480.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5334378065360159907.post-8468586636681196591</id><published>2008-02-10T18:51:00.000-08:00</published><updated>2008-02-10T18:54:05.834-08:00</updated><title type='text'>Teori Belajar</title><content type='html'>&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;1. &lt;span style=""&gt;Teori Belajar B.F. Skinner&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: 9pt; line-height: 150%;"&gt;Behaviorisme merupakan salah aliran psikologi yang memandang individu hanya dari sisi fenomena jasmaniah, dan mengabaikan aspek – aspek mental. Dengan kata lain, behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan, bakat, minat dan perasaan individu dalam suatu belajar. Peristiwa belajar semata-mata melatih refleks-refleks sedemikian rupa sehingga menjadi kebiasaan yang dikuasai individu.&lt;br /&gt;hukum belajar behaviorisme yang berupa operant conditioning menurut B.F Skinner :&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;Dari eksperimen yang dilakukan B.F. Skinner terhadap tikus dan selanjutnya terhadap burung merpati menghasilkan hukum-hukum belajar, diantaranya :&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i&gt;Law of      operant conditining&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; yaitu jika timbulnya perilaku diiringi dengan      stimulus penguat, maka kekuatan perilaku tersebut akan meningkat. &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i&gt;Law of      operant extinction&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; yaitu jika timbulnya perilaku operant telah      diperkuat melalui proses conditioning itu tidak diiringi stimulus penguat,      maka kekuatan perilaku tersebut akan menurun bahkan musnah. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;Reber (Muhibin Syah, 2003) menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan &lt;i&gt;operant&lt;/i&gt; adalah sejumlah perilaku yang membawa efek yang sama terhadap lingkungan. Respons dalam operant conditioning terjadi tanpa didahului oleh stimulus, melainkan oleh efek yang ditimbulkan oleh reinforcer. &lt;i&gt;Reinforcer&lt;/i&gt; itu sendiri pada dasarnya adalah stimulus yang meningkatkan kemungkinan timbulnya sejumlah respons tertentu, namun tidak sengaja diadakan sebagai pasangan stimulus lainnya seperti dalam &lt;i&gt;classical conditioning.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;2. Teori Belajar Kognitif menurut Piaget&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;Piaget merupakan salah seorang tokoh yang disebut-sebut sebagai pelopor aliran konstruktivisme. Salah satu sumbangan pemikirannya yang banyak digunakan sebagai rujukan untuk memahami perkembangan kognitif individu yaitu teori tentang tahapan perkembangan individu. Menurut Piaget bahwa perkembangan kognitif individu meliputi empat tahap yaitu : (1) &lt;i&gt;sensory motor&lt;/i&gt;; (2) &lt;i&gt;pre operational&lt;/i&gt;; (3) &lt;i&gt;concrete operational&lt;/i&gt; dan (4) &lt;i&gt;formal operational&lt;/i&gt;. Pemikiran lain dari Piaget tentang proses rekonstruksi pengetahuan individu yaitu asimilasi dan akomodasi. James Atherton (2005) menyebutkan bahwa asisimilasi adalah “&lt;i&gt;the process by which a person takes material into their mind from the environment, which may mean changing the evidence of their senses to make it fit” &lt;/i&gt;dan akomodasi adalah “&lt;i&gt;the difference made to one’s mind or concepts by the process of assimilation” &lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;Dikemukakannya pula, bahwa belajar akan lebih berhasil apabila disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif peserta didik. Peserta didik hendaknya diberi kesempatan untuk melakukan eksperimen dengan obyek fisik, yang ditunjang oleh interaksi dengan teman sebaya dan dibantu oleh pertanyaan tilikan dari guru. Guru hendaknya banyak memberikan rangsangan kepada peserta didik agar mau berinteraksi dengan lingkungan secara aktif, mencari dan menemukan berbagai hal dari lingkungan.&lt;br /&gt;Implikasi teori perkembangan kognitif Piaget dalam pembelajaran adalah :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Bahasa dan cara berfikir anak berbeda dengan orang dewasa. Oleh karena itu guru mengajar dengan menggunakan bahasa yang sesuai dengan cara berfikir anak. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Anak-anak akan belajar lebih baik apabila dapat menghadapi lingkungan dengan baik. Guru harus membantu anak agar dapat berinteraksi dengan lingkungan sebaik-baiknya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Bahan yang harus dipelajari anak hendaknya dirasakan baru tetapi tidak asing. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Berikan peluang agar anak belajar sesuai tahap perkembangannya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Di dalam kelas, anak-anak hendaknya diberi peluang untuk saling berbicara dan diskusi dengan teman-temanya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;3. Teori Pemrosesan Informasi dari Robert Gagne&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;Asumsi yang mendasari teori ini adalah bahwa pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan. Perkembangan merupakan hasil kumulatif dari pembelajaran. Menurut Gagne bahwa dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi, untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar. Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. Kondisi internal yaitu keadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;Menurut Gagne tahapan proses pembelajaran meliputi delapan fase yaitu, (1) motivasi; (2) pemahaman; (3) pemerolehan; (4) penyimpanan; (5) ingatan kembali; (6) generalisasi; (7) perlakuan dan (8) umpan balik.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;4. Teori Belajar Gestalt&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;Gestalt berasal dari bahasa Jerman yang mempunyai padanan arti sebagai “bentuk atau konfigurasi”. Pokok pandangan Gestalt adalah bahwa obyek atau peristiwa tertentu akan dipandang sebagai sesuatu keseluruhan yang terorganisasikan. Menurut Koffka dan Kohler, ada tujuh prinsip organisasi yang terpenting yaitu :&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Hubungan bentuk dan latar (&lt;i&gt;figure and gound      relationship&lt;/i&gt;); yaitu menganggap bahwa setiap bidang pengamatan dapat      dibagi dua yaitu &lt;i&gt;figure &lt;/i&gt;(bentuk) dan latar belakang. Penampilan      suatu obyek seperti ukuran, potongan, warna dan sebagainya membedakan      figure dari latar belakang. Bila figure dan latar bersifat samar-samar,      maka akan terjadi kekaburan penafsiran antara latar dan figure. &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Kedekatan (&lt;i&gt;proxmity&lt;/i&gt;); bahwa unsur-unsur yang      saling berdekatan (baik waktu maupun ruang) dalam bidang pengamatan akan      dipandang sebagai satu bentuk tertentu. &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Kesamaan (&lt;i&gt;similarity&lt;/i&gt;); bahwa sesuatu yang      memiliki kesamaan cenderung akan dipandang sebagai suatu obyek yang saling      memiliki. &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Arah bersama (&lt;i&gt;common direction&lt;/i&gt;); bahwa      unsur-unsur bidang pengamatan yang berada dalam arah yang sama cenderung      akan dipersepsi sebagi suatu figure atau bentuk tertentu. &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Kesederhanaan (&lt;i&gt;simplicity&lt;/i&gt;); bahwa orang      cenderung menata bidang pengamatannya bentuk yang sederhana, penampilan      reguler dan cenderung membentuk keseluruhan yang baik berdasarkan susunan      simetris dan keteraturan; dan &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Ketertutupan (&lt;i&gt;closure&lt;/i&gt;) bahwa orang cenderung      akan mengisi kekosongan suatu pola obyek atau pengamatan yang tidak      lengkap. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;5. Ausubel : Teori Belajar Bermakna&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;Ausubel berpendapat bahwa guru harus dapat mengembangkan potensi kognitif siswa melalui proses belajar yang bermakna.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;Sama seperti Bruner dan Gagne, Ausubel beranggapan bahwa aktivitas belajar siswa, terutama mereka yang berada di tingkat pendidikan dasar- akan bermanfaat kalau mereka banyak dilibatkan dalam kegiatan langsung. Namun untuk siswa pada tingkat pendidikan lebih tinggi, maka kegiatan langsung akan menyita banyak waktu. Untuk mereka, menurut Ausubel, lebih efektif kalau guru menggunakan penjelasan, peta konsep, demonstrasi, diagram, dan ilustrasi.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;Inti dari teori belajar bermakna Ausubel adalah proses belajar akan mendatangkan hasil atau bermakna kalau guru dalam menyajikan materi pelajaran yang baru dapat menghubungkannya dengan konsep yang relevan yang sudah ada dalam struktur kognisi siswa.&lt;/p&gt;              &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Langkah-langkah yang biasanya dilakukan guru untuk menerapkan belajar bermakna Ausubel adalah sebagai berikut: Advance organizer, Progressive differensial, integrative reconciliation, dan consolidation.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;6. Teori Belajar menurut saya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;Teori belajar adalah suatu teori yang di dalamnya terdapat tata cara pengaplikasian kegiatan belajar mengajar antara guru dan siswa, perancangan metode pembelajaran yang akan dilaksanakan di kelas maupun di luar kelas. Namun teori belajar ini tidak-lah semudah yang dikira, dalam prosesnya teori belajar ini membutuhkan berbagai sumber sarana yang dapat menunjang, seperti : lingkungan siswa, kondisi psikologi siswa, perbedaan tingkat kecerdasan siswa. Semua unsure ini dapat dijadikan bahan acuan untuk menciptakan suatu model teori belajar yang dianggap cocok, tidak perlu terpaku dengan kurikulum yang ada asalkan tujuan dari teori belajar ini sama dengan tujuan pendidikan. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5334378065360159907-8468586636681196591?l=neozonk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://neozonk.blogspot.com/feeds/8468586636681196591/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5334378065360159907&amp;postID=8468586636681196591' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/8468586636681196591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/8468586636681196591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://neozonk.blogspot.com/2008/02/teori-belajar.html' title='Teori Belajar'/><author><name>Azhie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18241605680782021681</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://bp2.blogger.com/_7xIkhssu--I/R7KH_KQG5eI/AAAAAAAAAAc/krOPV_bUCOg/S220/IMG_0480.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5334378065360159907.post-57647293237934729</id><published>2008-02-10T18:41:00.000-08:00</published><updated>2008-02-10T18:50:46.022-08:00</updated><title type='text'>Taksonomi Pmbelajaran</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Jalan lain untuk melihat pembelajaran adalah mealui pengkarakteran kapabilitas utama untu menjadi pembelajar. Tiga tipe pembelajaran telah di analisa dan di presentasikan diantaranya : Cognitive, Affective, dan Psikomotor.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pembelajaran Taksonomi Kognitif&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;    Setiap taksonomi menggunakan prinsip yang terorganisasi yang menjelaskan bagaimana determinasi tingakatan pembelajaran dan bagaimana hubungan dengan tingkatan yang lainnya, prinsip organisasi untuk taksonomi kognitif terdiri dari 6 tingakatan :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pengetahuan (knowledge)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Berisikan kemampuan untuk mengenali dan mengingat &lt;/span&gt;istilah&lt;span style="" lang="IN"&gt;, definisi, fakta-fakta, gagasan, pola, urutan, metodologi, prinsip dasar, dsb. Sebagai contoh, ketika diminta menjelaskan manajemen kualitas, orang yg berada di level ini bisa menguraikan dengan baik definisi dari kualitas, karakteristik produk yang berkualitas, standar kualitas minimum untuk produk, dsb.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pemahaman (comprehension)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Dikenali dari kemampuan untuk membaca dan memahami gambaran, laporan, tabel, diagram, arahan, peraturan, dsb. Sebagai contoh, orang di level ini bisa memahami apa yg diuraikan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt; dalam fish bone diagram, pareto chart, dsb&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Aplikasi (application)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Di tingkat ini, seseorang memiliki kemampuan untuk menerapkan gagasan, prosedur, metode, rumus, teori, dsb di dalam kondisi kerja. Sebagai contoh, ketika diberi informasi tentang penyebab meningkatnya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;penolakan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt; di produksi, seseorang yg berada di tingkat aplikasi akan mampu merangkum dan menggambarkan penyebab turunnya kualitas dalam bentuk&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;diagram ataupun semacamnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Analisis (Analysis)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Di tingkat analisis, seseorang akan mampu menganalisa informasi yang masuk dan membagi-bagi atau menstrukturkan informasi ke dalam bagian yang lebih kecil untuk mengenali pola atau hubungannya, dan mampu mengenali serta membedakan faktor penyebab dan akibat dari sebuah skenario yg rumit. Sebagai contoh, di level ini seseorang akan mampu memilah-milah penyebab meningkatnya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;penolakan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;, membanding-bandingkan tingkat keparahan dari setiap penyebab, dan menggolongkan setiap penyebab ke dalam tingkat keparahan yg ditimbulkan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sintesis (Synthesis)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Satu tingkat di atas analisa, seseorang di tingkat sintesa akan mampu menjelaskan struktur atau pola dari sebuah skenario yang sebelumnya tidak terlihat, dan mampu mengenali data atau informasi yang harus didapat untuk menghasilkan solusi yg dibutuhkan. Sebagai contoh, di tingkat ini seorang manajer kualitas mampu memberikan solusi untuk menurunkan tingkat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;penolakan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt; di produksi berdasarkan pengamatannya terhadap semua penyebab turunnya kualitas produk.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;f.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Evaluasi (Evaluation)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Dikenali dari kemampuan untuk memberikan penilaian terhadap solusi, gagasan, metodologi, dsb dengan menggunakan kriteria yang cocok atau standar yg ada untuk memastikan nilai efektivitas atau manfaatnya. Sebagai contoh, di tingkat ini seorang manajer kualitas harus mampu menilai alternatif solusi yg sesuai untuk dijalankan berdasarkan efektivitas, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;kepentingan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;, nilai manfaat, nilai ekonomis, dsb&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pembelajaran Taksonomu Afektif&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Jika kemampuan anda meliputi pengembangan tingkah laku dan hasil, maka taksonomi afektif bisa membantu dalam pemahaman tentang pengambangan dari tipe pembelajaran ini. Dalam taksonomi ini ada beberapa tingkatan diantaranya :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Penerimaan (Receiving)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 22.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Kesediaan untuk menyadari adanya suatu fenomena di lingkungannya. Dalam pengajaran bentuknya berupa mendapatkan perhatian, mempertahankannya, dan mengarahkannya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Tanggapan (responding)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 22.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Memberikan reaksi terhadap fenomena yang ada di lingkungannya. Meliputi persetujuan, kesediaan, dan kepuasan dalam memberikan tanggapan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Penghargaan (Valuing)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 22.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Berkaitan dengan harga atau nilai yang diterapkan pada suatu objek, fenomena, atau tingkah laku. Penilaian berdasar pada internalisasi dari serangkaian nilai tertentu yang diekspresikan ke dalam tingkah laku.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pengorganisasian (organization)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 22.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Memadukan nilai-nilai yang berbeda, menyelesaikan konflik di antaranya, dan membentuk suatu sistem nilai yang konsisten.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Karakterisasi Berdasarkan Nilai-nilai (&lt;i&gt;Characterization by a Value or Value Complex&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 22.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Memiliki sistem nilai yang mengendalikan tingkah-lakunya sehingga menjadi karakteristik gaya-hidupnya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pembelajaran Taksonomi Psikomotor&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pembelajaran ini mempunyai aplikasi lebih yang tidak hanya dari segi kurikulum pendidikan dengan kata lain aktifitas lain yang di anjurkan untuk digunakan dan di koordinasikan, kemampuan yang dianjurkan dimiliki guna berjalannya pembelajaran taksonomi psikomotor ini diantaranya :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Reflex Movement&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Basic Fundamental Movement&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Perceptual&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Physical activities&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Skilled movement&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;f.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Nondiscursive communication&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5334378065360159907-57647293237934729?l=neozonk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://neozonk.blogspot.com/feeds/57647293237934729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5334378065360159907&amp;postID=57647293237934729' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/57647293237934729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/57647293237934729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://neozonk.blogspot.com/2008/02/taksonomi-pmbelajaran.html' title='Taksonomi Pmbelajaran'/><author><name>Azhie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18241605680782021681</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://bp2.blogger.com/_7xIkhssu--I/R7KH_KQG5eI/AAAAAAAAAAc/krOPV_bUCOg/S220/IMG_0480.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5334378065360159907.post-1206243857020894206</id><published>2008-02-06T05:41:00.000-08:00</published><updated>2008-02-06T06:01:44.044-08:00</updated><title type='text'>E-Learning inovasi baru atau sebaliknya??</title><content type='html'>ketika mendengar kata E-Learning yang berarti electronic learning langsung pikiran kita tertuju pada hal berbau komputer, seperti telah kita mendegra kata yang sejenis sebelumnya, E-mail yang berarti electronic mail erat sekali berhubungan sama yang namanya komputer dan internet, nah begitu juga E-learning ngak jauh beda bos,,(walah2 koq jadi gini,,,opooo),,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gini saya hanya ingin mengeluarkan pendapat saya tentang E-learning dilihat dari sudut teknis yang ada dan keamanan yang menjamin terciptanya E-learning yang kondusif bagi si pembelajar,,&lt;br /&gt;E-learning emang bagus di aplikasikan di zaman sekarang ini banyak sumber-sumber pembelajaran yang di muat di internet bahkan bisa di bilang tidak terbatas, nah ketika hal ini sudah menjadi semakin maraknya sehingga bisa dibilang menjadi sebuah kebutuhan cara hidup pembelajaran yang modern, maka tidak di mungkinkan akan terciptanya inovasi belajar jarak jauh melalui media internet, emang sih terdengar keren, gampang atuh entah apa lah yang ada di pikiran anda, tapi yang saya permasalahkan adalah segi keamanan di internet itu sendiri,, tau lah gimana dunia underground indonesia yang tak tahu aturan yang semakin marak di muka web indonesia karena belum adanya undang0undang mengenai itu,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pikirkan saja ketika inovasi e-learning ada otomatis salah satu cara agar kita bisa mengikuti pembelajaran ini harus registrasi online dan pembuatan account,,nah disitu letak yang saya permasalahkan (opooo,,,koq muter-muter)...gini loh&lt;br /&gt;misalnya inih mah misalnya ketika kita log in misalkan di warnet atu tempat umum lainnya, trus kita log in, nah secara otomatis situs yang kita log in-in, akan mengirimkan cookie secara diam2(hehe,,opoo cookie??cari aja yadi artikel tentang itu),,nah cookie itu yang saya tahu bisa menyimpan data kita selama log in dan sebelum di log out cookie tersebut akan dapat dipanggil kembali dengan gampang ketika ada orang lain yg membuka situs yang tadi anda log in (hehehe mengerti tidak???),,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ginih aja contohnya tau Friendster (kebangetan kalo ngak tau mah),,nah ketika kita log in di situs tersebut secara otomatis cookie kita akan ter save dalam komputer yang anda pakai dan ketika anda menutup program explore dalam internet tanpa me-log out terlebih dahulu,,maka eng--ing,,,eng,,ketika ada orang lain yan memakai komputer yang sama trus di buka friendster.com maka orang lain itu akan secara otomatis bisa membuka page file anda dan akan bebas merubah profile and (sudah kebayang kah???)),,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebenarnya itu saja yang saya khawatirka dari adanya E-leraning tersebut, tapi pada dasarnya itu semua tergantung atas pendidikan kita tentang inet-inetan, serta pengetahuan sedikit tentang cookie2 an,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga bisa membantu,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cayoooo,,,&lt;br /&gt;maju mundur pendidikan kita tergantung kita sendiri dan pemerintah,,,,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5334378065360159907-1206243857020894206?l=neozonk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://neozonk.blogspot.com/feeds/1206243857020894206/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5334378065360159907&amp;postID=1206243857020894206' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/1206243857020894206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/1206243857020894206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://neozonk.blogspot.com/2008/02/e-learning-inovasi-baru-atau-sebaliknya.html' title='E-Learning inovasi baru atau sebaliknya??'/><author><name>Azhie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18241605680782021681</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://bp2.blogger.com/_7xIkhssu--I/R7KH_KQG5eI/AAAAAAAAAAc/krOPV_bUCOg/S220/IMG_0480.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5334378065360159907.post-4189670461501560536</id><published>2007-11-29T06:17:00.000-08:00</published><updated>2007-11-29T06:19:03.417-08:00</updated><title type='text'>kajian surat yunus ayat 4 (mentah)</title><content type='html'>&lt;div class="Section1"&gt;  &lt;h1&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; Yunus&lt;/h1&gt;  &lt;h3&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-weight: normal;"&gt;Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Langsung ke: &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surat_Yunus#column-one#column-one"&gt;navigasi&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surat_Yunus#searchInput#searchInput"&gt;cari&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;Surat Yunus&lt;/b&gt; adalah surat ke-10 dalam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Al_Qur%27an" title="Al Qur'an"&gt;Al Qur'an&lt;/a&gt;, surat ini terdiri atas 109 ayat dan termasuk golongan surat-surat &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Makkiyyah" title="Makkiyyah"&gt;Makkiyyah&lt;/a&gt; kecuali ayat 40, 94, 95, yang diturunkan pada masa Nabi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad" title="Muhammad"&gt;Muhammad&lt;/a&gt; SAW berada di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Madinah" title="Madinah"&gt;Madinah&lt;/a&gt;. &lt;st1:city st="on"&gt;Surat&lt;/st1:City&gt; ini dinamai &lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:City&gt; Yunus karena dalam &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; ini terutama ditampilkan kisah Nabi Yunus a.s. dan pengikut-pengikutnya yang teguh imannya.&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;&lt;a name="Pokok-pokok_isi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Surat_Yunus&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=1" title="Sunting bagian: Pokok-pokok isi"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Pokok-pokok isi&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Keimanan: Al Quran bukanlah      sihir, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Allah" title="Allah"&gt;Allah&lt;/a&gt;      mengatur alam semesta dari Arasy-Nya; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Syafa%27at" title="Syafa'at"&gt;syafa'at&lt;/a&gt;      hanyalah dengan izin Allah; Wali-wali Allah; wahyu Allah yang menerangkan      yang gaib kepada manusia; Allah menyaksikan dan mengamat-amati perbuatan      hamba-hamba-Nya di dunia; Allah tidak mempunyai anak. &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Hukum: Menentukan perhitungan      tahun dan waktu dengan perjalanan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari" title="Matahari"&gt;matahari&lt;/a&gt;      dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bulan" title="Bulan"&gt;bulan&lt;/a&gt;;      hukum mengada-adakan sesuatu terhadap Allah dan mendustakan ayat-ayat-Nya.      &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Kisah-kisah:Kisah Nabi Nuh      a.s. dengan kaumnya; Nabi Musa dengan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fir%27aun" title="Fir'aun"&gt;Fir'aun&lt;/a&gt;      dan tukang-tukang sihir; kisah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bani_Israil" title="Bani Israil"&gt;Bani      Israil&lt;/a&gt; setelah ke luar dari negeri &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesir" title="Mesir"&gt;Mesir&lt;/a&gt;; Nabi      Yunus a.s. dengan kaumnya. &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Dan lain-lain: Manusia ingat      kepada Allah di waktu kesukaran dan lupa di waktu senang; keadaan      orang-orang baik dan orang-orang jahat di hari kiamat; Al Quran tidak      dapat ditandingi; rasul hanya menyampaikan risalah. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;hr align="center" color="#aca899" noshade="noshade" size="1" width="98%"&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;p style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 16.5pt; font-family: &amp;quot;Simplified Arabic&amp;quot;; color: black;"&gt;إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعاً وَعْدَ اللّهِ حَقّاً إِنَّهُ يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ لِيَجْزِيَ الَّذِينَ آمَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّالِحَاتِ بِالْقِسْطِ وَالَّذِينَ كَفَرُواْ لَهُمْ شَرَابٌ مِّنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُواْ يَكْفُرُونَ &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span class="hitamsedang"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span class="hitamsedang"&gt;&lt;i&gt;Hanya kepadaNyalah kamu semuanya akan kembali; sebagai janji yang benar daripada Allah, sesungguhnya Allah menciptakan makhluk pada permulaannya kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali (sesudah berbangkit), agar Dia memberi pembalasan kepada orang-orang yang beriman dan yang mengerjakan amal saleh dengan adil. Dan untuk orang-orang kafir disediakan minuman air yang panas dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="hitamsedang"&gt;&lt;i&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="hitamsedang"&gt;&lt;i&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;  &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; width: 100%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td rowspan="2" style="padding: 1.5pt;" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 1.5pt;"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Verdana;"&gt;Hanya   kepada-Nya-lah kamu semuanya akan kembali; sebagai janji yang benar daripada   Allah, sesungguhnya Allah menciptakan makhluk pada permulaannya kemudian   mengulanginya (menghidupkannya) kembali (sesudah berbangkit), agar Dia   memberi pembalasan kepada orang-orang yang beriman dan yang mengerjakan amal   saleh dengan adil. Dan untuk orang-orang kafir disediakan minuman air yang   panas dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Verdana;"&gt;(QS. 10:4)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 1.5pt;"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;a href="http://ccc.1asphost.com/assalamquran/Alquran_surah.asp?pageno=1&amp;amp;SuratKe=10#4"&gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt;"&gt;::Terjemahan::&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://ccc.1asphost.com/assalamtafsir/Alquran_Tafsir.asp?pageno=1&amp;amp;SuratKe=10#4"&gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt;"&gt;::Tafsir::&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://ccc.1asphost.com/assalamtafsir/Alquran_AsbabunNuzul.asp?pageno=1&amp;amp;SuratKe=10#4"&gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt;"&gt;::Asbabun Nuzul::&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 1.5pt;" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 1.5pt;" valign="top"&gt;   &lt;table class="MsoNormalTable" style="width: 562.5pt;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="750"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;     &lt;td style="padding: 0in;"&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yunus 4&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;إِلَيْهِ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;مَرْجِعُكُمْ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;جَمِيعًا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;وَعْدَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;اللَّهِ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;حَقًّا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;إِنَّهُ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;يَبْدَأُ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;الْخَلْقَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;ثُمَّ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;يُعِيدُهُ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;لِيَجْزِيَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;الَّذِينَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;آمَنُوا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;وَعَمِلُوا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;الصَّالِحَاتِ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;بِالْقِسْطِ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;وَالَّذِينَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;كَفَرُوا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;لَهُمْ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;شَرَابٌ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;مِنْ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;حَمِيمٍ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;وَعَذَابٌ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;أَلِيمٌ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;بِمَا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;كَانُوا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;يَكْفُرُونَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;     (4)&lt;br /&gt;    Setelah ayat-ayat yang terdahulu menerangkan bahwa Allah swt. dalam     penciptaan langit dan bumi tidak ada sesuatu pun yang membantu-Nya, dan     Allah Esa dalam ibadat, yaitu hanya Dia sajalah yang berhak disembah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;, tidak bersekutu dengan yang     lain. Keesaan Allah ini merupakan salah satu prinsip pokok agama Islam.     Maka pada ayat ini diterangkan prinsip pokok yang lain, yaitu adanya hari     berbangkit disertai dengan buktinya, dan hikmah Allah mengadakan hari     berbangkit itu.&lt;br /&gt;    Allah menerangkan bahwa hanya kepada-Nya sajalah semua manusia dikembalikan     setelah mati dan sesudah lenyap alam yang fana ini bukan kepada sesuatu     yang lain, termasuk sembahan-sembahan berhala, dan penolong-penolong orang     kafir itu. Yang demikian itu adalah janji Allah swt. kepada makhluk-Nya.     Dia tidak akan menyalahi janji-Nya sedikit pun.&lt;br /&gt;    Sebagai bukti bahwa Allah swt. pasti menepati janji-Nya ialah Allah swt.     telah menciptakan makhluk pertama kalinya. Penciptaan manusia oleh Allah     swt. pada pertama kalinya itu dapat dijadikan dalil bahwa Allah berkuasa     pula untuk menciptakan makhluk-Nya pada kali kedua atau membangkitkannya     kembali. Mengulangi kembali menciptakan sesuatu itu adalah lebih mudah dari     menciptakan pertama kalinya.&lt;br /&gt;    Allah swt. berfirman:&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;وَهُوَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;الَّذِي&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;يَبْدَأُ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;الْخَلْقَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;ثُمَّ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;يُعِيدُهُ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;وَهُوَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;أَهْوَنُ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;عَلَيْهِ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;    Artinya:&lt;br /&gt;    Dan Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian     mengembalikan (menghidupkan)nya kembali, dan menghidupkan kembali itu     adalah lebih mudah bagi-Nya.&lt;br /&gt;    (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Q.S. Ar Rum: 27)    &lt;br /&gt;    Demikian kuatnya bukti yang dikemukakan Allah tentang hari berbangkit     sehingga Dia menyatakan bahwa jika masih ada orang yang mengingkarinya     berarti ia telah lupa kepada kejadian dirinya sendiri. Allah swt.     berfirman:&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;أَوَلَمْ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;يَرَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;الْإِنْسَانُ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;أَنَّا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;خَلَقْنَاهُ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;مِنْ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;نُطْفَةٍ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;فَإِذَا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;هُوَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;خَصِيمٌ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;مُبِينٌ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;    Artinya:&lt;br /&gt;    Dan apakah manusia tidak melihat bahwa Kami menciptakannya dari setitik air     (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata, dia akan membuat     perumpamaan bagi Kami, da&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;n dia lupa kepada kejadiannya, ia berkata: "Siapakah yang     menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh."&lt;br /&gt;    (Q.S. Yasin: 77, 78&lt;br /&gt;    Terhadap orang-orang yang tidak mau percaya kepada adanya hari berbangkit     itu sekalipun telah dikemukakan dalil-dalil kepada mereka, maka Allah     mengancam mereka dengan neraka Jahanam sebagai dilukiskan oleh ayat     berikut:&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;فَوَرَبِّكَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;لَنَحْشُرَنَّهُمْ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;وَالشَّيَاطِينَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;ثُمَّ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;لَنُحْضِرَنَّهُمْ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;حَوْلَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;جَهَنَّمَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;جِثِيًّا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;    Artinya:&lt;br /&gt;    Demi Tuhanmu, sesungguhnya akan Kami bangkitkan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; mereka bersama setan,     kemudian akan Kami datangkan mereka ke sekeliling Jahanam dengan berlutut.&lt;br /&gt;    (Q.S. Maryam: 68)&lt;br /&gt;    Allah swt. menerangkan tujuan manusia dibangkitkan sesudah matinya ialah     untuk memberi mereka balasan dari perbuatan yang telah dikerjakannya sesuai     dengan sifat adil dan sifat pemurah Allah. Allah tidak mengurangi sedikit     pun dari apa yang telah mereka lakukan. Tujuan ini dijelaskan oleh firman     Allah:&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;وَنَضَعُ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;الْمَوَازِينَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;الْقِسْطَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;لِيَوْمِ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;الْقِيَامَةِ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;فَلَا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;تُظْلَمُ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;نَفْسٌ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;شَيْئًا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;وَإِنْ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;كَانَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;مِثْقَالَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;حَبَّةٍ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;مِنْ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;خَرْدَلٍ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;أَتَيْنَا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;بِهَا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;وَكَفَى&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;بِنَا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;حَاسِبِينَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;    Artinya:&lt;br /&gt;    Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan     seseorang barang sedikit pun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi     pun &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;pasti Kami     mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan.&lt;br /&gt;    (Q.S. Al-Anbiya': 47)&lt;br /&gt;    Allah swt. memberikan pembalasan yang adil, tidaklah berarti Allah tidak     akan melebihkan pahala yang akan diberikan-Nya itu, bahkan Dia akan     melipatgandakannya sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;فَأَمَّا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;الَّذِينَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;آمَنُوا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;وَعَمِلُوا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;الصَّالِحَاتِ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;فَيُوَفِّيهِمْ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;أُجُورَهُمْ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;وَيَزِيدُهُمْ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;مِنْ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;فَضْلِهِ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;وَأَمَّا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;الَّذِينَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;اسْتَنْكَفُوا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;وَاسْتَكْبَرُوا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;فَيُعَذِّبُهُمْ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;عَذَابًا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;أَلِيمًا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;وَلَا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;يَجِدُونَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;لَهُمْ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;مِنْ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;دُونِ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;اللَّهِ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;وَلِيًّا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;وَلَا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;نَصِيرًا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;    Artinya:&lt;br /&gt;    Adapun orang-orang yang beriman dan berbuat amal saleh, maka Allah akan     menyempurnakan pahala mereka dan menambah untuk mereka sebagian dari     karunia-Nya. Adapun orang-orang yang enggan dan m&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;enyombongkan diri, maka Allah     akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih dan mereka tidak akan     memperoleh bagi diri mereka pelindung dan penolong selain daripada Allah.&lt;br /&gt;    (Q.S. An Nisa': 173)&lt;br /&gt;    Jika dilihat banyaknya terjadi tindakan-tindakan yang tidak adil dilakukan     oleh sebagian manusia terhadap yang lain, dimenangkan-Nya perbuatan jahat     atas perbuatan baik, dan sebagainya, tentu akan ada suatu masa nanti yang     pada masa itu keadilan dapat ditegakkan dengan sempurna.&lt;br /&gt;    Terhadap semua orang kafir yang mengingkari keesaan Allah dan adanya hari     berbangkit, mereka akan mendapatkan pembalasan yang setimpal dengan     kejahatan yang telah mereka lakukan. Di antaranya ialah mereka diberi minum     dengan air panas yang mendidih yang menghancurkan usus-usus mereka. Di     samping itu mereka akan memperoleh azab yang pedih disebabkan kekafiran     mereka itu.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;    Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Yunus 4&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;إِلَيْهِ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;مَرْجِعُكُمْ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;جَمِيعًا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;وَعْدَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;اللَّهِ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;حَقًّا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;إِنَّهُ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;يَبْدَأُ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;الْخَلْقَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;ثُمَّ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;يُعِيدُهُ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;لِيَجْزِيَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;الَّذِينَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;آمَنُوا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;وَعَمِلُوا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;الصَّالِحَاتِ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;بِالْقِسْطِ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;وَالَّذِينَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;كَفَرُوا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;لَهُمْ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;شَرَابٌ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;مِنْ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;حَمِيمٍ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;وَعَذَابٌ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;أَلِيمٌ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;بِمَا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;كَانُوا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;يَكْفُرُونَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;     (4)&lt;br /&gt;    (Hanya kepada-Nyalah) yaitu Allah swt. (kalian semuanya akan kembali;     sebagai janji yang benar dari Allah) lafal wa'dan d&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;an lafal haqqan keduanya     merupakan mashdar yang dinashabkan oleh fi'ilnya masing-masing yang     keberadaannya diperkirakan. (Sesungguhnya Allah) huruf hamzah inna dibaca     kasrah karena menjadi isti'naf, sedangkan jika dibaca fatah maka memakai     huruf lam yang keberadaannya diperkirakan sebelumnya (menciptakan makhluk     pada permulaan) artinya Dia mulai menciptakan makhluk dengan mengadakan     mereka (kemudian menghidupkannya kembali) pada hari berbangkit (agar Dia     memberi pembalasan) pahala (kepada orang-orang yang beriman dan yang     mengerjakan amal saleh dengan adil. Dan untuk orang-orang kafir disediakan     minuman air yang panas) artinya air yang panasnya luar biasa (dan azab yang     pedih) sangat menyakitkan (disebabkan kekafiran mereka) sebagai pembalasan     atas kekafirannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5334378065360159907-4189670461501560536?l=neozonk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://neozonk.blogspot.com/feeds/4189670461501560536/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5334378065360159907&amp;postID=4189670461501560536' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/4189670461501560536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/4189670461501560536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://neozonk.blogspot.com/2007/11/kajian-surat-yunus-ayat-4-mentah.html' title='kajian surat yunus ayat 4 (mentah)'/><author><name>Azhie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18241605680782021681</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://bp2.blogger.com/_7xIkhssu--I/R7KH_KQG5eI/AAAAAAAAAAc/krOPV_bUCOg/S220/IMG_0480.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5334378065360159907.post-8495896866466315807</id><published>2007-11-29T06:13:00.000-08:00</published><updated>2007-11-29T06:14:11.261-08:00</updated><title type='text'>Agar dapat menikmati islam</title><content type='html'>&lt;div style="border: 1pt inset rgb(236, 236, 236); padding: 0in;"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0in; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: rgb(37, 37, 37);" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Oleh H. Musyafa Ahmad Rahim, Lc.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0in; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: rgb(37, 37, 37);" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="arab" dir="rtl" style="border: medium none ; padding: 0in; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0in; margin-bottom: 14pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: rgb(37, 37, 37);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”&lt;/i&gt; (QS Al Maidah: 3).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 14pt; color: rgb(37, 37, 37);" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0in;"&gt;   &lt;div style="border: 1pt inset rgb(236, 236, 236); padding: 0in;"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0in; margin-bottom: 14pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: rgb(37, 37, 37);"&gt;Hari itu adalah hari pertama Ali   Thanthawi (alm) mengajar di sekolah menengah umum. Beliau adalah guru agama   yang ditugaskan di situ. Begitu beliau sampai di depan kelas, siswa-siswi   langsung gaduh, ribut tidak karuan. Beliaupun heran, tadinya anak-anak   baik-baik saja, kok sekarang ribut? Ada apa?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Beliau bertanya kepada mereka, “Kenapa begitu saya datang kalian ribut?”   Mereka menjawab, “Sebab sekarang adalah jam pelajaran agama, pelajaran santai   dan asal-asalan atau asal ada!”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Itulah gambaran pengalaman Syekh Ali Thanthawi (alm) sewaktu beliau menjadi   guru agama Islam di sebuah sekolah di salah satu Negara Timur Tengah.   Pengalaman ini menggambarkan bahwa agama Islam sudah sedemikian parah   dipahami dan dimengerti oleh para anak didik, sampai-sampai mata pelajaran   agama dan jamnya dijadikan sebagai saat untuk santai, gaduh dan ribut yang   sama sekali tidak ada konsentrasi. Itu dulu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Sekarang, Amerika sedang memelopori gerakan perang melawan terorisme. Dan   salah satu proyeknya adalah mengganti kurikulum pendidikan agama Islam dengan   konsepsi dan pemahaman yang diinginkan Amerika. Proyek penggantian kurikulum   ini terus digalakkan, termasuk di Negara-negara Timur Tengah. Dan jika proyek   ini berhasil dan sukses, bisa kita bayangkan akan seperti apakah pemahaman   masyarakat terhadap Islam nantinya?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Pada suatu hari, Syekh Ali Thanthawi (alm) bertanya kepada para muridnya,   “Mungkinkah kita menjelaskan tentang Islam dalam tempo satu jam kepada   orang-orang yang belum memahami Islam?” Para murid menjawab, “Tidak mungkin,   bagaimana kita mungkin menjelaskan apa itu Islam hanya dalam tempo satu jam   kepada seseorang yang sama sekali belum mengerti tentang Islam.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Syekh Ali Thanthawi (alm) menjawab, “Tetapi, Rasulullah Saw. dahulu mampu   menjelaskan tentang Islam hanya dalam beberapa kalimat saja, dan seorang   badui yang untuk pertama kali mendengarnya, langsung bisa memahaminya dan   bahkan mampu menjelaskannya kembali kepada kaumnya. Padahal yang namanya   orang badui itu adalah seseorang yang hidupnya nomaden, berpindah-pindah dari   satu kawasan ke kawasan lain, sesuai dengan wilayah hujan dan rumput. Mereka   tidak mengenal budaya perkampungan, perkotaan, apalagi peradaban, termasuk   juga mereka tidak mengenal agama. Yang mereka kuasai hanyalah logika yang   sederhana saja.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Kalau begitu, marilah kita sekarang mencoba mengerti dan memahami Islam dalam   tempo yang singkat, namun padat dan jelas, insya Allah. Semoga Allah Swt.   memberikan taufiq dan hidayah-Nya kepada kita semua, amin&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Pada hari Jum'at, tanggal 09 Dzul Hijjah tahun 10 H, Rasulullah Saw. dan para   sahabatnya sedang berkumpul di Arafah, sebuah tempat dekat kota Makkah di   Semenanjung Arabia. Mereka sedang menjalani sebuah ritual yang dikenal dengan   nama wukuf. Saat mereka sedang wukuf itulah Allah Swt. menurunkan keterangan   tentang agama yang dibawa oleh utusan-Nya yang terakhir. Keterangan itu (dan   selanjutnya kita sebut Firman) berbunyi,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="arab" dir="rtl" style="border: medium none ; padding: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ   وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ اْلإِسْلاَمَ دِينًا&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0in; margin-bottom: 14pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: rgb(37, 37, 37);"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;i&gt;“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah   Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama   bagimu”&lt;/i&gt; (QS Al-Maidah: 3).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Firman Allah Swt. menjelaskan kepada kita beberapa hal, yaitu,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  1. Agama Islam ini adalah agama yang sempurna. Istilahnya kamil. Di dalam   agama ini terdapat berbagai penjelasan dan jalan hidup dalam berbagai sisi   kehidupan, baik kehidupan ritual, seremonial, pergaulan, sosial, ekonomi,   politik, budaya, keamanan dan sisi-sisi kehidupan lainnya. Tidak ada satu pun   sisi kehidupan kecuali agama ini menjelaskan mana yang baik dan membawa   manfaat dan mana yang buruk yang mendatangkan mara bahaya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  2. Agama Islam ini adalah kenikmatan yang Allah Swt. berikan kepada kita   secara lengkap. Istilahnya tamam. Terkait dengan Islam adalah nikmat,   Rasulullah Saw. mengajarkan kepada kita agar selesai makan, atau minum, kita   mengucapkan doa, &lt;i&gt;“Al-hamdulillah al-ladzii ath'amana wa saqana waja'alana   Muslimin”&lt;/i&gt; (segala puji milik Allah Swt. yang telah memberikan makan dan   minum kepada kami, dan menjadikan kami orang-orang Islam). Dalam doa yang   diajarkan Rasulullah Saw. kepada kita ini ada satu hal yang menarik, yaitu   Beliau Saw. merangkaikan kenikmatan makan dan minum dengan kenikmatan kita   sebagai orang Islam. Hal ini menegaskan kepada kita bahwa agama Islam dan   ber-Islam adalah sebuah kenikmatan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Mungkin ada sebagian kita yang bertanya, “Kenapa selama ini kita kok tidak   atau kurang begitu merasakan Islam sebagai kenikmatan?” Untuk menjawab   pertanyaan ini, kita bisa melihat kasus tidak bisa merasakan nikmatanya makan   dan minum, yang memang oleh Rasulullah Saw. dirangkaikan dengan kenikmatan   Islam dan ber-Islam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Paling tidak ada dua penyebab, kenapa kita tidak atau kurang merasakan nikmat   Islam atau ber-Islam sebagaimana kita tidak atau kurang merasakan nikmat   makanan dan minuman.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;b&gt;Pertama,&lt;/b&gt; mungkin karena lemahnya pemahaman kita terhadap Islam,.   Karena ketidaktahuan kita, makanan yang sebenarnya lezat, nikmat dan bergizi,   tidak mau kita konsumsi. Sepeti anak kecil, untuk mengkonsumsi makanan   bergizi, kita harus menyuapinya, dan bahkan mengejar-ngejarnya. Setelah dia   dewasa, dan paham, dialah yang gantian mengejar-ngejar kita untuk memenuhi   permintaannya. Oleh karena itu, marilah kita tingkatkan pengetahuan, wawasan   dan pemahaman kita terhadap agama kita, agar bisa merasakan nikmat Islam dan   ber-Islam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;b&gt;Kedua,&lt;/b&gt; atau mungkin karena adanya penyakit dalam diri kita, sariawan   misalnya. Sehingga, makanan yang lezat dan enak itu menjadi tidak nikmat dan   tidak lezat. Oleh karena itu, marilah kita bersihkan diri kita dari berbagai   penyakit hati dan jiwa, agar kita bisa menikmati Islam dan ber-Islam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  3. Agama Islam adalah agama yang diterima dan diridhai Allah Swt. Istilahnya,   agama yang mardhiy. Hal ini sejalan dengan firman Allah swt pada ayat lain   dari Al Qur'an, yaitu,&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="arab" dir="rtl" style="border: medium none ; padding: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ اْلإِسْلاَمُ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0in; margin-bottom: 14pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: rgb(37, 37, 37);"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;i&gt;“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah Swt. hanyalah Islam”&lt;/i&gt;   (QS Ali Imran: 19).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Bahkan, pada ayat lain, Allah Swt. menjelaskan bahwa Dia tidak akan menerima   agama selain Islam, dan siapa saja yang mengikuti selain Islam, di dunia   amalnya tidak akan diterima dan di akhirat ia termasuk orang-orang yang   merugi. Allah Swt., berfirman,&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="arab" dir="rtl" style="border: medium none ; padding: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ اْلإِسْلاَمِ   دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي اْلآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0in; margin-bottom: 14pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: rgb(37, 37, 37);"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;i&gt;“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah   akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang   yang rugi”&lt;/i&gt; (QS Al Maidah: 85)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Itulah satu sisi gambaran tentang Islam, dan masih banyak lagi   gambaran-gambaran lainnya, baik yang ada dalam Al-Qur'an maupun yang ada   dalam hadits Rasulullah Saw., ataupun dalam kehidupan para sahabat Nabi Saw.,   generasi yang pertama-tama menerapkan dan mempraktekkan Islam dan ber-Islam   dalam kehidupan mereka, semoga Allah Swt. senantiasa memberikan bimbingan   kepada kita untuk terus meningkatkan wawasan dan pemahaman kita, dan semoga   kita tidak meninggal kecuali dalam keadaan muslim, amin. &lt;i&gt;Wallahu a’lam   bishshawab.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/div&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5334378065360159907-8495896866466315807?l=neozonk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://neozonk.blogspot.com/feeds/8495896866466315807/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5334378065360159907&amp;postID=8495896866466315807' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/8495896866466315807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/8495896866466315807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://neozonk.blogspot.com/2007/11/agar-dapat-menikmati-islam.html' title='Agar dapat menikmati islam'/><author><name>Azhie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18241605680782021681</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://bp2.blogger.com/_7xIkhssu--I/R7KH_KQG5eI/AAAAAAAAAAc/krOPV_bUCOg/S220/IMG_0480.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5334378065360159907.post-525728688452077097</id><published>2007-11-29T06:03:00.000-08:00</published><updated>2007-11-29T06:04:35.451-08:00</updated><title type='text'>Experiental learning (tugas melelahkan)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5.25pt 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Belajar Experiential adalah satu proses siklis yang memodali pada pengalamannya partisipan untuk perolehan dari pengetahuan. Proses ini melibatkan gol setelan, pemikiran, perencanaan, percobaan, pemantulan, observasi, dan telaah. Oleh terlibat dalam aktivitas ini, pelajar membangun arti dengan cara unik ke mereka sendiri, menggabungkan teori, emosional, dan aspek fisik terpelajar.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;"Katakan aku, dan aku akan lupa. Perlihatkan aku, dan aku mungkin ingat. Libatkan aku, dan aku akan mengerti" (Confucius circa 450 BC).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Judul karangan: Pada penggiatan, adalah tiga adegan, di yang pertama adegan adalah satu penggiatan melukiskan frasa ‘ mengatakan aku dan aku akan forget. ’ pelajar dikatakan bagaimana caranya mempergunakan satu pemadam api oleh Anggota Pemadam Kebakaran dan mereka dengan segera melupakan yang berusaha mengingat kembali keterangan. Pada adegan kedua dari penggiatan, kita sedang melukiskan frasa, ‘perlihatkan aku dan aku mungkin ingat ’. Pelajar diperlihatkan bagaimana caranya mempergunakan pemadam api dan ketika pelajar percobaan lagi untuk mengingat kembali ingatan tidak demikian jelas. Pada adegan ketiga, penggiatan sedang menjelaskan masa ‘ melibatkan aku dan aku akan mengerti. Pelajar sedang mempraktekkan bagaimana caranya mempergunakan satu pemadam api dengan mengikuti satu contoh berbentuk model dari pakar (Anggota pemadam kebakaran) dan akhirnya mereka mengerti. Konsep dan ciptaan oleh Bak Guo, Audra Edwards, Rita (Hsing mei) Kung dan Oluremilekun Ojo (2006).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Judul karangan: Penggiatan Kilas Cahaya lukiskan di atas cerita dari Jane, satu murid yang mempelajarinya. Dia mau melaksanakan perjalanan ke Perancis dan mampu untuk hubungan dengan warga di situ. Dia menyadari dia mempelajari tidak mempersiapkan dia cukup dan memutuskan untuk mempelajari lagi oleh cara lain penggunaan. Cerita ini melukiskan 4 langkah dari modelnya Kolb, Experiential Mempelajari Siklus. Cerita berawal dengan Jane pada akhir dari dia tahun ketiga mempelajari Perancis. Ketika dia mencoba untuk memperbincangkan ke dia guru privat di Perancis, dia punya masalah memahami dia, yaitu beton pengalaman dia. Dia menyadari keterampilan dia tidak cukup untuk mengucapkan dengan fasih di Perancis, wakili yang langkah dua, pemantulan kritis. Dia memahami yang agar laksanakan perjalanan ke Perancis dan mengucapkan dengan orang-orang di situ dia akan harus meningkatkan keterampilan dia. Dia memulai praktek Perancis mempergunakan cara lain sebelum perjalanan dia seperti suatu format dari conceptualization pemisahan. Dia kemudian mengambil perjalanan nyata ke Perancis, menerapkan apa yang dia mempelajari sebagai percobaan aktif. Penggiatan kilas cahaya dan tertulis cerita dan dikembangkan oleh Emily Pitts, Barreto bunga aster, Marly Paz dan Matthew Flanders (2006).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5.25pt 0in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;"&gt;Teori &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5.25pt 0in;"&gt;&lt;span style=""&gt;Experiential Mempelajari Teori "sediakan satu model holistic dari belajar berjalan dan satu model multilinear dari pembangunan dewasa" (Tukang roti, Jensen, Kolb, 2002, p. 51). Dengan kata lain, ini adalah satu termasuk model belajar dewasa yang berniat menjelaskan kompleksitas dari dan perbedaan di antara pelajar dewasa diantara kerangka tunggal. Fokus dari teori ini adalah pengalaman, yang servis sebagai daya penggerak utama di belajar, seperti pengetahuan dibangun melalui transformative cerminan pada pengalamannya sesuatu (Tukang roti, Jensen, Kolb, 2002).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Model belajar diringkas oleh Experiential Mempelajari Teori (ELT) kandung dua mode berbeda untuk memperoleh pengalaman yang berhubungan untuk satu sama lain pada satu rangkaian: pengalaman berwujud (kerisauan) dan pisahkan conceptualization (pengertian). Sebagai tambahan, di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; adalah dua mode berbeda untuk mentransformasikan pengalaman sangat bahwa belajar dicapai: observasi pemantul (maksud) dan percobaan aktif (ekstensi) (Tukang roti, Jensen, Kolb, 2002). Ketika ini empat mode dilihat bersama-sama, mereka mendasari satu empat siklus belajar langkah pelajar itu membicarakan secara tuntas selama experiential mempelajari proses. Pelajar berawal dengan satu pengalaman berwujud, yang maka pimpinan mereka untuk mengamati dan mencerminkan pengalaman mereka. Setelah periode ini dengan observasi pemantul, pelajar maka potongan mereka pikir bersama-sama untuk menciptakan konsep pemisahan sekitar apa terjadi, yang yang akan servis seperti pemandu untuk aksi masa depan. Dengan pemandu ini pada tempatnya, pelajar dengan aktif menguji apa yang mereka telah membangun pimpinan untuk pengalaman lagi dan perbaharuan dari belajar berulang (Tukang roti, Jensen, Kolb, 2002).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Lucida Console&amp;quot;;" lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" style="'width:5in;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\0700323\LOCALS~1\Temp\msohtml1\04\clip_image001.png" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/0700323/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/04/clip_image002.jpg" shapes="_x0000_i1025" height="360" width="480" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Figur 1. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Grafis di atas adalah satu penyajian dari Experiential Mempelajari Siklus, liputi yang komponen dari pengalaman, pemantulan kritis, pisahkan conceptualization, percobaan aktif, dan lebih pemantulan kritis. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5.25pt 0in;"&gt;&lt;span style=""&gt;ELT memodelkan untuk belajar dapat dipandang sebagai satu siklus terdiri dari dua rangkaian berbeda, pengertian kerisauan dan ekstensi maksud. Bagaimanapun, kesatuan cara dialektika ini harus diintegrasikan dalam urutan untuk mempelajari untuk terjadi. Pengertian kerisauan melibatkan pengamatan dari pengalaman, sementara ekstensi maksud melibatkan alihragam dari pengalaman. Satu tanpa yang lain bukan satu berarti efektif untuk memperoleh pengetahuan (Tukang roti, Jensen, Kolb, 2002). Jalan lain untuk melihat ide ini diringkas sebagai berikut, "pengamatan sendirian tidak cukup untuk mempelajari; sesuatu harus dilakukan dengan" dan "alihragam sendirian tidak dapat mewakili belajar, untuk di situ harus sesuatu ditransformasikan" (Tukang roti, Jensen, Kolb, 2002, p. 56 - 67).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;ELT modelkan coba untuk menjelaskan kenapa pelajar mendekati pengalaman belajar dalam hal cara berbeda cuma masih mampu ke lambaian. Tentu saja, beberapa individu mengembangkan kecakapan lebih besar pada beberapa area terpelajar ketika membandingkan ke orang lain (Laschinger, 1990). ELT memodelkan pertunjukan yang selama belajar berjalan, pelajar harus secara terus menerus memilih kemampuan yang mana untuk mempergunakan pada satu keadaan belajar tertentu dan kemampuan belajar pernyataan yang berada di akhir kebalikan dari satu rangkaian (Tukang roti, Jensen, Kolb, 2002). Tentu saja, pelajar mendekati tugas dari serap mengalami dan mentransformasikan pengalaman dari titik berbeda pada satu rangkaian pendekatan. Bagaimanapun, ini penting bahwa mereka juga memecahkan kegelisahan dengan berlawanan pendekatan pada rangkaian dalam urutan untuk belajar efektif untuk terjadi. Dengan demikian, kalau satu pelajar jadilah lebih nyaman merasa keterangan lagi pada satu etika berwujud dan dengan aktif mengadakan percobaan selama proses dari pengalaman, pelajar juga harus mengalami beberapa pemisahan conceptualization dan observasi pemantul agar melengkapi siklus dan pimpinan ke belajar efektif. Dengan demikian, satu pelajar yang mengadakan percobaan dengan model dan memanipulasi mereka pada proses terpelajar juga harus mampu untuk conceptualize dan observasi bentuk mendasari pada apa s / dia alami. Ini harus terjadi, sekalipun pelajar tidak mempertimbangkan diri mereka sendiri kuat di area ini (Tukang roti, Jensen, Kolb, 2002). Ini adalah berada di pusat ELT memodelkan dan pandangannya Kolb dari pelajar dewasa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5.25pt 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;"&gt;Aplikasi &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5.25pt 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;span style=""&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style=""&gt; saat ini beberapa aplikasi dari Experiential Mempelajari Teori pada sistem bidang pendidikan, terutama pada kampus perguruan tinggi. Contoh ini meliputi bidang kursus, luar negeri pembahasan, dan penasihat mendasari masa latihan suatu keahlian (Millenbah, Campa, &amp;amp; Winterstein, 2004). Sebagai tambahan, ada banyak contoh dengan intervensi berbasis-komputer berlandaskan alami.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5.25pt 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;a name="Field_Course_Scenario"&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;"&gt;Bidang Berlari Skenario &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5.25pt 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Satu universitas menawarkan satu kampus berdasar bidang berlari di manajemen kehidupan rimba dan penelitian yang memerlukan murid untuk dengan aktif berpartisipasi di aktivitas selain dari itu secara normal menghadapi selama satu bagian ceramah kuliah atau hafalan oleh murid-murid dari kelas. Murid ini diperkenalkan ke berbagai ilmu pengetahuan tentang teknik sampling nabati di ceramah kuliah jam yang satu periode, cuma aplikasi dan penggunaan dari ilmu pengetahuan tentang teknik terjadi ketika yang murid harus mendeskripsikan nabati perbedaan struktural di antara dua woodlots pada kampus.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5.25pt 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Murid diperlengkapi dengan satu pernyataan gol umum perlukan mereka untuk membedakan di antara kedua-duanya area berlandaskan struktur kecuali bukan dikatakan bagaimana caranya menentukan perbedaan ini atau bagaimana perinci uraian tentang struktur (misalnya., sampul vertikal atau sampul vertikal diterjadi tiba-tiba oleh strata ketinggian). Murid harus tentukan pertama obyektif dari proyek sebelum memproses. Satu kali ini telah telah disetujui dengan sepenuh anggota dari group, kiat untuk mengumpulkan data adalah bertekad. Murid mungkin mengerjakan dengan lain pada kelas atau dengan instruktur untuk menentukan paling sesuai sampling disain. Setelah memilih satu sampling sesuai disain, murid diperlukan untuk mengumpulkan data, dan pelajari dengan demikian sekitar ilmu pengetahuan tentang teknik (s ) melalui pengalaman dengan (pengalaman berwujud). Dengan melakukan, murid mempelajari bagaimana caranya mempergunakan ilmu pengetahuan tentang teknik dan mampu untuk lebih siap putuskan kalau ilmu pengetahuan tentang teknik adalah pantas pada rejim sampling berbeda (pemantulan dan pemerataan).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5.25pt 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Selama proses ini, murid memperoleh satu pemahaman lebih luas dari ilmu pengetahuan tentang teknik dan kegunaannya; banyak ini mungkin jangan pernah tertuju atau disajikan pada satu setelan kelas. Berlandaskan prasyarat untuk kursus, instruktur workd dari dugaan murid itu mempunyai satu pemahaman dari konsep ekologis dan statistik dasar. Mempunyai ini prasyarat memudahkan murid meletakkan ilmu pengetahuan tentang teknik untuk mempergunakan pada lingkungan menjadi dipelajari. Satu bermanfaat bagi tambahan dari ijin murid untuk diadakan percobaan dengan ilmu pengetahuan tentang teknik adalah itu peristiwa tak diduga mungkin terjadi misalnya, separuh jalan hujan ini melalui sampling. Peristiwa tidak terstruktur ini dapat selanjutnya meningkat satu kepercayaannya murid, hebat, dan keakraban dengan satu ilmu pengetahuan tentang teknik memerlukan murid untuk membuat keputusan sekitar bagaimana caranya proses atau ketika ke menghadang (percobaan aktif). Jenis ini dari peristiwa sulit untuk memodelkan pada satu kelas, dan sekalipun mungkin, beberapa murid tidak mengetahui bagaimana caranya kesepakatan dengan keadaan tak diduga ketika mereka satu-satunya berlatih jemu akan bahasan. Merasakan cukup berlatih untuk menangani keadaan ini akan memerlukan murid untuk mempunyai pengetahuan firsthand dan pengalaman dengan keadaan dunia nyata.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Penggunaan populer yang lain dari experiential mempelajari yang telah di sekitar dalam jangka waktu panjang adalah permainan peran. Ini telah dipergunakan untuk bidang pendidikan dan penggunaan pelatihan, untuk strategis yang militer dan analisa taktis dan secara sederhana sebagai permainan. Peran permainan kita di masa anak-anak meniru induk kita, memainkan dengan boneka dan mobil, membangun benteng pasir dan berpura-pura kita adalah pangeran dan pahlawan dengan hasil belajar itu ambil tempat, mempersiapkan kita seumur hidup.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5.25pt 0in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;"&gt;Peran Memainkan Skenario &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5.25pt 0in;"&gt;&lt;span style=""&gt;Pokok materi dari pelajaran ini adalah satu kontroversi yang punya akar dalam pada Riwayat Amerika, Konstitusi dan Perjanjian Hak Asasi Manusia. Mempergunakan video dalam bentuk dokumen PBS Pada Cahaya Dari hormati, guru yang punya murid lekat menguji berjuang dari Lakota Sioux untuk memelihara lokasi suci mereka di Mato Tipila (Lakota untuk Inapnya Beruang) di Batuan Setan di Wyoming. Walau lokasi di Batuannya Setan jangan diserahkan oleh traktat ke &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;U.S.&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; pemerintah, sekarang pada administrasi dari Taman Pelayanan Nasional. Pemanjat tebing mengakui apapun &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;U.S.&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; warga harus punya akses lengkap ke lokasi karena ini berada di atas darat pemerintah pusat. Untuk menghormati praktek religius dari Lakota, Taman Pelayanan Nasional meminta bahwa orang-orang tidak memanjat di situ selama bulan Juni seluruh. Kasus telah diperkarakan sampai Mahkamah Agung.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Setelah menonton video dan mendiskusikan berbagai aspek dari kontroversi, permainan peran murid anggota dari empat pasukan: Lakota, pemanjat tebing, &lt;st1:place st="on"&gt;Taman&lt;/st1:place&gt; pelayanan nasional dan meja hijau. Mempergunakan sumber daya online yang luas menghubungkan ke pelajaran, murid meneliti emisi dan mengevaluasi sumber. Yang pertama tiga pasukan menyajikan permintaan mereka pada satu dengar. Meja hijau mencoba untuk menolong mereka menjangkau satu berkompromi kemudian menghakimi apapun emisi belum terpecahkan. Pelajaran berlanjut saat murid membandingkan berjanji dari Lakota ke tersebut Hopi dan Wintu, (seperti disajikan pada video) siapa juga berjuang untuk memelihara darat suci mereka. Murid akan mengerti konsep dari "benarkan di konflik" timbul di bawah yang pertama Pindaan (kebebasan beragama), interpretasikan satu konflik saat ini dari beberapa perspektif, belajar mendukung untuk pandangan, dan belajar memecahkan satu konflik melalui satu skenario resolusi konflik.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Judul karangan: Di sini menceriterakan pertunjukan slide dari Experiential Mempelajari, murid dan instruktur sedang mengerjakan bersama-sama untuk menciptakan Oncom Kapur Menyetem dengan mengikuti 4 tahapan: 1 ) gol Tersetel, memikirkan dan merencanakan, 2 ) Mengadakan Percobaan dan pembuatan keputusan, 3 ) aksi Akhir, dan 4) Observasi, menelaah, dan cermin. Murid dan instruktur berawal periksa buku resep untuk menemukan satu resep. Kemudian, pencarian bersama-sama jalan untuk meningkatkan resep sebelum mempersiapkan oncom. Mereka menambahkan bumbu ke sari menyapu untuk membuat lebih baik rasa ini seperti halnya persiapkan untuk pemasakan berjalan memasang apapun alat atau ramuan dibutuhkan. Ini juga akan waktu dimana mereka dapat mengubah resep untuk membuat ini rendah di gemuk atau peningkatan atau menyusut ukuran pelayanan. Sementara oncom adalah bakaran, instruktur memperlihatkan murid bagaimana caranya membuat dekorasi untuk menempatkan di dalam menyempurnakan oncom kemudian awal menempatkan mereka pada pencuci mulut. Mereka kemudian mencerminkan proses dan mencatat untuk referensi masa depan. Akhirnya, betapapun tahapan adalah lengkap, mereka menyampai ke rasa oncom kapur menyetem. Stephen Dudley dan Rebecca Parker (2004).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Judul karangan: Bioskop berawal dengan satu contoh dari bukan belajar experiential dengan memperlihatkan satu murid snoozing saat mendengarkan satu ceramah kuliah. Pada tahap awal dari contoh baik, pokok materi sedang membuat satu daftar terorganisir dari tahapan perlu membuat satu video untuk satu proyek berkait dengan kerja. Pokok materi berlanjut mengadakan percobaan dan membuat keputusan sekitar operasi kamera dengan pertolongan dari satu lebih lain yang banyak mengetahui. Pada aksi tahapkan, pokok materi sedang menyuling bagian bunyi dari video. Setelah itu, pokok materi menelaah produk selesai untuk pemeriksaan naskah perlu. Pokok materi dan anak buah kapal sedang melihat produk selesai mempergunakan satu kertas catatan untuk mencerminkan pada saat pengalaman mereka. Video ini diciptakan oleh Mary Barbee, Allison, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Hanson&lt;/st1:City&gt;, &lt;st1:state st="on"&gt;Virginia&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; Manfree, dan Sandra Turner (2004)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5.25pt 0in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;"&gt;Langkah untuk Mengintegrasikan Experiential Belajar pada Kelas &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-top: 5.25pt; margin-bottom: 5.25pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;Bangun pengalaman dengan      memperkenalkan pelajar ke dasar topik dan peliputan materi yang pelajar      harus tahu terlebih dahulu (video pada skenario di atas seperti halnya      bahasan).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-top: 5.25pt; margin-bottom: 5.25pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;Libatkan pelajar pada satu      pengalaman realistis yang menyediakan intrik seperti halnya kedalaman dari      keterlibatan (persidangan ejek).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-top: 5.25pt; margin-bottom: 5.25pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;Pertimbangkan bahasan dari      pengalaman meliputi terjadi yang terjadi dan bagaimana terbelit yang      perorangan rasakan (bahasan setelah itu).&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-top: 5.25pt; margin-bottom: 5.25pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;Pelajar akan maka berawal      untuk merumuskan konsep dan hipotesis mengaitkan pengalaman melalui      bahasan seperti halnya pemantulan perorangan (bahasan setelah itu, cuma      juga dapat lakukan atas penjurnalan).&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-top: 5.25pt; margin-bottom: 5.25pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ijinkan pelajar untuk diadakan      percobaan dengan mereka baru saja konsep dibentuk dan pengalaman (konflik      arus tafsirkan dan skenario resolusi konflik).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Pemantulan selanjutnya pada percobaan (bahasan, cuma juga dapat dilakukan melalui penjurnalan).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Simulasi dan permainan diantara arahan juga melibatkan pengalaman langsung dan dengan demikian adalah contoh sah dari experiential mempelajari. Diantara interaksi permainan, di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; adalah sering beberapa siklus disajikan ke partisipan. Siklus ini umumnya terdiri dari keikut sertaan oleh pengguna, pembuatan keputusan, dan suatu masa analisa. Proses ini berbarengan sangat besar dengan Experiential Mempelajari Siklus menguraikan secara singkat di atas (Marcus, 1997). Sebagai tambahan, ini telah ditemukan bahwa simulasi yang memendekkan periode laporan misi pada akhir dari sesi permainan dapat mengurangi efektivitas mereka sendiri. Ini memaksudkan bahwa permainan yang mana tidak mempertimbangkan pemantulan sesuai adalah bukan sebagai efektif seperti kalau pemantulan sesuai terjadi. Dengan demikian, ini nyata itu observasi pemantul dan pemisahan bagian conceptualization dari simulasi dan permainan penting untuk mempelajari, yang yang telah didirikan oleh Experiential Mempelajari Teori (Ulrich, 1997).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Aplikasi namun lain dari experiential mempelajari berada di dalam bidang dari e belajar. Terperinci, di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; adalah satu upaya untuk memanfaatkan ini model ke peningkatan efektivitas dengan Pembangunan Profesional Lanjutan (CPD) e kursus belajar. Ini ditemukan itu beberapa kursus ini tidak mempertimbangkan pengalaman beton dan percobaan aktif sehubungan dengan fakta yang proses belajar adalah berlandaskan lebih belajar tradisional kiat dan tidak memodali pada sifat alami terarah sendiri dari pelajar (Friedman, Watt, Croston, &amp;amp; Durkin, 2002). Bagaimanapun, dengan penggunaan dengan teknologi berbeda seperti sumber daya multimedia, web mendasari bahasan, perencana online, dan tugas kreatif, e kursus belajar dapat ditingkatkan pada satu etika itu akan memperkuat siklus seluruh belajar experiential untuk pelajar (Terus terang, reich, &amp;amp; Humphreys, 2003).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5.25pt 0in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;"&gt;Kelemahan / Kritik &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sejak Kolb menciptakan Experiential Mempelajari Teori dan belajar pertemanan modelkan, pekerjaannya telah dialami berbagai kritik sekitar berharganya dan efektivitas. Salah satu kritik dari model ini adalah itu pengalaman berwujud bagian dari siklus belajar sewajarnya dijelaskan pada teori dan remainslargely belum diselidiki. Herron (seperti dikutip di Rumah Bangsawan Inggris, Kasl, 2002 p. 180 - 81) yakini tersebut "dugaan dari perasaan adalah tidak dimanapun juga terdefinisi atau dirinci, pengalaman beton dengan demikian dengan baik mengeksplorasi · model sungguh sekitar observasi pemantul, pisahkan conceptualization, dan percobaan aktif." Kritik umum lain dari teori penyingkapan itu satu kelemahan adalah itu ide dari langsung dan pengalaman beton adalah ragukan dan tak realistis (Miettinen, 2000).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5.25pt 0in;"&gt;&lt;span style=""&gt;Kritik lain dari ELT adalah itu konsep yang diuraikan secara singkat oleh Kolb adalah juga berdefinisi jelek dan buka ke berbagai penafsiran dan itu ide hadiah dia adalah satu campuran berwawasan luas dari ide dari berbagai ahli teori itu tidak mencocokkan secara logika bersama-sama. Lain, barangkali lebih kritik tajam dari pekerjaannya Kolb adalah itu model ELTnya hanya satu coba untuk menjelaskan bermanfaat bagi bermasyarakat dari Belajarnya Corak Mode Inventarisir dan dengan demikian mungkin sebenarnya menjadi satu sumur memperoleh cara pemasaran (Miettinen, 2000). Juga, ini diyakini bahwa menggunakan secara bertahap ELT mempelajari model tersisa terpisah dan tidak menghubungkan untuk satu sama lain pada setiap etika (Miettinen, 2000).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Bagaimanapun, kelemahan yang paling terukur dari ELT dan ELT mempelajari model adalah perbedaan luas di antara ini dan ide yang didirikan oleh John Dewey, siapa kepercayaan sebagian besar ditujukan ke penetapan dari ELT. Dewey meyakini yang bukan pengalaman pemantul menegaskan dari adat kebiasaan adalah bentuk dominan dari pengalaman dan itu pengalaman pemantul hanyalah terjadi ketika di situ adalah kontradiksi dari pengalaman kebiasaan. Cuma, pada satu kelemahan pembelalak dari ELT, Kolb cukup tidak mendiskusikan peran dari bukan pengalaman pemantul pada proses terpelajar (Miettinen, 2000). Sebagai tambahan, Dewey meyakini observasi itu dari hakikat dan sifat alami adalah titik awal dari pengetahuan didapatnya. Kolb, bagaimanapun, yakini bahwa pengalaman adalah titik awal dari pengetahuan didapatnya dan mengabaikan observasi mengaitkan hakikat hubungan dari pelajar, kelemahan ribut yang lain (Miettinen, 2000). Satu kelemahan akhir pada ELT bahwa diperhatikan adalah kekurangannya dari bahasan mengenai aspek sosial dari pengalaman. ELT mempelajari model memfokuskan pada belajar memproses untuk pelajar tunggal dan tidak berhasil untuk menyebutkan bagaimana cocok perorangan ke dalam satu kelompok sosial selama proses ini dan apa peran group ini mungkin bermain. Juga, di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; adalah tidak ada bahasan pada bagaimana satu kelompok sosial mungkin memperoleh pengetahuan melalui satu pengalaman umum.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5.25pt 0in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;"&gt;Kekuatan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5.25pt 0in;"&gt;&lt;span style=""&gt;Dengan sepenuh dari kritik dari Experiential Mempelajari Teori, ini mungkin terlalu mudah untuk melewatkan bintang jasanya pada bidang dari pendidikan orang dewasa. Masing-masing dewasa punya / setelan uniknya sendiri dari pengalaman dan setelan dari kemampuan belajar yang dia / dia merasakan nyaman memanfaatkan. Teorinya Kolb bertanggungjawab fakta ini dan memperlihatkan bagaimana pelajar dapat memanfaatkannya / kekuatan pengalaman dan belajarnya pada proses untuk membangun pengetahuan. Kolb juga lakukan satu pekerjaan baik dari integrasi kedua-duanya kesatuan cara dialektika ke dalam model untuk menciptakan satu belajar lengkap mendaur kemana belajar seluruh proses dapat dilacak. Sebagai tambahan, Kolb lakukan satu pekerjaan hebat untuk memperlihatkan bagaimana pelajar dapat efektif memanfaatkannya / kekuatan belajarnya, sementara pada waktu yang sama keterampilan penggunaan yang bekum berkembang untuk melengkapi siklus belajar.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Bagaimanapun, sehubungan dengan kelemahan dari model ELT seperti diciptakan oleh Kolb, ini perlu untuk membangun model lain, liputi yang kepercayaannya Kolb dan pada waktu yang sama hadapi kelemahan yang ditemukan. Di bawah adalah satu penyajian dari satu model itu dapat dipergunakan untuk penggunaan ini. Ide di belakang model ini adalah untuk meliputi observasi dari hubungan subyek sendirinya pelajar hakikat sebagai satu titik awal untuk pengalaman. Kemudian, satu pengalaman ganggu terjadi, tantang yang pola kebiasaan dari pelajar. Satu kali pengalaman telah dihadapi pelajar memasuki satu langkah barang inventaris emosi dimana mereka menjadi sadar dari emosi mereka di reaksi ke pengalaman. Emosi ini kemudian permainan satu peran pada langkah berikutnya, yaitu satu langkah dengan observasi pemantul serupa dengan itu diringkas oleh Kolb pada modelnya. Setelah langkah ini, pelajar memasuki satu langkah dari conceptualization dan hipotesis pembentukan dimana mereka mencoba ke potongan keterangan yang mengumpulkan sampai sekarang mengaitkan pengalaman ke dalam gumpal logis. Satu kali ini terjadi, pelajar mengalamatkan pengalaman di beberapa cara. Ini mungkin meliputi percobaan aktif untuk menguji satu hipotesis. Atau, ini juga boleh termasuk order lebih tinggi merencanakan yang memerlukan lebih lagi pengujian mendalam dari pengalaman. Langkah ini dapat pimpin ke dua jenis berbeda pengalaman, diharapkan dan ganggu, kedua-dua yang memimpin ke pengulangan dari belajar berulang. Pengalaman idaman meliputi yang dapat diramalkan oleh konsep dan hipotesis yang didirikan pada belajar berulang. Pengalaman ganggu, pada sisi lain, liputi itu konflik itu dengan konsep yang dirumuskan pada experiential berjalan. Ini siap jelas pada model itu experiential mempelajari siklus dapat terjadi secara individu atau pada satu kelompok sosial.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;&lt;a href="http://projects.coe.uga.edu/epltt/index.php?title=Image:Experiential_2.jpg" title="Figure 2. The graphic above depicts the revised experiential learning cycle. It includes the encompassing circle of the environment as well as cycle of events in the learning process that can occur individually or in a group. The different elements are ex"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1026" type="#_x0000_t75" alt="Figure 2. The graphic above depicts the revised experiential learning cycle. It includes the encompassing circle of the environment as well as cycle of events in the learning process that can occur individually or in a group. The different elements are explained below in the order that they appear on the cycle." title="&amp;quot;Figure 2. The graphic above depicts the revised experiential learning cycle. It includes the encompassing circle of the environment as well as cycle of events in the learning process that can occur individually or in a group. The different elements are explained below in the order that they appear on the cycle.&amp;quot;" style="'width:6in;height:306pt'" button="t"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\0700323\LOCALS~1\Temp\msohtml1\04\clip_image003.jpg" href="../../Local%20Settings/Temp/Rar$EX00.947/educational%20technology_files/Experiential_2.jpg"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/0700323/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/04/clip_image003.jpg" alt="Figure 2. The graphic above depicts the revised experiential learning cycle. It includes the encompassing circle of the environment as well as cycle of events in the learning process that can occur individually or in a group. The different elements are explained below in the order that they appear on the cycle." shapes="_x0000_i1026" border="0" height="408" width="576" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Figur 2. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Grafis di atas melukiskan siklus diperbaiki belajar experiential. Ini meliputi bulatan peliput dari lingkungan seperti halnya siklus dari peristiwa pada belajar memproses itu dapat terjadi secara individu atau pada sekelompok. Unsur berbeda dijelaskan di bawah pada order yang mereka tampak pada siklus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5.25pt 0in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;"&gt;Dilaksanakan secara individu &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;stimuli hubungan: Observasi sekitar perorangan lingkungan sekitar dan sifat alami yang dibuat oleh perorangan, seperti halnya lebih pertimbangan secara cenderung dan sementara sekitar hal-hal tidak terlalu melihat kecuali yang dengan pasti dirasakan. Ini kemungkinan bahwa individu dapat mempelajari dari aktivitas ini dan tidak memasuki siklus yang dilukiskan di bawah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5.25pt 0in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;"&gt;Dapat terjadi secara individu atau pada satu kelompok sosial &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5.25pt 0in 5.25pt 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Pengalaman ganggu: Alami yang adalah satu gangguan dari etika kebiasaan dimana perorangan mengalami hal-hal. Ini adalah berbeda dengan satu bukan pengalaman pemantul menegaskan dari adat kebiasaan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5.25pt 0in 5.25pt 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Barang Inventaris emosi: Barang inventaris dari emosi yang diciptakan oleh pengalaman ganggu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5.25pt 0in 5.25pt 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Observasi pemantul: Observasi mengaitkan pengalaman dan pemantulan pada saat lantaran termasuk peristiwa, akibat kemungkinan, dsb. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5.25pt 0in 5.25pt 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Conceptualization / Mengadakan Hipotesa: Proses selanjutnya dari pengalaman; ciptakan konsep untuk menjelaskan pengalaman dan konstruksi dengan hipotesis bersifat menjelaskan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5.25pt 0in 5.25pt 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Pengalamatan: Konsep dan hipotesis yang telah dibangun dirumuskan dan pengalaman dialamatkan di beberapa cara. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; satu coba untuk meramalkan pengalaman perdagangan berjangka. Ini mungkin melibatkan perencanaan, percobaan aktif, atau test berhati-hati.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5.25pt 0in;"&gt;&lt;span style=""&gt;Bulatan peliput dari lingkungan melukiskan bagaimana semua aktivitas mengambil tempat dalam konteks satu lingkungan tertentu dan terpengaruh bagaimanapun juga oleh lingkungan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Experiential Mempelajari Teori menguraikan secara singkat etika dimana pelajar memperoleh pengetahuan dan pemahaman melalui pengalaman. Meskipun demikian beberapa mungkin mendebat yang melangkah hadir di experiential mempelajari, ada tidak ada bahas tentang berharga dari pengalaman di belajar. Melalui pengalaman, pelajar mampu untuk konsep firsthand satu rasa pemahaman dari peristiwa melanjutkan di sekitar mereka. Pendidik telah berawal kendalikan kekuatan dari pengalaman di kursus luar negeri pembahasan, pembahasan bidang, permainan peran, dan banyak intervensi berbasis-komputer. Masa depan dapat membawakan lebih lagi aplikasi dari teori ini, satu kemungkinan seperti rangsang untuk pelajar sebanyak ini adalah facilitator.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5334378065360159907-525728688452077097?l=neozonk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://neozonk.blogspot.com/feeds/525728688452077097/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5334378065360159907&amp;postID=525728688452077097' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/525728688452077097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/525728688452077097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://neozonk.blogspot.com/2007/11/experiental-learning-tugas-melelahkan.html' title='Experiental learning (tugas melelahkan)'/><author><name>Azhie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18241605680782021681</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://bp2.blogger.com/_7xIkhssu--I/R7KH_KQG5eI/AAAAAAAAAAc/krOPV_bUCOg/S220/IMG_0480.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5334378065360159907.post-1807625499297724005</id><published>2007-11-29T06:01:00.000-08:00</published><updated>2007-11-29T06:03:09.653-08:00</updated><title type='text'>Rangkuman Buku Media Pembelajaran</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;KARAKTERISTIK BUKU&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Judul Buku&lt;span style=""&gt;             &lt;/span&gt;: Optimalisasi Media Pembelajaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pengarang&lt;span style=""&gt;                          &lt;/span&gt;: Robertus Angkowo dan A. Kosasih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Penerbit&lt;span style=""&gt;                              &lt;/span&gt;: PT. Grasindo&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Jumlah Halaman&lt;span style=""&gt;                  &lt;/span&gt;: 70 Halaman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Panjang Buku&lt;span style=""&gt;                     &lt;/span&gt;: 21 cm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                                                        &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Lebar Buku&lt;span style=""&gt;                        &lt;/span&gt;: 14.85 cm&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;MEDIA PEMBELAJARAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pengertian Media&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kata media berasal dari bahasa Latin &lt;i style=""&gt;Medius &lt;/i&gt;yang secara harfiah berarti tengah, perantara, atau pengantar. Tetapi secara lebih khusus, pengertian media dalam proses pembelajaran diartikan sebagai alat-alat grafis, fotografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal. Media juga dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk menyalurkan pesan, merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa, sehingga dapat terdorong terlibat dalam proses pembelajaran. Gagne mengartikan media sebagai berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar. Heinich, Molenda, Russel (1996:8) menyatakan bahwa : &lt;i style=""&gt;“A medium (plural media) is a channel of communication, example include film, television, diagram, printed materials, computers, and instructors&lt;/i&gt;. (Media adalah saluran komunikasi termasuk film, televisi, diagram, materi tercetak, komputer, dan instruktur). AECT (Assosiation of Education and Communication Technology, 1977), memberikan batasan media sebagai segala bentuk saluran yang dipergunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi. NEA (National Education Assosiation) memberikan batasan media sebagai bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak, audio visual, serta peralatanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dari berbagai batsan di atas dapat dirumuskan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk meyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, dapat membangkitkan semangat, perhatian, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses pembelajaran pada diri siswa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Ciri-Ciri Media Pembelajaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Ciri-ciri khusus media pembelajaran berbeda menurut tujuan dan pengelompokanya. Ciri-ciri media dapat di lihat menurut kemampuanya membangkitkan rangsangan pada indera penglihatan, pendengaran, perabaan, penciuman, dan pengecapan. Maka ciri-ciri umum media pembelajaran adalah bahwa media itu dapat diraba, dilihat, didengar, dan diamati melalui panca indera. Di samping itu ciri-ciri media juga dapat dilihat menurut harganya, lingkup sasaranya, dan kontrol oleh pemakai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Tiap-tiap media mempunyai karakteristik yang perlu dipahami oleh pemakainya. Dalam memilih media, orang perlu memperhatikan tiga hal, yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kejelasan      maksud dan tujuan pemelihian tersebut&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sifat dan      ciri-ciri media yang akan dipilih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Adanya      sejumlah media yang dapat dibandingkan karena pemilihan media pada      dasarnya adalah proses pengambilan keputusan akan adanya      alternatif-alternatif pemecahan yang dituntut oleh tujuan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Jenis-Jenis Media Pembelajaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Menurut Heinich, Molenda, Russel (1996:8) jenis media yang lazim dipergunakan dalam pembelajaran antara lain : media nonproyeksi, media proyeksi, media audio, media gerak, media komputer, komputer multimedia, hipermedia, dan media jarak jauh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Jenis media dalam pembelajaran adalah :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Media      grafis seperti gambar, foto, grafik, bagan, diagram, kartun, poster, dan      komik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Media tiga      dimensi yaitu media dalam bentuk model padat, model penampang, model      susun, model kerja, dan diorama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Media      proyeksi seperti slide, film stips, film, dan OHP&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Lingkungan      sebagai media pembelajaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Untuk menggunakan media sesuai dengan materi pelajaran perlu dikatahui terlebih dahulu jenis-jenis media yang ada. Ada juga yang memisahkan jenis media sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Media grafis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Termasuk didalamnya media visual, yakni pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi visual.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Media audio&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Media jenis ini berkaitan dengan indera pendengaran. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam lambang-lambnag auditif, baik verbal maupun non verbal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Media proyeksi diam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Media jenis ini mempunyai persamaan dengan media grafis, dalam arti menyajikan rangsangan-rangsangan visual. Perbedaannya, media grafis dapat secara langsung berinteraksi dengan pesan media yang bersangkutan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Media pembelajaran adalah suatu cara, alat, atau proses yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari sumber pesan kepada penerima pesan yang berlangsung dalam proses pendidikan. Ramiszowski mengungkapkan “media” &lt;i style=""&gt;as the carriers on messages, from some transmitting source&lt;/i&gt; &lt;i style=""&gt;which may be a human being or inanimate object), to the receiver of the message (which in our case is the learner). &lt;/i&gt;Penggunaan media dalam pembeljaran atau disebut juga pembelajaran bermedia dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Menurut wilkinson, ada beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam memilih media pembelajaran, yakni&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Tujuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Media yang dipilih hendaknya menunjang tujuan pembelajaran yang dirumuskan. Tujuan yang dirumuskan ini adalah kriteria yang paling cocok, sedangkan tujuan pembelajaran yang lain merupakan kelengkapan dari kriteria utama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="2" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Ketepatgunaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Jika materi yang akan dipelajari adalah bagian-bagian yang penting dari benda, maka gambar seperti bagan dan slide dapat digunakan. Apabila yang dipelajarai adalah aspek-aspek yang menyakut gerak, maka media film atau video akan lebih tepat. Wilkinson menyatakan bahwa penggunaan bahan-bahan yang bervariasi menghasilkan dan meningkatkan pencapain akademik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="3" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Keadaan      siswa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Media akan efektif digunakan apabila tidak tergantung dari beda interindividual antara siswa. Msialnya kalau siswa tergolong tipe auditif/visual maka siswa yang tergolong auditif dapat belajar dengan media visual dari siswa yang tergolong visual dapat juga belajar dengan menggunakan media auditif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="4" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Ketersediaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Walaupun suatu media dinilai sangat tepat untuk mencapai tuuan pembelajaran, media tersebut tidak dapat digunakan jika tidak tersedia. Menurut wilkinson, media merupakan alat mengajar dan belajar, peralatan tersebut harus tersedia ketika dibutuhkan untuk memenuhi keperluan siswa dan guru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="5" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Biaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh dan menggunakan media, hendaknya benar-benar seimbang dengan hasil-hasil yang akan dicapai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Menurut Canei, R. Springfield, dan Clark., C. (1998 : 62) dasar pemilihan alat bantu visual adalah memilih alat bantu yang sesuai dengan kematangan, minat dan kemampuan kelompok, memilih alat bantu secara tepat untuk kegiatan pembelajaran, mempertahankan keseimbangan dalam jenis alat bantu yang dipilih, menghindari alat bantu yang berelebihan, serta mempertanyakan apakah alat bantu tersebut diperlukan dan dapat mempercepat pembelajaran atau tidak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kelebihan, Kelemahan, dan Pemanfaatan Media Berteknologi Modern&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Audiotape&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kelebihan-kelebihan Audiotape&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Baik untuk siswa yang sedang belajar mendengar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;pengisi waktu saat menunggu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;mendengar sambil melakukan mobilitas (kegiatan lain)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;merupakan alternatif bagi yang tidak senang membaca atau yang mempunyai kesulitan membaca&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;pendengar dapat me-review-nya sambil menunggu atau melakukan atau melakukan kegiatan lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kelemahan Audiotape&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kaset buku ini kaku (kurang fleksibel), sebab harus tergantung dengan komponen lain yaitu adanya tape dan alira listrik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;tidak memungkinkan melakukan penjelajahan terhadap isi buku terlebih dahulu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;bila ingin menvermati kembali isi buku, harus me-review-nya kembali sampai menemukan yang dimaksdukan, baru kemudian memutarnya kembali&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;hal-hal penting tidak bisa digarisbawahi atau diberi tanda khusus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;tidak ada grafik, diagram, atau gambar sebagai bahan klarifikasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Optimalisasi Audiotape&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Matikan tape dan ulangi hal-hal yang perlu dihafalkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;buatlah catatan selama atau setelah selesai mendengarkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;dengarkan hal-hal oenting atau hal-hal yang sulit beberapa kali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;kalau ada buku manualnya, lihat dan cermatilah terlebih dahulu sebelum mendengarkan kaset.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="2" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Video dan Videotape&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kelebihan Videotape&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;baik untuk semua yang sedang belajar mendengar dan melihat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;bisa menampilkan gambar, grafik atau diagram&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;bisa dipergunakan di rumah, di luar kelas maupun dalam perjalanan dalam kendaraan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;bisa diperlambat dan diulang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;dapat dipergunakan tidak hanya untuk satu orang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;dapat dipergunakan untuk memberikan umpan balik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kelemahan Videotape&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sering dianggap sebagai hiburan TV&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;kegiatan melihat videotape adalah kegiatan pasif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;menggunakan video berarti memerlukan dua unit alat, yaitu videotape dan monitor TV&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;dibandingkan dengan kaset recorder, harganya relatif lebih mahal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;pemirsa tidak bisa melihat secara cepat bagian-bagian yang sudah tayangan yang sudah terlewatkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Optimalisasi Videotape&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kualitas videotape sangat variatif, pilihlah yang menghasilkan gambar dan suara yang jelas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Jengan mempergunakan waktu dengan melihat video yang tidak sesuai dengan yang diinginkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Anggaplah melihat video seperti dalam proses pembelajaran di kelas dengan membuat catatan, menjawab pertanyaan-pertanyaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Terlibat secara aktif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Lengkapilah dengan buku petunjuk dan buku-buku latihan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Cermatilah semua buku yang menyertai videotape&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Janganlah menjadi penonton yang pasif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;8.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Beristirahatlah ketika anda mulai kehilangan konsentrasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;9.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Jangan ragu-ragu bertanya kepada guru atau instruktur, apabila ada sesuatu yang kurang jelas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;3. Computer Based Training (CBT)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kelebihan Computer Based Training (CBT)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Tampilanya bisa menghasilkan kombinasi antara tulisan (teks), suara (audio), gambar (video), serta animasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dapat mengakses informasi secara instan dari manapun yang dicakup dari compact dist tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Menghasilkan gambar yang lebih jelas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Program dan sistem computer based training (CBT) yang lebih canggih lebih memungkinkan pembelajaran mengakses lebih banyak, bukan hanya satu macam pilihan seperti pada audiotape atau videotape;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Menyediakan fasilitas akses informasi yang lebih banyak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dapat disesuaikan dengan motivasi, kemampuan dan kecepatan pembelajaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sebagai guru yang sabar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;8.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Mengurangi kekhawatiran pembelajaran jika kurang paham.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kelemahan Computer Based Training (CBT)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kelemahan mendasar dari penggunaan program ini adalah tidak adanya iteraksi antarmanusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Memerlukan biaya mahal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Optimalisasi Computer Based Training (CBT)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kemahiran mengopersikan peralatan komputer merupakan syarat utama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Bila ingin mengoperasikan, perhatikan terlebih dahulu mekanismenya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;4. Pelatihan Berbasis Web&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kelebihan Web Based Training (WBT)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Mengkombinasikan kelebihan video, kecepatan komputer, dan akses internet&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Mekanisme kerja program ini mampu menyesuaikan dengan semua gaya belajar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Memungkinkan bagi pembelajar untuk aktif berpartisipasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Memungkinkan akses ke materi/subyek yang diinginkan bagi banyak sekali pembelajar di tempat yang berbeda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pembelajar dapat berhubungan dengan guru/instruktur, demikian sebaliknya dimanapun mereka berada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kelemahan Web Based Training (WBT)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Tidak terjadi temu muka antara guru/instruktur dengan pembelajar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Perlu biaya mahal untuk melengkapi peralatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Optimalisasi Web Based Training (WBT)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kemahiran pembelajar mengoperasikan komputer merupakan syarat utama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Web Based Training (WBT) &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;akan memberikan hasil yang optimal apabila dikombinasikan dengan buku, video dan diskusi-diskusi di kelas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;5. Internet&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kelebihan Internet&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Memungkinkan akses informasi ke banyak nara sumber.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Hampir semua tema dapat diperoleh dari Net.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Bisa menjelajah dunia dari rumah, sekolah, kampus, kantor dan perusahaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Adanya fasilitas untuk berinteraksi dengan orang lain dari seluruh penjuru dunia yang tertarik pada tema yang sama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Merupakan komunikasi dua arah, tanya jawab, mengobrol, membuat web&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sendiri, mengirim berita ke mana saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kelemahan Internet &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Biayanya mahal, karena untuk mengoperasikannya membutuhkan kelengkapan seperti komputer, modern ISP (&lt;i style=""&gt;Internet Service Provider), &lt;/i&gt;dan saluran telepon. Namun demikian kalau kita tidak memiliki perangkat tersebut kita bisa datang ke perpustakaan-perpustakaan atau ke tempat penyewaan internet;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Diperlukan kemampuan mengoperasikan komputer, juga kemampuan memilih dari sejumlah pilihan yang semuanya kelihatan menarik bagi kita;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dibutuhkan ketelitian terhadap informasi yang ada, periksa kebenarannya, sebab tidak semua informasi selalu benar atau baik untuk kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Operasikan Internet&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sebaiknya kita tetapkan dulu hal-hal yang ingin kita cari, sebelum kita mengoperasikan internet, kecuali kalau memang mempunyai waktu untuk untuk mengadakan penjelajahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Untuk penggemar/pengguna internet pemula, agar mendapatkan pengalaman awal, lakukanlah penjelajahan terhadap sesuatu yang bersifat hiburan atau yang menarik motivasi agar semakin mencintai internet.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Bertanyalah terlebih dahulu kepada instruktur sebelum mulai membaca, agar tidak terjadi kekeliruan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Belilah buku tentang hal tersebut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Komentar Buku&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Buku Optimalisasi Media Pembelajaran yang dikarang oleg R,Ankowo&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan A. Kosasih ini berisi tentang, pengertian media pembelajaran, jenis – jenis media pembelajaran dan kegunaan-kegunaannya serta kelebihan dan kekurangan dari tiap-tiap jenis media, menurut saya isi dari buku ini cukup lengkap dan disajikan dengan bahasa yang mudah dimengerti sehingga pemahaman terhadap buku pun dapat dengan mudah dilakukan. Buku ini cocok sabagai acuan untuk orang yang akan menggunakan media sebagai pembelajaran terutama untuk guru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5334378065360159907-1807625499297724005?l=neozonk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://neozonk.blogspot.com/feeds/1807625499297724005/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5334378065360159907&amp;postID=1807625499297724005' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/1807625499297724005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/1807625499297724005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://neozonk.blogspot.com/2007/11/rangkuman-buku-media-pembelajaran.html' title='Rangkuman Buku Media Pembelajaran'/><author><name>Azhie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18241605680782021681</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://bp2.blogger.com/_7xIkhssu--I/R7KH_KQG5eI/AAAAAAAAAAc/krOPV_bUCOg/S220/IMG_0480.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5334378065360159907.post-9117346183071480514</id><published>2007-11-29T05:59:00.000-08:00</published><updated>2007-11-29T06:01:25.386-08:00</updated><title type='text'>Social Cognitive Theory (tugas yang menjenuhkan)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;As media theorists moved away from the strong effect models of the magic bullet injecting its content into the undifferentiated mass audience and toward limited effect models, many scholars relied on psychological theories that distinguished between S-R models and S-O-R models. In other word, theorists began to ask about what human qualities-in particular, what psychological&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;qualities- came between the stimulus pf the media message and the audience’s response. One of the most obvious conceptualization for this role of the organism (i.e., the “O”) is to see people as learners whose cognitions could make a difference in the acquisition of new attitudes and behaviors. Thus, turning to learning theories made a great deal of sense in the middle of the 20&lt;sup&gt;th&lt;/sup&gt; century.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;Early psychologists in the behaviorist mode (e.g., john B. Watson and B. F. Skinner) were concerned with the extent to which human action is a conditioned response to external stimuli. This behaviorist point of view represented by processes labeled as operant conditioning- is an S-R model that suggest that human learn by being rewarded (e.g., receiving positive reinforcement) or punished (e.g., receiving negative reinforcement) when they respond to a particular stimulus. For example, imagine that a child bites her nails. Her parents might paint her nails with bitter nail polish so that she will receive negative reinforcement every time she tries to bite them. Or a parent might promise a reward like a new toy if the nails are grown to a particular length. By directly rewarding and punishing behavior, the parents are hoping the child will learn the preferred behavior.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;However, operant conditioning is an inefficient way to learn things. Imagine, for instance, that we had to learn about the danger of encountering fire only through direct reward and punishment when confronted with this stimulus: the hospital would be full of burn victims! It simply doesn’t make sense to presume that everyone has to learn everything through direct experience. Thus, it seems obvious that humans learn in other ways, and one of the most important alternative routes to learning is through watching others who are demonstrating behaviors (and perhaps being rewarded or punished for those behaviors) and imitating those behaviors. As Bandura (1977b) argues.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;i style=""&gt;Observational learning is vital for both development and survival. Because mistakes can produce costly, or event fatal, consequences, the prospects for survival would be slim indeed if one could learn only by suffering the consequences of trial and error. For this reason, one does not teach children to swim, adolescents to drive automobiles, and novice medical students to perform surgery by having them discover the appropriate behavior through the consequences of their successes and failures. The more costly and hazardous the possible mistake, the heavier is the reliance on observational learning from competent examples.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;The concept of learning through observation and imitation was first proposed in the psychological literature by N. E. Miller and Dollard (1941). These researches posited that if humans were motivated to learn a particular behavior, they would be able to learn by observing models and then being positively reinforced by imitating those models. These ideas were the first version of social learning theory.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;Since these early ideas were proposed about the role of imitation in the acquisition of behavior, theoretical thinking about social learning has developed. The leader in the development of social learning theory (relabeled in the 1970s and 1980s as social cognitive theory) has been Albert Bandura. Bandura’s first key ideas in the area (Bandura, 1962) further developed Miller and Dollard’s earlier ideas about imitative learning. In more recent publications, Bandura has elaborated on the process of social learning and on cognitive and behavioral factors that influence the learning process. In the next few sections, we outline some of the key components of social cognitive theory and then discuss how it has been instrumental in studying the effects of mass media presentations on individuals in the audience.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Key concept in Social Cognitive Theory&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;As should already be clear, the key concept in social cognitive theory is the notion of observational learning. When there are models in an individual’s environment-perhaps friend or family members in the interpersonal environment, people from public life, or figures in the news or entertainment media-then learning can occur through the observation of these models. Sometimes the behavior can be acquired simply through the modeling process. Modeling or imitation, is “the direct, mechanical reproduction of behavior” (Baran &amp;amp; davis, 200, p. 184). As baranowski, perry, and parcel (1997) point out, “this process accounts for family members” often having common behavioral patterns”(p. 160). Modeling processes can also be seen with regard to media sources. That is, you might learn a new trick for rolling out pie dough simply by watching a cooking show on television. But there are times when simple modeling is not enough to influence or change behavior. In these cases, social cognitive theorsts turn to the basic operant conditioning concepts of rewrds and punishment but place those concepts in a social learning context.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;Baranowski et al. (1997) state that “reinforcement is the primary construct in the operant learning” (p. 161). Reinforcement processes are also central to social learning processes. In social cognitive theory, reinforcement works through the processes of inhibitory effects and disinhibitory effects. An inhibitory effect occurs when an individual sees a model being punished for a particular behavior. Observing the punishment will decrease the likelihood of the observer performing that same behavior. For example, social cognitive theory would predict that when we observe criminals on television being incarcerated for their misdeeds, we will be less likely to engage in crime. In contrast, a disinhibitory effect occurs when an individual sees a model being rewarded for a particular behavior. In this situation, the observer will be more likely to perform the behavior. In this situation, the observer will be more likely to perform the behavior. For example, if a character on a situation comedy is rewarded for deceptive behavior, social cognitive theory would predict that the observer will be more likely to angage in similar behavior.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;The effects posited here depend not on actual rewards and punishments but instead on vicarious reinforcement. According to bandura (1986), vicarious reinforcement works because of the concepts of outcome expectations and outcome expectancies. Outcome expectations suggest that when we see models being rewarded and punished, we come to expect the same outcomes if we perform the same behavior. As baranowski et al. (1997) state, “people develop expectations about a situation and expectations for outcomes of their behavior before they actually encounter the situation” (p. 162). Furthermore, individuals attach value to these expectations in the form of outcome expectancies. These expectancies consider the extent to which any particular reinforcement observed is seen as a reward or a punishment. This highlights the notion that different things are rewarding to different people and that value of the reward to the particular individual will influence the extent to which social learning will occur.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;This is basic process of learning posited in social cognitive theory. However, several other concepts posited in the theory however, several other concepts posited in the theory will influence the extent to which social learning takes place. For example, if an individual feels a strong psychological connection to a model, social learning is more likely to occur. According to White (1972), identifications “spring from waiting to be and trying to be like the model with respect to some broader quality”. That is, if a child wants to be like a favorite sports hero, he might imitate that sports hero in terms of clothing and food choices.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;Social cognitive theory also considers the importance of an observer’s ability to perform a particular behavior and the confidence the individual has in performing the behavior. This confidence is known as self efficacy (Bandura, 1977a), and its seen as a critical prerequisite to behavioral change. Think back again to our example of learning a new way to roll out pie dough from a cooking show on television. Social cognitive theory would argue that learning from the model would not occur if an individual had always bought preformed pie crusts and had always believed that making and rolling out pie dough was an incredibly difficult task best left to professional pastry chefs. It is likely that this individual would not have the necessary level of self-efficacy regarding pie dough to effectively learn form the model in the cooking demonstration.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Social Cognitive Theory and the Communication Media&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;To this point, we have sketched out some of the basic ideas proposed in social cognitive theory from these ideas (and from some of the examples we have presented), the applications of social cognitive theory to research in the mass media should be clear. That is, in today’s society, many of the models that we learn from are those we see, hear, or read about in the mass media. These models might be people who we observe on news and documentary shows. They might be characters we see in dramatic presentations on the big or small screen or read about in books. Or they might be singers or dancers who we hear on the radio and CDs or who we see in music videos. In short, there are a plethora of models in the media who are consistently being rewarded or punished by their behavior, and many media theorists believe that children and adults change their behaviors based on the observation of these models.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;One area in which social cognitive theory has had a strong impact is in the study of media violence. Gunter (1994) reviews the research on children and adults and concludes that there is a great mix of evidence regarding the effects of violent media depictions on the behaviors, attitudes, and cognitions of viewers. Social cognitive theory, most concerned with behavioral effects, would suggest that depictions of violence could lead to either increases or decreases in violent behavior of the model was rewarded or punished. Indeed, early research by Bandura (1962) and Berkowitz (1964) supported this contention. However, recent research has added complexity to this equation, arguing that issues such as preexisting aggressive tendencies, cognitive processing of the media, realism of the media depictions, and even diet can affect the extent to which individuals “learn” violence from the media.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;A second area in which social cognitive theory has had a strong impact is in considerations of health communication. The application of the theory in this area moves us from a consideration of the often unintended consequences of media deciptions to the purposeful development of media campaigns planner interested in changing behaviors regarding the use of sunblock might use social cognitive theory in designing a campaign. That campaign might emphasize an attractive and recognizable model who is rewarded with healthy skin and compliments when using sunblock. This campaign would be expected to encourage the use of sunblock, particularly when accompanied by messages about people’s efficacy regarding the use of sunblock on a regular basis.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Summary&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;Social cognitive theory provides an explanation of how behavior can be shaped through the observation of models in mass media presentations. The effect of modeling is enhanced through the observation of rewards and punishment meted out to the model, by the identification of audience members with the model, and by the extent to which audience members have self-efficacy about the behaviors being modeled. This theory, though based in the field of social psychology, has had strong effects of media violence on adults and children and on the planning of purposeful campaigns for behavior change launched through media sources. In the next section, we turn our attention to a model of media effects that highlights the concept of an active audience, whish is critical in many limited effects model.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5334378065360159907-9117346183071480514?l=neozonk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://neozonk.blogspot.com/feeds/9117346183071480514/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5334378065360159907&amp;postID=9117346183071480514' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/9117346183071480514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/9117346183071480514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://neozonk.blogspot.com/2007/11/social-cognitive-theory-tugas-yang.html' title='Social Cognitive Theory (tugas yang menjenuhkan)'/><author><name>Azhie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18241605680782021681</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://bp2.blogger.com/_7xIkhssu--I/R7KH_KQG5eI/AAAAAAAAAAc/krOPV_bUCOg/S220/IMG_0480.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5334378065360159907.post-116504319804821261</id><published>2007-11-29T05:57:00.000-08:00</published><updated>2007-11-29T05:59:18.370-08:00</updated><title type='text'>Model Bela H.Banathy</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Model pengembangan system pembelajaran ini berorientasi pada tujuan pembelajaran. Langkah-langkah pengembangan system pembelajaran terdiri dari 6 jenis kegiatan. Model desain ini bertitik tolak dari pendekatan system (system approach), yang mencakup keenam komponen (langkah) yang saling berinterelasi dan berinteraksi untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pada langkah terakhir para pengembang diharapkan dapat melakukan perubahan dan perbaikan sehingga tercipta suatu desain yang diinginkan. Model ini tampaknya hanya diperuntukan bagi guru-guru di sekolah, mereka cukup dengan merumuskan tujuan pembelajaran khusus dengan mengacu pada tujuan pembelajaran umum yang telah disiapkan dalam system.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Komponen-komponen tersebut menjadi dan merupakan acuan dalam menetapkan langkah-langkah pengembangan, sebagai berikut :&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Merumuskan tujuan (formulate objectives)&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Mengembangkan tes (develop test)&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Menganalisis tugas belajara (analyzing learning task)&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Mendesain system pembelajaran (design system)&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Melaksanakan kegiatan dan mengetes hasil (implement      and test output)&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Melakukan perubahan untuk perbaikan (change to      improve)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;komponen-komponen/ langkah-langkah pengemabngan tersebut di uraikan lebih lanjut di bawah ini :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Langkah-langkah pengembangan desain&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Pengembangan desain pembelajaran dilakukan melalui 6 langkah pengembangan sebagai berikut :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Langkah 1&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;: Merumuskan tujuan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Pada langkah ini pengembang merumuskan tujuan pembelajaran, yang merupakan pernyataan tentang hal-hal yang diharapkan untuk dikerjakan, diketahui, dirasakan, dan sebagainya oleh peserta didik atau siswa sebagai hasil pengalaman belajarnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Langkah 2&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;: Mengembangkan tes&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Pada langkah ini dikembangkan suatu tes sebagai alat evaluasi, yang digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan belajar, atau ketercapaian tujuan pembelajaran oleh peserta didik/siswa. Penyusunan tes berdasarkan tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan pada langkah sebelumnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Langkah 3&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;: Menganalisis tugas belajar&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Pada langkah ini dirumuskan tugas-tugas yang harus dilakukan oleh peserta didik/siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan, yakni perubahan tingkah laku yang diharapkan. Pada langkah ini, perilaku awal peserta didik/siswa perlu dinilai dan dianalisis. Berdasarkan gambar tentang perilaku awal tersebut dapat dirancang materi pelajaran dan tugas-tugas belajar yang sesuai, sehingga mereka tidak perlu mempelajari hal-hal yang telah diketahui atau telah dikuasai sebelumnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Langkah 4&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;: Mendesain Sistem Pembelajaran&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Pada langkah ini dikembangkan berbagai alternative dan mengidentifikasi kegiatan-kegiatan pembelajaran, baik yang harus dilakukan oleh siswa/peserta didik maupun kegiatan-kegiatan guru/tenaga pengajar. Langkah ini dikembangkan sedemikian rupa yang menjamin agar peserta didik melaksanakan dan menguasai tugas-tugas yang telah dianalisis pada langkah 3. desain system juga meliputi penentuan siswa yang mempunyai potensi paling baik untuk mencapai tujuan pembelajaran, dan oleh karena perlu disediakan alternative kegiatan tertentu yang cocok. Selain dari itu, dalam desain system supaya ditentukan waktu dan tempat melakukan kegiatan-kegiatan pembalajaran.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Langkah 5&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;: Melaksanakan Kegiatan dan mengetes hasil&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;System yang sudah di desain selanjutnya dilaksanakan dalam bentuk uji coba di lapangan (sekolah) dan di tes hasilnya. Hal-hal yang telah dilaksanakan dan dicapai oleh peserta didik merupakan output dari implementasi system, yang harus dinilai supaya dapat diketahui hingga mereka dapat mempertunjukan atau menguasai tingkah laku sebagaimana dirumuskan dalam tujuan pembelajaran&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 81pt; text-align: justify; text-indent: -81pt; line-height: 150%;"&gt;Langkah 6&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;: pada langkah ini ditentukan, bahwa hasil –hasil yang diperoleh dari evaluasi digunakan sebagai umpan balik bagi system keseluruhan dan bagi kompinen-komponen system, yang pada gilirannya menjadi dasar untuk mengadakan perubahan untuk perbaikan system pemabalajaran.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 81pt; text-align: justify; text-indent: -81pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kendatipun 6 komponen tersebut tampaknya sangat sederhana, namun untuk mengembangkan rancangan system pembelajaran model ini memerlukan kemampuan akademik yang cukup tinggi serta pengalaman yang memadai serta wawasan yang luas. Selain dari itu, proses pengemabnagan suatu system menuntut partisipasi pihak-pihak terkait, seperti kepala sekolah, administrator, supervisor dan kelompok guru, sehingga rancangan kurikulum yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan pendidikan di sekolah dan dapat diterapkan dalam system sekolah.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5334378065360159907-116504319804821261?l=neozonk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://neozonk.blogspot.com/feeds/116504319804821261/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5334378065360159907&amp;postID=116504319804821261' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/116504319804821261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/116504319804821261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://neozonk.blogspot.com/2007/11/model-bela-hbanathy.html' title='Model Bela H.Banathy'/><author><name>Azhie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18241605680782021681</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://bp2.blogger.com/_7xIkhssu--I/R7KH_KQG5eI/AAAAAAAAAAc/krOPV_bUCOg/S220/IMG_0480.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5334378065360159907.post-4322285322579908591</id><published>2007-11-29T05:54:00.000-08:00</published><updated>2007-11-29T05:57:17.831-08:00</updated><title type='text'>Sejarah perkembangan definisi Teknologi Pendidikan</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Definisi awal Teknologi Pendidikan dipandang sebagai media&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;Teknologi Pendidikan adalah suatu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;cara yang sistematis dalam mendesain, melaksanakan, dan mengealuasi proses keseluruhan dari belajar dan pembelajaran dalam betuk tujuan pembelajaran yang spesifik, berdasarkan penelitian dalam teori belajar dan komunikasi pada manusia dan menggunakan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kombinasi sumber-sumber belajar dari manusia maupun non manusia untuk membuat pembelajaran lebih efektif.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;Definisi teknologi pendidikan pada awal tahun 1920 dipandang sebagai media. Akar terbentuknya pandangan ini terjadi ketika pertama kali diproduksi media pendidikan pada awal abad dua puluhan. Media ini, sebagai media pembelajaran visual yang berupa film, gambar dan tampilan yang mulai ramai pada tahun 1920. definisi formal pembelajaran visual terfokus pada media yang digunakan untuk menampilkan sebuah pelajaran. Pandangan ini berlanjut sampai 1950.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Tahun 1960 dan 1970 Teknologi Pendidikan diapandang sebagai suatu proses.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;Awal tahun 1950, khususnya selama tahun 1960 dan 1970 sejumlah ahli dalam bidang pendidikan mulai mendiskusiakan teknologi pendidikan dalam suatu yang berbeda. Mereka membahasnya sebagai suatu proses. Contohnya Finn (1960) mengatakan bahwa teknologi pendidikan harus dipandang sebagai suatu cara untuk melihat masalah pendidikan dan mneguji kemungkinan solusi dari masalah tersebut. Sedangkan Lumsdaine (1964) mengatakan bahwa teknologi pendidikan dapat dijadikan aplikasi ilmu pengetahuan pada praktek pendidikan. Pada tahun 1960an dan 1970 banayak definisi teknologi pendidikan yang dipandang sebagai suatu proses.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Definisi 1963&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;Di tahun 1963, definisi teknologi pendidikan digambarkan bukan hanya sebagai sebuah media. Definisi ini (Ey, 1963) menghasilkan dengan suatu komisi pengawas yang dibentuk olep Departemen Pendidikan Audiovisual (sekarang dikenal sebagai Asosiasi Teknologi dan Komunikasi Pendidikan). Hal ini merupakan suatu hal yang berangkat dari pandangan “tradisional” terhadap teknologi pendidikan. Definisi kini lebih memusat pada desain pembelajaran dan penggunaan media sebagai pengendalian proses belajar (p. 38). Lebih dari itu pengertian kini lebih menganali serangkaian langkah-langkah penerapan, perancangan, dan penggunaan. Langkah-langkah ini mencakup perencanaan, produksi, pemilihan, pemanfaatan, dan manajemen. Perubahan disini mencerminkan bahwa, bagaimana lingkungan dan kemajuan zaman dapat mengubah sebuah definisi dan praktek dari teknologi pendidikan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Definisi 1970&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;Definisi selanjutnya merupakan definisi tahun 1970-an yang dikeluarkan oleh Komisi Pengawas Teknologi Pendidikan. Komisi pengawas ini dibentuk dan dibiayai oleh pemerintah Amerika Serikat untuk menguji permasalahan dan manfaat potensial yang berhubungan dengan teknologi pendidikan di sekolah-sekolah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;Teknologi pendidikan adalah suatu cara yang sistematis dalam mendesain, melaksanakan, dan mengevaluasi proses keseluruhan dari belajar dan pembelajaran dalam bentuk tujuan pembelajaran yang spesifik, berdasarkan penelitian dalam teori belajar dan komunikasi pada manusia dan mengunakan kombinasi sumber-sumber belajar dari manusia maupun non manusia untuk membuat pembelajaran lebih efektif.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;Jadi menurut konsep ini tujuan utama teknologi pembelajaran adalah membuat agar suatu pembelajaran lebih efektif. Bagaimana hal itu dilakukan? Dengan cara mendesain, melaksanakan dan mengevaluasi secara sistematis berdasarkan teori komunikasi dan belajar tentunya, serta memanfaatkan segala sumber baik yang bersifat manusia maupun non manusia, dengan demikian, sejak tahun 1970an, sudah ada pandangan bahwa manusia (dalam hal ini guru) bukanlah satu-satunya sumber belajar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Definisi 1977&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;Teknologi Pendidikan adalah proses kompleks yang terintegerasi meliputi orang, prosedur, gagasan, sarana dan organisasi untuk menganalisa masalah dan merancang. Melaksanakan, menilai dan mengelola pemecahan masalah dalam segala aspek belajar manusia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Definisi 1994&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;Teknologi instruksional adalah praktek dalam mendesain, mengembangkan, memanfaatkan, mengelola dan menilai proses-proses maupun sumber-sumber balajar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;Definisi ini lebih operasional dari pada rumusan tahun 1977 yang terlalu rumit, definisi ini menegaskan bahwa adanya lima dominant teknologi pembelajaran, yaitu kawasan desain, kawasan pengemabangan, kawasan pemanfaatan, kawasan pengelolaan, dan kawasan penilaian baik untuk proses maupun sumber belajar, seorang teknolog pembelajaran bias saja memfokuskan bidang garapannya dalam salah satu kawasan tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Definisi baru : menyatakan peran media, desain pembelajaran sistematis, dan pendayagunaan teknologi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;Bidang teknologi dan desain pembelajaran mencakup analisis pembelajaran dan pencapaian masalah serta rancangan, pengembangan, pemanfaatan, evaluasi, manajemen, pembeljaaran, proses non pembelajaran untuk meningkatkan pencapaian pelajaran dalam berbagai peraturan, bidang pendidikan dan tempat kerja.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; ahli bidang desain pembelajaran dan teknologi sering menggunakan prosedur desain pembelajaran yang sistematis dari berbagai media pembelajaran untuk menyelesaikan tujuan mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;Definisi ini menggaris bawahi dua praktek yaitu penggunaan media untuk tujuan pendidikan dan penggunaan prosedur desain pembelajaran yang sistematis.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Mengapa kita menyebutnya desain pembelajaran dan teknologi ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;Definisi berbeda dari yang sebelumnya. Lebih mengacu pada bidang desain pembelajaran dan teknologi dibandingkan dengan teknologi pembeljaaran. Mengapa kebanyakan individu menggambarkan istilah teknologi pembelajaran dengan komputer, video, OHP, dan segala jenis hardware dan software lainnya yang berhubungan dengan media pembelajaran. Dengan kata lain banyak individu yang menyamakan teknologi pembelajaran dengan desain pembelajaran. Praktek desain pembelajaran sudah meletus sehingga banyak digunakan oleh individu yang menyebut diri mereka perancang pembelajaran.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5334378065360159907-4322285322579908591?l=neozonk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://neozonk.blogspot.com/feeds/4322285322579908591/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5334378065360159907&amp;postID=4322285322579908591' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/4322285322579908591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/4322285322579908591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://neozonk.blogspot.com/2007/11/sejarah-perkembangan-definisi-teknologi.html' title='Sejarah perkembangan definisi Teknologi Pendidikan'/><author><name>Azhie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18241605680782021681</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://bp2.blogger.com/_7xIkhssu--I/R7KH_KQG5eI/AAAAAAAAAAc/krOPV_bUCOg/S220/IMG_0480.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5334378065360159907.post-2287177039975667019</id><published>2007-09-25T20:57:00.001-07:00</published><updated>2007-09-25T20:57:27.832-07:00</updated><title type='text'>Bobol Password bios=cmos cabut</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Maaf kalau ada yang baca artikel ini trus dah tau atau dah expert di bidang komputer saya saranin langung close aja browser anda, daripada buang2 waktu ngebaca artikel garing ini. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Saya akan memberikan sedikit ilmu saja di bidang komputer,,,trik ini sudah saya coba di komputer sekolah dan hasilnya sukses,,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Begini menurut saya Cmos itu adalah tempat penyimpanan data settingan bios &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dan cmos itu butuh power untuk bisa tetap menympan data setingan itu ketika komputer mati dan nama power itu adalah battery bulat yang sering digunakan untuk calculator atau yang sejenis lainnya,, jadi pada intinya jika bettery tidak ada maka settingan bios pun akan default sesuai dengan yang di setting dari pabrik, dan keadaan ini sama dengan merestart kembali settingan..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Nah setelah ada gambaran saya akan menjelaskan bagaimana caranya untuk membuka password bios.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pertama komputer harus dalam keadaan mati lalu cabut battery bulat yang ada pada mainboard.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Setelah dicabut hidupkan komputer lalu matikan kembali, setelah itu pasang kembali battery nya, lalu hidupkan kembali komputer dan masuk ke bios, dan selamat anda telah berhasil membbol password bios… &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5334378065360159907-2287177039975667019?l=neozonk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://neozonk.blogspot.com/feeds/2287177039975667019/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5334378065360159907&amp;postID=2287177039975667019' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/2287177039975667019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/2287177039975667019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://neozonk.blogspot.com/2007/09/bobol-password-bioscmos-cabut.html' title='Bobol Password bios=cmos cabut'/><author><name>Azhie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18241605680782021681</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://bp2.blogger.com/_7xIkhssu--I/R7KH_KQG5eI/AAAAAAAAAAc/krOPV_bUCOg/S220/IMG_0480.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5334378065360159907.post-3156968214264955688</id><published>2007-09-25T20:56:00.002-07:00</published><updated>2007-09-25T20:57:05.542-07:00</updated><title type='text'>Kurang sensitive atau terlalu perpectsionis</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Maaf jika ada orang yang sedang membuka blog saya ini..saya anjurkan buat pindah address web aja lah..curahan saya tidak untuk dipublikasikan tapi kalau ada yang mau baca silahkan aja, siapa tau bisa dibuat referensi.hehehe..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Masalah cewek nihh,, kalau di pikir-pikir sejak smp silam saya udah lakuin tapi pada waktu itu apa yang mau di ambil??&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tapi sekarang ini saya berfikir lagi dan saya masih bingung apa saya ini kurang sensitive atau terlalau perpectsionis dalam memilih calon pendamping saya, heran banget, memang saya selalu memilih kesempurnaan atau criteria dalam hal memilih dalam hal cewek tentunya, dan itulah yang selalu membawa saya kepada yang namanya kekecewaan, dulu waktu kelas 1 sma, saya dekat dengan seorang cewek, pulang bareng, bangku dekatan, di kelas sering curhat, berangkat juga kadang2 bareng, ceweknya cantik, baik, pinter juga, tapi pada waktu itu saya ngak berpikiran untuk menjurus ke hal ……..(alah geer banget), sampai2 saya digosipin sedang pedekatean ama dia saya sih bisaa2 aja&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tapi dia mah nyampe bilang “aji kalo kamu pengen pulang cepetan jangan lama2 disekolah aku panas tau kalo kamu masih disini” (ditranslet ke B.indonesia,,masih inget ji??waduh bener2) kalau saya sesensitif sekarang mungkin cewek tadi sudah saya gimanaiiiiiiin (eitss tong ngeres),,pengalaman saya setelah bisa membaca makna ucapan dan bahasa tubuh saya yakin cewek tadi cemburu sama saya (eleh2 PD pisan),,naik ke kelas dua, mungkin pada waktu itu masa puberitas saya sudah lewat kali ya, saya jadi berfikir koq saya jadi suka ya sama cewek tadi, koq saya jadi sebel ya kalo liat dia sama cowok lain, koq inilah koq itulah? Dan itulah pertama kali saya menderita apa itu yang namanya sakit hati, perih banget euyy, mendingan di tonjok 5 kali daripada sakit hati,,kenapa sakit hati??begini setelah akhir semester 1 di kelas 2 dan satelah lamanya saya memendam rasa suka,,pas hari sabtu waktu mau di bagi rapot saya berpikir untuk menyatakan bahwa saya itu suka sama dia, tapi apa yang saya dapetin,,pas pulang saya sengaja tunggu dia diluar,,koq dia ngak keluar2 ya,,pas saya kembali ke lab pura2nya (kebetulan kelasnya berhadapan ama lab komputer) lho koq dia berduaan ama cowok itu?setelah saya bertanya ke temannya,,eh ternyata saya mendapat jawaban “piraku maneh teu apa ji “…..” geus jadian, geus lila da” itulah jawaban saya dapetin,,udah ah ngak mau dilanjutin lagi.balik lagi waktu saya kelas satu, saya pernah ditembak cewek atau apa namanya lah,,,pertama pas baru masuk setelah MOPD, saya belum kenal dia, orangnya manis, imut, lucu, tapi pendek (hehehe,,tapi cantik),,tiba2 dia ngedeketin saya,, lalu dia bilang “aji kumaha atuh?” mendengar pertanyaan itu saya bengong,, kumaha apanya? Saya jawab gitu, trus dia malah pergi gitu aja, ya saya buhan ngak tau apa2 yang saya anggap saja itu nagin lalu,,trus beberapa lama kemudian temen sebangkunya bilang “aji si “….” Resepen ka kamu, kumaha bade ditampi moal?”lho koq, kata saya, tampi apaan nihh??naon atuh??,, trus setelah itu saya cuek aja ama dia,, tapi dianya pantang menyerah (PD pisan) dia trus ngedeketin saya,,trus selalu bikin semangat saya ketika olahraga dengan selalu meneriaki nama saya “aji…aji…kamu pasti bisa” sempet kesel juga ama dia pada waktu itu, coz malu banget klo di gitu-gituin, tapi klo sekarang mah seneng banget klo ada yang gitu lagi teh (hehehe)..sekarang saya menyesal ngak nyatain kalo saya juga sempet suka ama dia, sekarang dia sudah menemukan belahan hatinya,,kecewa banget coyy, klo dipikir-pikir mah..yang kedua nih,,katanya dulu sekumpulan cewek2 hehereuyan siapa cowok yang paling disukai di kelas ini,,, nah salah satunya ada yang menyebut nama saya,,(itu kataya sih),,nah bermula dari itu dia malah suka benera sama saya (itu juga katanya sih),,,setelah selang beberapa hari setelah hehereyan itu terjadi ,,cewek yang bilang suka sma saya tiba-tiba ngedeketin saya diluar kewajaran (nempel banget kayak perangko),,,trus saya jauhin dia dengan pikiran terheran-heran “kunaon eta jelema teh ngadeketan wae” sampe2 pada suatu hari (mungkin cewek itu sudah ngak sabar ya) dia ngasih surat ke saya lewat temen sebangku saya yang isinya pengakuan hatinya, yang pada waktu itu saya baca di rumah teman, dan saya kaget koq cewek ini berani banget ya? Koq cewek ini nekat banget ya? Perasaan saya pada waktu itu, jijik, sebel, marah, dll, saya juga ngak tau kenapa saya bisa berfikir seperti itu, klo dipikir2 sekarang mah ngapain juga harus berfikir seperti itu ya??setelah besoknya di sekolah dia menanyakan kepastian akan suratnya kemarin lewat temanya dia menanyakan kepastian itu,,”kumaha ji suratna? Ditampi moal” sontak saya berbicara seakan-akan reflex “embung ah, embung teu haying” langsung seketika itu cewek yang suka sama saya (katanya) nangis, tapi pada waktu itu saya ngak peduli mo ngapain ke, mo nangis ke itu terserah dia toh untungnya ke saya ngak ada apa2, nah sejak kejadian itu saya dengan dia seakan-akan menjadi musuh nyampe sekarang, klo dipiir2 sekarang ngapain juga ya saya harus jadi musuhan ama dia, mo baekan juga malu sekarang mah, ah biarin aja biar waktu aja yang berbicara, itu pengalaman saya yang saya sangat sesalkan sampe sekarang. &lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Setelah semua itu terjadi waktu kelas 2 semester 2 saya join ke madding, pada waktu itu saya belum kenal betul semua personil madding, yang saya tahu hanya ketuanya saja si azis, nah diantara personil itu ada salah seorang cewek yang kelihatannya perhatian banget, nyampe pas dia sakit di UKS trus kebetulan saya nengokin dia, trus ada seorang cowok yang ingin berfoto sama dia,,tapi cewek itu menolaknya trus dia malah bilang “abi mah hoyong sareng aji di fotona”(sambil memegang tangan saya) kontan saya juga bilang “muhun “….” Kedah sareng abi di fotona” sambil balik memegang tangan dia, dia pun senyum manis banget, malah ngak jadi di fotona,,tapi pada saat momen yang bersamaan saya juga sedang suka sama temen sekelas saya,,pada waktu itu saya bingung harus milih siapa, temen sekelas saya atau dia,,ah pokonya bingung banget deh,,nyampe kelamaan mikir kedua orang itu malah ada yang nyamber duluan,,,ah nyesel banget man,,kenapa ngak cewek madding aja,,,bisik hati..nyampe2 salah seorang cewek kelas 1 jadi pelarian saya,,dengan pura2 bahwa dia itu yang pertama untuk saya, dengan senjata gombal yang bener2 gombal,,, akhirnya dia jadian juga ma saya, nembaknya juga lewat sms (maaf banget yaa, tapi ada sedikit perasaan suka ma dia beneran deh) besoknya ditembak langsung, trus dijawabnya lewat sms lagi,,,hehehe..sebelum itu saya ngasih dulu sama dia MP3 yang lagu2 nya bertemakan love,,nah pas bebrapa hari jadian ma pacaran koq gini2 aja ya boring banget, nyesel banget dah nembak dia, pengen cepet2 putus nihh, biar bebas lagi, ngak punya beban, nyampe pas hari valentine, saya pura2 ngak tahu bahwa dia ngak punya pacar lain, padahal sebelum dia saya tembak saya udah tau kalo dia dah punya yang lain,,nah persoalan itu senjata saya buat ngeputusin dia,,,lewat telpon dia bicara katanya dia nangis setelah dia terima sms pedas dari saya,,,pas ditelpon juga agak lama bicara koq saya juga kepengan nangis ya? &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; perasaan seneng pas putus ada perasaan nyesel banget dah mutusin, tapi gedenya sih yang seneng (hehehe)..tapi kasian juga eum, gimana dia kalo tau bahwa dia itu cuman pelarian aku aja, bagaimana kalo dia baca ini,,tapi yang pasti aku minta maaf bener..beneran deh…setalh putus,,,perasaaan lega banget,,siap2 deh buat nyiapin ujian…selese ujian….waktu itu pas rame-ramenya dagangan donat,,,jualannya di koperasi sekolah…nah ada slah satu cewek yang bikin temenku keder..tapi klo menurutku mah bisaa2 ja tuh,,,,trus saya diajak buat ngahereyan cewek itu, sontak saya juga setuju,,,saya sms dia trus miscal2 dia,,,nyampe dia tuh mungkin penasaran atau apalah namanya,,,trus pada suatu malem saya telpon dia, trus saya ngaku deh yang selaman ini ngehereyan na itu saya ma temen2, dari semenjak itu saya jadi tau no telpon rumahna,,,,trus saya sebarin deh ke temen saya yang kepengen tau,,,selang beberapa hari ada nomor ngak dikenal ngemiscall saya,,trus karma rasa ingin tahu saya yang besar saya telpon no itu trus saya Tanya “ieu sareng saha nya?”trus setelah di telpon hasilnya dia tuh temen jualan donatnya,,trus lama2 dia sering sms an sama saya,,,mula2 saya berpikiran ah bisaa2 ja, tapi lama2 koq dia tuh nyaut trus ya klo di sms (temen deketku aja jarang banget nyaut klo d isms),,,jangan2 (alah tong PD heula) hehehe…tapi lama2 koq saya jadi terbawa arus ya,,,jadi pengen banget nelpon dia, ngobrol ma dia, klo ketemu mah enggak da era,, eh tapi naha era nya? Jangan2 (alah tong waka narsis) eh tapi beneran rasa deg2 an muncul klo saya ketemu dia, ngak tau da paan,,tapi yang pasti rasa suka mulai muncul deh kayaknya,,,tapi ya gitu dehhh,,nyampe sekarang masih berlanjut,,,ngak tau sampai kapan ngak pastinya mah,,,yang pasti sekarang ini sifat kurang sensitive saya sudah saya kurangi tapi kalau pilihan perpectsionis masih ada,, ngebuat keputusan pun jadi bingung. Semoga saja sifat tadi tidak membuat saya jadi munafik..&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5334378065360159907-3156968214264955688?l=neozonk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://neozonk.blogspot.com/feeds/3156968214264955688/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5334378065360159907&amp;postID=3156968214264955688' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/3156968214264955688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/3156968214264955688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://neozonk.blogspot.com/2007/09/kurang-sensitive-atau-terlalu.html' title='Kurang sensitive atau terlalu perpectsionis'/><author><name>Azhie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18241605680782021681</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://bp2.blogger.com/_7xIkhssu--I/R7KH_KQG5eI/AAAAAAAAAAc/krOPV_bUCOg/S220/IMG_0480.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5334378065360159907.post-3508462101592746471</id><published>2007-09-25T20:56:00.001-07:00</published><updated>2007-09-25T20:56:32.737-07:00</updated><title type='text'>Pacaran itu ngapain aja sih</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Mungkin saya katro banget atau ndeso banget ya?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Zaman sekarang sulit sekali mencari perempuan atau lelaki yang ngejomblo atau ngak punya pacar (kecuali emang orang itu ngak laku,,hahahahah,,,termasuk saya),,pacaran seakan-akan menjadi tuntutan zaman, kalau tidak punya pacar ya berarti kita ketinggalan zaman,,bego banget tah orang yang berfikir seperti itu (waduh saya bego dong),,kita berfikir liat dulu aja kejadian di lapangan, setelah saya survey ke 1 orang teman saya, ternyata dia sudah punya pacar gota ganti lagi (yah mas kalo satu orang mah bukan survey atuh tapi curhat eta mah),,kejadian di lapangan membuktikan semua hal yang berkaitan dengan pacaran itu paling dicari, semua sinetron ada adegan pacaran, sinetron pun membuktikan,,kejadian nyata bisa kita lihat dari film,,kenapa?karena film adalah cerminan kehiduoan nyata, tapi yang saya heran dan kalau saya tanyakan malu banget, pacaran itu ngapain aja sih??ngobrol kah? Ciuman kah? Gitua kah? Atau apa kah? Kenapa saya berfikir kesana? Karena seperti saya bilang tadi film adalah cerminan kehidupan nyata,,jadi itulah yang terjadi di film, saya pernah pacaran sekali, yang saya rasain bisaa2 aja tuh ngak ada yang istimewa, yang pasti mah kita sebagai cowok harus kandel dompet, tapi anehnya ngeluarin dompet berapapun ikhlas banget ya, beda waktu kita mau nyumbang buat infaq masjid atau infaq yang lainnya, duniawi banget,,kadang terpikir oleh saya, dan bertekad saya harus punya pacar dan saya harus ngelakuin apa yang ada di film2 (alah ngarang banget), kayaknya enak ya? Kayaknya ketagihan ya? Kayaknay gimana gitu,,tapi apakah itu yang namanya pacaran? Rugi banget kalo gitu mah, kenapa rugi? Ya rugi aja koq kita tega2 nya nyerahin gitu aja apa yang selama ini kita jaga, kita rawat hanya untuk orang lain yang belum tentu menjadi pendamping hidup kita nantinya,, ah yang penting mah ngak ketinggalan zaman!ada orang yang berkata gitu,, bego banget tah, goblog banget tah, tai pisan, gitu da kalo yang ngak banyak gaul mah, ngikutin apa yang dirasain nafsu, gaul dalam hal apa? Kenalan banyak? Apa itu yang namanya gaul? Mantan pacar banyak? Apa itu yang namanya gaul? Sering main keluar? Apa itu yang namanya gaul? Man zaman sekarang ini kita yang gituan ngak terlalu penting,, gaul itu banyak ilmu, banyak tau, tapi pada intinya balik ke kita sendiri, yang pasti jawaban atas pacaran itu ngapain aja sih? Akan saya cari tanpa bertanya pada orang yang pacaran.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5334378065360159907-3508462101592746471?l=neozonk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://neozonk.blogspot.com/feeds/3508462101592746471/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5334378065360159907&amp;postID=3508462101592746471' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/3508462101592746471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/3508462101592746471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://neozonk.blogspot.com/2007/09/pacaran-itu-ngapain-aja-sih.html' title='Pacaran itu ngapain aja sih'/><author><name>Azhie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18241605680782021681</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://bp2.blogger.com/_7xIkhssu--I/R7KH_KQG5eI/AAAAAAAAAAc/krOPV_bUCOg/S220/IMG_0480.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5334378065360159907.post-5792108539236695264</id><published>2007-09-25T20:46:00.000-07:00</published><updated>2007-09-25T20:55:27.764-07:00</updated><title type='text'>Kamis malam</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Males banget awalnya,,saya lakuin agar semua tetangga kosan saya berfikir positif tentang saya,,tidak tahu perasaan apa yang dating sehingga saya merasa malas sekali untuk mengikuti pengajian rutin di masjid Daarut Tauhid,,awal mendengarkan ceramah ngantuk banget cooy,,namun selang beberapa menit atau jam gitu,,koq ceramah ini jadi asyik ya, saya juga ngak tau??tema pada waktu itu adalah “jagalah perkataan kita”(ya kira2 itu lah, soalna lupa lagi),,di sampaikan oleh KH.Abdullah Gymastiar (singkatnya Aa Gym) saya heran kenapa ya koq Aa gym itu sensitive banget,, sensitive dalam hal keagamaan, ketika dia berdoa, dia nangis, koq bisa begitu ya?mungkin itu efek karena beliau sering berinadah ya?wallohu alam,,udah lanjutin lagi,,ketika jelang akhir ceramah kami semua di pengajian berdoa, seperti bisaa cirri khas aa selalu membawa umatnya menangis dalam doa,,pada awalnya saya tak terpengaruh sedikit pun, namun kian lama saya mendengar doa yang dikatakan aa sangat menyentuh hati saya sehingga aliran deras dari mata saya pun turun tak tertahankan, lo koq saya jadi gini ya?sempat terpikir sebentar, berpikir untuk menahan segala apa yang sedang terjadi,,tapi ya pa boleh buat saya lanjutin aja saya lepaskan aja semua emosi saya lewat derasnya air mata, tapi selang beberapa kata,,lo koq saya jadi ingat apa yang saya lakuin dulu ya?yang pasti bukan kebaikan yang saya ingat tapi perlakuan dosa yang saya ingat,,saya juga ngak tau kenap jadi ingat itu,,padahal saya ngak mau mengingat hal itu,,karena prinsip saya yang sudah terjadi ya sudah mau apa lagi toh ngak bakalan mengubah hidup kita yang sekarang ini,, walaupun banyak orang memakai pepatah pengalaman adalah guru yang sangat baik, emang sih bener,,apa pun pengalamannya kita akan tahu pertanggung jawaban kita nantinya,,saya juga terima,,,tapi kali beda banget man, malam itu membuat saya lebih sensitive lagi kali ya dalam keadaan yang bisa mempengaruhi saya,,,saya juga ngak tau jangan tanyakan saya!!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5334378065360159907-5792108539236695264?l=neozonk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://neozonk.blogspot.com/feeds/5792108539236695264/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5334378065360159907&amp;postID=5792108539236695264' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/5792108539236695264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/5792108539236695264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://neozonk.blogspot.com/2007/09/kamis-malam.html' title='Kamis malam'/><author><name>Azhie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18241605680782021681</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://bp2.blogger.com/_7xIkhssu--I/R7KH_KQG5eI/AAAAAAAAAAc/krOPV_bUCOg/S220/IMG_0480.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5334378065360159907.post-6873190232676052585</id><published>2007-09-07T07:43:00.000-07:00</published><updated>2007-09-07T07:54:51.092-07:00</updated><title type='text'>Pelajaran Bahasa Asing di Sekolah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;BANYAK orang bertanya-tanya, mengapa lulusan SMA sekarang tak mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Padahal, bahasa asing yang merupakan bahasa dunia itu sudah diajarkan sejak SMP. Artinya, selama enam tahun, bahasa Inggris sudah diajarkan di sekolah. Bahkan, saat ini banyak anak sudah menerima pelajaran bahasa Inggris sejak SD. Adakah yang keliru dalam proses pembelajaran?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;KEADAAN ini jelas berbeda dengan apa yang dialami kebanyakan orangtua kita, terutama yang sempat mengenyam pendidikan di zaman Belanda. Di zaman Belanda, lulus AMS (Algemene Middelbare School-setingkat SMA) untuk kelompok non-eksakta, bisa dipastikan akan fasih berbahasa asing. Bahasa asing yang dikuasai pun tidak hanya Belanda yang digunakan untuk proses belajar-mengajar setiap hari, tetapi juga mampu dan fasih berbahasa Jerman, Perancis, dan tak jarang ada bahasa asing lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Keadaan ini amat jauh berbeda dengan kemampuan lulusan SMA sekarang. Banyak anak mengeluhkan ujian listening Bahasa Inggris dalam Ujian Akhir Nasional (UAN) kali ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;"Materinya sendiri sebenarnya tidak begitu sulit. Hanya karena banyak anak tidak terbiasa dengan mendengarkan, mereka gelagapan, tidak bisa memahami apa yang dikemukakan. Belum lagi kalau sekolah tidak menyediakan peralatan memadai, bisa dipastikan anak- anak akan kesulitan," ujar Rudi, guru Bahasa Inggris di sebuah SMA swasta di bilangan Matraman, Jakarta Timur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Sedikit mengungkap apa yang terjadi saat ujian listening Bahasa Inggris dalam UAN lalu, dikisahkan, ada sekolah yang terpaksa menghentikan pemutaran kaset karena terganggu derum knalpot bajaj yang sedang lewat. Belum lagi tape recorder yang digunakan pun tidak mampu menghasilkan suara dengan kualitas bagus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Belum terbiasanya anak- anak mendengarkan percakapan bahasa asing, tidak siap/mampunya guru memberikan contoh percakapan yang bagus, dan minimnya fasilitas yang tersedia, untuk saat ini dianggap menjadi penghambat anak-anak menguasai bahasa asing.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;"MENURUT pengamatan saya, bahasa Inggris yang dilakukan di Indonesia ini mau meniru dan mencoba sistem yang berlaku di luar negeri. Tentu saja keliru karena bahasa ibu yang kita gunakan sehari-hari adalah bahasa Indonesia. Sedangkan apa yang akan dilakukan oleh Departemen Pendidikan Nasional itu mengandaikan bahasa ibu yang digunakan siswa adalah bahasa Inggris, seperti cara Amerika Serikat atau Australia. Sejak kecil anak-anak di sana sudah hidup dalam lingkungan yang menggunakan bahasa Inggris. Dengan demikian, metode yang digunakannya pun tak banyak mengalami masalah," ujar guru lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Diakui, banyak sekolah kini sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang bagus dan canggih. Banyak sekolah kini sudah memiliki laboratorium bahasa. Akan tetapi, kenyataannya, banyak laboratorium bahasa itu tidak digunakan. Alasan utama, guru tidak tahu bagaimana mengucapkan bahasa Inggris secara benar. Akibatnya, peralatan yang canggih, bagus, dan berharga mahal itu mubazir, terlihat rapi tetapi belum pernah digunakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;"Para siswa pun pada akhirnya tidak pernah mendapat telaah pembicaraan dan listening secara benar," lanjut Rudi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Persoalannya, secanggih apa pun peralatan yang dimiliki sekolah, apabila guru yang seharusnya mengajar tidak memiliki kemampuan berbahasa Inggris secara benar, bicara pun tidak fasih, bagaimana mungkin bisa mengajarkan bahasa Inggris secara benar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Memang, mengajar bahasa Inggris tidak perlu harus menggunakan penutur asli (native speaker). Sebab, penutur asli belum tentu memahami apa yang menjadi kesulitan para siswa Indonesia saat belajar bahasa asing. Apalagi belajar bahasa adalah kegiatan yang bersifat individual dan perlu pemahaman lebih mendalam, tidak sekadar kognitif. Maka, apabila kelancaran berbahasa asing dijadikan keutamaan dengan mengundang native speaker (yang kadang hanya turis), dikhawatirkan justru akan melahirkan gejala baru, mengentalnya kesalahan (bila ada) yang pada saatnya akan sulit diperbaiki.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;MESKI demikian, sejumlah pengamat melihat adanya "ketidakberesan" dalam proses belajar-mengajar bahasa asing, terutama bahasa Inggris, di sekolah. Alasan utamanya, seperti gugatan awal, lulusan SMA tak mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Padahal, sebagai bahasa asing yang mendunia, bahasa Inggris akan tetap diperlukan, baik untuk bisa membaca teks berbahasa Inggris di perguruan tinggi maupun sebagai salah satu faktor "plus" dalam mencari pekerjaan. Tengok saja, betapa banyak iklan lowongan pekerjaan yang mensyaratkan menguasai bahasa Inggris aktif maupun pasif bagi para pelamar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Diakui, untuk memenuhi kebutuhan itu, kurikulum yang berlaku di sekolah sudah banyak mengalami perubahan. Berbagai pendekatan pun sudah banyak dilakukan. Hasilnya, tetap sama saja. (Baca juga Pengajaran Bahasa Asing, Antara Sekolah dan Kursus)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;"Kurikulum 1984 itu sebenarnya bagus. Sebab, di sana anak-anak dilatih untuk memahami dasar atau gramatika secara benar. Seandainya kurikulum itu diberlakukan sekarang, terutama di sekolah-sekolah yang memiliki fasilitas laboratorium bahasa lengkap, dan guru-guru yang mengajar memiliki kompetensi, bisa dipastikan hasilnya pasti akan bagus," ungkap Rudi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Kurikulum 1984 berkeinginan membangun siswa untuk mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Dengan kurikulum itu, hasil yang ingin dicapai ialah, para siswa mampu menguasai bahasa Inggris secara aktif. Namun, lagi-lagi kendala besar masih menghadang. Banyak guru Bahasa Inggris sebenarnya kurang mampu mengajarkan bahasa Inggris dan buku pelajaran yang digunakan masih mementingkan struktur bahasa alias gramatika.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;"Bagaimana bisa mengajarkan bahasa Inggris dengan baik kalau guru sendiri tidak mampu berbicara dalam bahasa Inggris dengan lancar, dan tidak paham akan apa yang diajarkan. Kalau situasinya seperti ini, bagaimana mereka bisa mengajak para siswa berkomunikasi dalam bahasa Inggris?" ujar pengamat yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Ketidakmampuan sekolah mengajarkan bahasa asing, terutama bahasa Inggris, mendorong munculnya kursus-kursus bahasa. Para pengelola kursus menyadari betul kebutuhan masyarakat akan bahasa Inggris, baik untuk keperluan sekolah maupun untuk mencari pekerjaan. Maka, tak mengherankan bila lembaga-lembaga kursus bahasa tumbuh menjamur. Tak terbilang berapa jumlah kursus bahasa Inggris yang terserak di seluruh Indonesia ini. Bahkan, bagi masyarakat Jakarta yang suka mendengarkan radio, akhir-akhir ini muncul iklan yang menawarkan kursus bahasa Inggris dalam waktu tiga minggu. Meski dalam waktu tiga minggu, kata iklan itu, peserta kursus dijamin pasti bisa berbahasa Inggris.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Para pengelola kursus tahu betul apa yang diperlukan masyarakat. Ketika sekolah dalam kenyataannya masih berkutat pada masalah gramatika dan berbagai aturan berbahasa, kursus bahasa menawarkan keterampilan berbicara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Meskipun demikian, sejumlah pusat kebudayaan yang juga hadir dengan kursus-kursus bahasanya benar-benar jauh dari tujuan komersial. Goethe Institut di Jakarta, misalnya, tidak sepenuhnya berjalan berdasarkan uang pendaftaran peserta kursus. Lembaga itu masih disubsidi oleh Goethe Institut pusat di Jerman. Hal yang sama terjadi pada Pusat Kebudayaan Perancis (CCF) atau Erasmus Huis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;"Yang kami lakukan di sini adalah menyiapkan anak-anak muda Indonesia yang ingin belajar bahasa Jerman dengan baik. Kebanyakan dari mereka umumnya mau melanjutkan studi ke Jerman. Selain itu, kami juga memberikan kesempatan kepada anggota masyarakat Indonesia lainnya yang ingin mempelajari bahasa Jerman. Maka, usia pun tidak pernah dibatasi," ujar Maria Fischer dari Goethe Institut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Metode yang dilakukan di sejumlah kursus bahasa asing yang menginduk pada pusat-pusat kebudayaan perwakilan negara sahabat umumnya lebih menekankan practical skill atau skill oriented, bukan pemahaman secara mendalam mengenai gramatika. Maka, kepada para peserta kursus umumnya didorong untuk mampu berbicara, mampu mengungkapkan pendapat dan pikirannya. Kalaupun ada gramatika yang keliru, akan dibetulkan "sambil jalan".&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Itu sebabnya bobot penilaian saat ujian pun amat berbeda dengan yang terjadi di sekolah. Kemampuan membaca, mendengarkan, menulis, dan berbicara mendapat bobot paling tinggi, sementara gramatika "dianggap" sebagai penunjang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Agaknya, pendekatan yang berbeda ini mampu melahirkan pembelajar bahasa yang fasih berbahasa asing. (tonny d widiastono)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5334378065360159907-6873190232676052585?l=neozonk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://neozonk.blogspot.com/feeds/6873190232676052585/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5334378065360159907&amp;postID=6873190232676052585' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/6873190232676052585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/6873190232676052585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://neozonk.blogspot.com/2007/09/pelajaran-bahasa-asing-di-sekolah.html' title='Pelajaran Bahasa Asing di Sekolah'/><author><name>Azhie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18241605680782021681</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://bp2.blogger.com/_7xIkhssu--I/R7KH_KQG5eI/AAAAAAAAAAc/krOPV_bUCOg/S220/IMG_0480.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5334378065360159907.post-3473073124947514924</id><published>2007-09-07T07:19:00.000-07:00</published><updated>2007-09-07T07:42:02.163-07:00</updated><title type='text'>Mahasiswa Agent Of Change???</title><content type='html'>Mahasiswa,,apa sih aya ada di benak kita ketika kita mendengar kata mahasiswa,,,tukang demo kah,,tukang bikin onar kah,,,atau siswa yang statusnya sudah "maha"..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika saya menjadi mahasiswa baru di salah satu universitas di bandung,,,ada perasaan bangga,,,senang,,,dan merasa agak gagah,,,karena apa??melihat sejarahnya,,mahasiswa adalah slah satu kaum yang mampu merubah suatu keadaan negara ke arah reformasi yang diinginkan,,,tentu saja atas nama masyarakat,,,kita lihat saja indonesia pada masa kepemimpinan soekarno,,,,mahasiswa mengatasnamakan gerakannya sebagai gerakan trikora (tiga komando rakyat),,,tapi apakah komando itu memang benar2 pesan dari rakyat atau???memang mahasiswa juga rakyat,,,tapi dalam hal ini mahasiswa tidak dikategorikan sebagai rakyat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu apa mahasiswa sebagai agent of change???&lt;br /&gt;begini menurut saya kenapa mahasiswa di sebut seperti itu,,,dilihat dari sejarah rata2 negara,,,ketika negara tersbut sudah melenceng dari perundang-undanga dan mengarah pada tirani,,,mahasiswalah yang tampil kedepan dengan aksi-aksinya,,mencoba meruntuhkan, menegakan kembali perundang-undangan,,,dan memang rata-rata mahasiswa berhasil melakukannya,,,tapi kenapa para pejabat khususnya di indonesia,,,yang ketika mereka menjadi mahasiswa,,,mereka begitu giat melakukan perubahan untuk negaranya sendiri,,menegakan keadilan,,dan memajukan tanah airnya,,,tapi koq setelah jadi pejabat,,,mereka seakan lupa peran mereka sebelumnya,,,apakah sebutan agent of change adalah suatu kemunafikan???&lt;br /&gt;"lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan" itu kata soe hok gie,,,mahasiswa yang sangat giat mengerahkan seluruh jiwa dan raganya demi perubahan,,,namun dia mati muda,,,ya mungkin lebih baik mahasiswa yang benar2 ingin memajukan indonesia mati muda,,,karena orang yang mati muda adalah orang yang beruntung,,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;agent of change bagi mahasiswa menurut saya hanyalah sebuah fitnah,,tipuan,,,dan kemunafikan,,,&lt;br /&gt;mahasiswa giat berdemo,,tapi lingkungan sendiri nya pun semrawut,,,kegiatan kemahasiswaan tidak menimbulkan perubahan yang signifikan,,,keadaan dan keterpaksaan lah menurut saya yang bisa merubah mahasiswa,,,jadi masih pantaskah mahasiswa disebut agent of change??tanya anda sendiri sebagai mahasiswa,,,tapi yang pasti saya tidak mau disebut agent of change,,,saya hanya ingin disebut mahasiswa saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5334378065360159907-3473073124947514924?l=neozonk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://neozonk.blogspot.com/feeds/3473073124947514924/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5334378065360159907&amp;postID=3473073124947514924' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/3473073124947514924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/3473073124947514924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://neozonk.blogspot.com/2007/09/mahasiswa-agent-of-change.html' title='Mahasiswa Agent Of Change???'/><author><name>Azhie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18241605680782021681</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://bp2.blogger.com/_7xIkhssu--I/R7KH_KQG5eI/AAAAAAAAAAc/krOPV_bUCOg/S220/IMG_0480.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5334378065360159907.post-6283967383273309051</id><published>2007-09-05T23:32:00.000-07:00</published><updated>2007-09-05T23:33:12.758-07:00</updated><title type='text'>Mengembangkan SDM dengan Teknologi Pendidikan</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;MEMASUKI             pergaulan global, pendidikan merupakan aset sekaligus tumpuan yang diharapkan dapat             memperbaiki sumber daya manusia (SDM), karena di sanalah tenaga kerja dididik dan dilatih.             Dunia pendidikan adalah tempat di mana berbagai perbaikan dan pengembangan harus             dilakukan, apabila ingin memperbaiki sumber daya manusia (SDM).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Pengembangan SDM, merupakan pendekatan yang terintegrasi dan menyeluruh untuk mengubah             tingkahlaku kerja dengan menggunakan teknik dan strategi pembelajaran, dengan             mengidentifikasi spesifikasi masalah belajar, kebutuhan belajar dan program belajar yang             memungkinkan, melalui pendidikan dan pelatihan formal maupun nonformal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Pendidikan dasar dipercaya belum mampu meningkatkan kualitas SDM, karena proses             pembelajaran yang dialami peserta didik lebih bersifat proses mendengar, mencatat dan             mengingat dan kurang pada proses pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan             intelektual dan vokasional.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Untuk memecahkan berbagai masalah pendidikan, perlu disusun alternatif pemecahan             melalui penerapan teknologi pendidikan. Pada hakikatnya teknologi pendidikan adalah suatu             strategi yang digunakan untuk menganalisis, merancang, melaksanakan, menilai dan mengelola             usaha pemecahan masalah belajar yang dihadapi setiap individu, dengan memanfaatkan             berbagai macam &lt;i&gt;recources&lt;/i&gt;. Demikian dikatakan Prof. Dr. H. Ishak Abdulhak, M.Pd.,             pakar teknologi pendidikan, dalam semiloknas peran fungsional teknologi pendidikan dalam             peningkatan sumber daya manusia, yang digelar di Auditorium JICA FPMIPA, Universitas             Pendidikan Indonesia, Bandung, Senin (13/2).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;"&lt;i&gt;Recources&lt;/i&gt; itu meliputi, manusia, prosedur, ide, alat dan organisasi,"             lanjutnya. Ia menambahkan, teknologi pendidikan tidak terbatas pada penerapan teknologi             komunikasi dan informasi di dunia pendidikan, tetapi juga mencakup bagaimana pendidik             menyampaikan bahan belajar dan bagaimana memenuhi kebutuhan belajar dengan cara             memanfaatkan berbagai media pembelajaran. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Dengan teknologi pendidikan, peran-peran guru berubah total. Kalau sebelumnya peran             mereka sebatas sebagai pendidik &lt;i&gt;(educator)&lt;/i&gt; dan pengajar &lt;i&gt;(teacher)&lt;/i&gt;, sekarang             berkembang menjadi pelatih, pendamping, dan sekaligus pembelajar. Masalah yang dihadapi             individu dalam belajar pun bisa terpecahkan melalui rekayasa pembelajaran.             "Contohnya, jika individu tidak bisa datang ke sekolah atau kampus, mereka masih             tetap bisa belajar dengan penggunaan teknologi komunikasi dalam dunia pendidikan, seperti &lt;i&gt;e-learning&lt;/i&gt;,"             katanya lebih lanjut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Menurut Bambang, perkembangan teori pendidikan sekarang adalah, bagaimana mengembangkan             SDM melalui teori dan praktik. "Teknologi pendidikan memiliki penekanan pada cara             memecahkan masalah belajar individu dalam rangka pengembangan diri, untuk meningkatkan             kompetensi dan keterampilan," tegas Bambang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Bahasa teknologi adalah bisnis, dalam arti inovasinya harus menghasilkan uang untuk             mengganti biaya investasi mulai riset dan pengembangan (R&amp;D). Teknologi selalu             berjumpa dengan pendidikan, meskipun kecepatan dunia pendidikan dalam mengaplikasikan             teknologi baru selalu ketinggalan oleh dunia bisnis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Prof. Dr. Bambang Sutjiatmo, staf ahli Menristek bidang pendidikan mengatakan,             teknologi pendidikan harus digunakan sesuai dengan kondisi yang ada, materi yang diajarkan             dan kesiapan institusi. "Untuk itu perlu ada kemitraan ABG, yaitu kemitraan antara             akademisi, bisnis dan &lt;i&gt;government&lt;/i&gt;," katanya.*** &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;p align="right"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;sofia balfas&lt;br /&gt;            v_balfas@yahoo.co.id&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;!-- --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5334378065360159907-6283967383273309051?l=neozonk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://neozonk.blogspot.com/feeds/6283967383273309051/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5334378065360159907&amp;postID=6283967383273309051' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/6283967383273309051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/6283967383273309051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://neozonk.blogspot.com/2007/09/mengembangkan-sdm-dengan-teknologi.html' title='Mengembangkan SDM dengan Teknologi Pendidikan'/><author><name>Azhie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18241605680782021681</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://bp2.blogger.com/_7xIkhssu--I/R7KH_KQG5eI/AAAAAAAAAAc/krOPV_bUCOg/S220/IMG_0480.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5334378065360159907.post-3526228383778592839</id><published>2007-09-05T23:22:00.000-07:00</published><updated>2007-09-05T23:26:58.848-07:00</updated><title type='text'>Teknologi Pendidikan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;  &lt;b&gt;Berbagai-bagai takrifan telah diberikan mengenai teknologi pendidikan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt; "Teknologi pendidikan ialah gabungan manusia, peralatan, teknik dan peristiwa yang bertujuan untuk memberi kesan baik kepada pendidikan"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;                      (Crowell (1971):Encyclopedia of education)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt; "Teknologi dalam pendidikan ialah penggunaan kemahiran dan teknik moden dalam keperluan latihan, yang meliputi kemudahan belajar dengan menggunakan persekitaran setakat mana ianya menimbulakn pembelajaran"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;                    (Uhwin Derek (1976): Applying Educational Technology)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Kesimpulan: Teknologi pendidikan ialah satu sistem yang meliputi alat dan bahan media, organisasi yang digunakan secara terancang bagi menghasilkan kecekapan dalam pengajaran dan keberkesanan dalam pembelajaran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;         &lt;b&gt; Kepentingan teknologi pendidikan dalam pengajaran dan pembelajaran&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;  &lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;li&gt;Melicinkan proses pengajaran dan pembelajaran kerana berfokuskan kepada isi-isi penting kepada topik yang akan disampaikan.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menjimatkan masa, tenaga dan wang.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengelakkan rasa bosan pelajar seterusnya mengekalkan minat pelajar. Ia juga boleh menghiburkan pelajar.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengelakkan berlakunya tidak faham atau salah tafsir terhadap konsep melalui deria melihat, mendengar atau menyentuh.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membetulkan sebarang kekeliruan atau salah tafsir kerana ia memberi sesuatu gambaran yang menyeluruh dan jelas sesuatu konsep dan kaitannya dengan kehidupan seharian. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melibatkan pelbagai deria pelajar. Cth: penggunaan visual yang diikuti oleh audio akan melibatkan deria lihat dan dengar dan mungkin deria sentuh. Penglibatan deria ini akan meningkatkan daya ingatan pelajar. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memberi kelainan dan kepelbagaian kepada kaedah mengajar.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membantu pelajar mendapat kesan pembelajaran yang maksimum dengan penggunaan masa yang minimum.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memperkayakan pengalaman pelajar. Cth: media bergerak boleh memperkayakan pengalaman murid. Kejadian yang tidak pernah mereka lihat atau alami akan dapat mereka saksikan sendiri dan ini menjadikan mereka seoalah-olah mereka mengalaminya.&lt;p&gt;   &lt;b&gt;Prinsip menggunakan teknologi pendidikan dalam proses pengajaran dan pembelajaran&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;  &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ia hanya merupakan sebagai bahan bantu mengajar dan tidak boleh digunakan untuk menggantikan pengajaran. Ia digunakan untuk menggantikan pengajaran. Ia digunakan untuk membantu guru mengajar sesuatu topik dengan lebih berkesan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ia mesti digunakan untuk pengajaran dan bukan untuk hiburan dan membuang masa.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penggunaannya mesti dirancang dalam tiga peringkat iaitu:&lt;br /&gt;     &lt;u&gt;sebelum kegunaan&lt;/u&gt; - merancangmasa dan cara bagaimana mengaitkannya dengan topik pengajaran.&lt;br /&gt;          &lt;u&gt;semasa kegunaan&lt;/u&gt; - merancang ulasan dan penekanan aspek-aspek penting yang dapat membantu pembelajaran.&lt;br /&gt;     &lt;u&gt;selepas kegunaan&lt;/u&gt; - merancang aktiviti lanjutan seperti soalan-soalan, kesimpulan dan penilaian.&lt;br /&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ia mesti dipilih berdasarkan kesuaiannya dari segi topik dan objektif pelajaran, latar belakang pelajar, saiz kelas dan keadaan fizikal bilik darjah. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ia mesti digunakan untuk mencapai sesuatu objektif pelajaran dan peringkat perkembangan pelajaran itu sama ada:&lt;br /&gt;     - pengenalan topik&lt;br /&gt;    - perkembangan pelajaran iaitu penerangan konsep&lt;br /&gt;    - penutup dan kesimpulan topik pelajaran&lt;br /&gt;    - penilaian kefahaman terhadap topik&lt;br /&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Digunakan mengikut masa yang sesuai iaitu masa yang dapat merangsang pembelajaran  &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Digunakan dengan merujuk kepadanya dan bukan sekadar untuk menunjuk-nunjuk  sahaja.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selepas digunakan tanggalkan atau ubah supaya tidak mengganggu pelajar belajar seterusnya.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah tamat sesi pengajaran, pamerkan untuk rujukan kelas di papan buletin kelas.&lt;p&gt;   &lt;b&gt;Ciri-ciri dan jenis teknologi pendidikan yang baik&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;  &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Alat yang dapat menjelaskan idea - idea yang kabur dan menrangkan isi-isi pelajaran.&lt;br /&gt;          Contoh: Penggunaan cek terbuka dan tertutup yang telah diperbesarkan  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Alat yang besar dan jelas untuk dilihat oleh semua pelajar.&lt;br /&gt;     Contoh: Tulisan dan angka yang ditulis dalam transperensi mestilah besar dan jelas.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tulisan dan gambar perlu dipelbagaikan warnanya.&lt;br /&gt;     Contoh: Gunakan plebagai warna pen untk memberi penekanan kepada perkataan-perkataan dalam topik yang ingin diajar.&lt;br /&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gunakan bahan yang boleh tahan lama dan boleh disimpan.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tunjukkan hasil dan kemahiran yang baik sekiranya alat dibuat sendiri.&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5334378065360159907-3526228383778592839?l=neozonk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://neozonk.blogspot.com/feeds/3526228383778592839/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5334378065360159907&amp;postID=3526228383778592839' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/3526228383778592839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/3526228383778592839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://neozonk.blogspot.com/2007/09/teknologi-pendidikan.html' title='Teknologi Pendidikan'/><author><name>Azhie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18241605680782021681</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://bp2.blogger.com/_7xIkhssu--I/R7KH_KQG5eI/AAAAAAAAAAc/krOPV_bUCOg/S220/IMG_0480.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5334378065360159907.post-1661783781084858586</id><published>2007-09-02T09:34:00.001-07:00</published><updated>2007-09-02T09:34:51.849-07:00</updated><title type='text'>Cara bijak meningkatkan pendapatan dari Google Adsense</title><content type='html'>&lt;p&gt; Mungkin anda selalu bertanya dalam hati, mengapa website / blog anda belum memberikan hasil / pendapatan maksimal&lt;br /&gt;kepada anda walaupun anda sudah serius ngeblog ?&lt;br /&gt;Sebenarnya tulisan artikel ini membahas cara terbaik menaikkan / meningkatan pendapatan blog anda&lt;br /&gt;dari hasil iklan secara umum (tidak spesifik untuk Google Adsense, bisa dari pendapatan / income melalui&lt;br /&gt;iklan seperti Bidvertiser,Adbrite,Oxado,Adengage), tetapi karena terlanjur terkenalnya Adsense,&lt;br /&gt;saya memberikan judul diatas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Artikel ini saya tulis berdasarkan email-email yang masuk menanyakan cara cepat untuk menaikkan traffic&lt;br /&gt;blog mereka dan cara memaksimalkan pendapatan dari iklan Adsense, terutama para referral saya dari iklan Adsense tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dulu, setelah saya berhasil di approve Google Adsense menjadi publisher mereka, begitu senangnya saya dan&lt;br /&gt;saya selalu memikirkan cara cepat alias shortcut untuk cepat meraih keuntungan dari hasil iklan tersebut,&lt;br /&gt;tetapi selalu gagal dan gagal. Saya sering bertanya, mengapa trafficnya begitu minim sehingga iklan Adsense saya tidak&lt;br /&gt;diclick sama sekali?&lt;br /&gt;Akhirnya saya menemukan jawabannya, saya terlalu fokus dengan website yang berisi ADSENSE,&lt;br /&gt;sedangkan kita tahu bahwa iklan Adsense hanya akan muncul jika artikel yang kita tulis adalah dalam bahasa inggris (syukur-sykur mau nongol di artikel bahasa indonesia, baca: IKLAN RAHASIA JUTAWAN, biasa nongol ).&lt;br /&gt;Jadi kesimpulannya content website saya menggunakan bahasa inggris, sedangkan google page rank masih 0,&lt;br /&gt;sedangkan kita tahu bahwa sangat sulit berkompetisi dengan website-website luar yang juga berbahasa inggris (boro-boro bersaing dengan website / blog luar, bersaing dengan blog lokal saja kalah telak).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akhirnya, saya menemukan jawabannya, bikin satu blog khusus lagi sebagai perantara sebagai medium untuk&lt;br /&gt;mempromosikan website / blog kita yang berisi iklan-iklan yang kita harapkan bisa menjadi tumpuan kita untuk mencari nafkah di dunia internet ini.&lt;br /&gt;Dan kemudian akhirnya berhasil, pendapatan dari internet akhirnya terdongkrak, baik iklan Adsense, etology, adengage, bidvertiser, exoclick, adbrite,&lt;br /&gt;semua memberikan hasil yang baik. Bahkan referral saya sebagai publisher Adsense sudah mencapai 30 orang dalam 1 bulan ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lalu apa kriteria &lt;strong&gt;blog perantara&lt;/strong&gt; yang saya maksudkan ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-123"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;blog perantara&lt;/strong&gt; yang saya maksudkan disini tidaklah muluk-muluk, isilah dengan santai artikel-artikel apa saja,&lt;br /&gt;dengan content yang padat, boleh berbahasa indonesia, tata ruang yang baik (themes yang enak dilihat, font yang cukup proposional,perpaduan warna yang menarik,pernak-pernik seadanya),&lt;br /&gt;isinya memberikan manfaat kepada orang lain, juallah skill dan kemampuan anda, buatlah visitor merasa ingin berkunjung terus alias penasaran,&lt;br /&gt;jangan membombardir blog anda dengan banner-banner, pernak pernik blog yang menghabiskan bandwidth koneksi internet mereka,&lt;br /&gt;dengan kata lain, blog tersebut berisi content yang simple,padat,mendidik dan menarik dan isinya akan dapat di cari di search engine.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tentunya yang lebih penting lagi, di dalam &lt;strong&gt;blog perantara&lt;/strong&gt; ini berisi link ataupun banner yang menarik pengunjung untuk mengclick LINK / BANNER yang nantinya akan&lt;br /&gt;menuntun / memforward visitor kita menuju blog “komersial” anda tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika sudah begitu, kemungkin visitor / pengunjung blog / website anda untuk mengclick iklan di blog komersial anda tersebut lebih besar bukan,&lt;br /&gt;apalagi kalau anda bisa menyiasati blog komersial anda dengan baik, saya yakin pendapatan anda dari iklan juga akan terdongkrak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi skema sederhananya akan tampak seperti ini :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Visitor - &gt; Search Engine - &gt; &lt;strong&gt;blog perantara&lt;/strong&gt; anda - &gt; Blog Komersial.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tetapi semua kita kembalikan kepada visitor anda apakah mereka akan mengclick iklan atau tidak.&lt;br /&gt;Setidaknya ini tips yang telah saya buktikan kemanjurannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika anda belum tahu apa itu &lt;strong&gt;Google Adsense&lt;/strong&gt;, saya kasih tahu, &lt;strong&gt;Google Adsense&lt;/strong&gt; adalah salah satu cara mencari uang di dunia internet yang sudah terbukti kredibilitasnya, kalau sudah tahu, kenapa tidak  &lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!-- google_ad_client = "pub-0401684815182152"; google_ad_output = "textlink"; google_ad_format = "ref_text"; google_cpa_choice = "CAAQnfzw4AIaCPmw4TvhrEDcKN2uuIEB"; google_ad_channel = ""; //--&gt; &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript" src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt; &lt;/script&gt;&lt;script language="JavaScript1.1" src="http://pagead2.googlesyndication.com/cpa/ads?client=ca-pub-0401684815182152&amp;cpa_choice=CAAQnfzw4AIaCPmw4TvhrEDcKN2uuIEB&amp;amp;oe=UTF-8&amp;dt=1188750865438&amp;amp;lmt=1188750832&amp;format=ref_text&amp;amp;output=textlink&amp;correlator=1188750865438&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.speedytown.com%2Fkimyong%2Findex.php%2F2007%2F04%2F28%2Fcara-bijak-meningkatkan-pendapatan-dari-google-adsense%2F&amp;region=_google_cpa_region_&amp;amp;ref=http%3A%2F%2Fsoftwarebalischool.blogspot.com%2F2007%2F08%2Fmendulang-dolar-di-internet-google_26.html&amp;cc=100&amp;amp;ga_vid=1794455710.1188750865&amp;ga_sid=1188750865&amp;amp;ga_hid=1794358602&amp;flash=9&amp;amp;u_h=768&amp;u_w=1024&amp;amp;u_ah=738&amp;u_aw=1024&amp;amp;u_cd=32&amp;u_tz=60&amp;amp;u_his=4&amp;u_java=true&amp;amp;u_nplug=7&amp;u_nmime=16"&gt;&lt;/script&gt;&lt;a href="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/iclk?sa=l&amp;amp;num=0&amp;client=ca-ref-pub-0401684815182152&amp;amp;adurl=https://www.google.com/adsense/%3Fhl%3Den_US%26ai%3DBej5EBubaRomWN4WIsQLc7KngCYXP5ied_PDgAsWNtwEAEAEg_tv0BTgBUMHD9L4DYOmq4YPcDZgBjooBmAHInQygAZeVyP0DsgESd3d3LnNwZWVkeXRvd24uY29tyAEB2gFuaHR0cDovL3d3dy5zcGVlZHl0b3duLmNvbS9raW15b25nL2luZGV4LnBocC8yMDA3LzA0LzI4L2NhcmEtYmlqYWstbWVuaW5na2F0a2FuLXBlbmRhcGF0YW4tZGFyaS1nb29nbGUtYWRzZW5zZS-AAgGoAwM&amp;amp;ai=BpW7vBubaRomWN4WIsQLc7KngCYXP5ied_PDgAsWNtwEAEAEg_tv0BTgBUMvT2eX5_____wFg6arhg9wNmAGOigGYAcidDKABl5XI_QOyARJ3d3cuc3BlZWR5dG93bi5jb23IAQHaAW5odHRwOi8vd3d3LnNwZWVkeXRvd24uY29tL2tpbXlvbmcvaW5kZXgucGhwLzIwMDcvMDQvMjgvY2FyYS1iaWphay1tZW5pbmdrYXRrYW4tcGVuZGFwYXRhbi1kYXJpLWdvb2dsZS1hZHNlbnNlL4ACAagDAw" title="Ads by Google"&gt;Sign up for AdSense.&lt;/a&gt;  dari sini ?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5334378065360159907-1661783781084858586?l=neozonk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://neozonk.blogspot.com/feeds/1661783781084858586/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5334378065360159907&amp;postID=1661783781084858586' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/1661783781084858586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/1661783781084858586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://neozonk.blogspot.com/2007/09/cara-bijak-meningkatkan-pendapatan-dari.html' title='Cara bijak meningkatkan pendapatan dari Google Adsense'/><author><name>Azhie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18241605680782021681</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://bp2.blogger.com/_7xIkhssu--I/R7KH_KQG5eI/AAAAAAAAAAc/krOPV_bUCOg/S220/IMG_0480.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5334378065360159907.post-314917541086256516</id><published>2007-09-02T09:32:00.001-07:00</published><updated>2007-09-02T09:32:38.275-07:00</updated><title type='text'>Optimalkan fungsi channel di adsense</title><content type='html'>&lt;p&gt; Bagi anda yang ingin tahu apa itu dan apa fungsi channel pada google adsense, saya berikan sedikit gambarannya.&lt;br /&gt;Channel pada Adsense dapat anda optimalkan untuk memonitoring pendapatan anda di adsense per unit. Misalnya di dalam blog anda terdapat 3 unit iklan Adsense (ads unit), dan anda membuat 3 unit ads tersebut dengan nama-nama channel berbeda per unit. Maka anda dapat mengetahui ads unit mana yang produktif (bisa menghasilkan income lebih besar) dan mana ads unit yang mempunyai pendapatan / income yang lebih kecil. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-154"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi, anda dapat mengganti chanel yang berpendapatan minim dengan format yang lain (misalnya dengan iklan bergambar / image ads atau anda dapat mengganti / mengupdate isi blog yang didekatnya terdapat channel yang berpendapatan minim tersebut sampai ads unit tersebut anda rasakan cukup memberikan keuntungan pendapatan yang tinggi).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain itu, anda bisa menggunakan chanel Adsense sebagai HIT COUNTER pada blogger anda, sehingga anda tahu berapa jumlah halaman yang dikunjungi visitor anda, tetapi sayangnya anda tidak dapat mengetahui berapa jumlah persis jumlah visitor blog anda.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5334378065360159907-314917541086256516?l=neozonk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://neozonk.blogspot.com/feeds/314917541086256516/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5334378065360159907&amp;postID=314917541086256516' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/314917541086256516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/314917541086256516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://neozonk.blogspot.com/2007/09/optimalkan-fungsi-channel-di-adsense.html' title='Optimalkan fungsi channel di adsense'/><author><name>Azhie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18241605680782021681</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://bp2.blogger.com/_7xIkhssu--I/R7KH_KQG5eI/AAAAAAAAAAc/krOPV_bUCOg/S220/IMG_0480.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5334378065360159907.post-7726140207094743255</id><published>2007-09-02T09:28:00.000-07:00</published><updated>2007-09-02T09:30:42.028-07:00</updated><title type='text'>Kontera dan Adsense bisa berdampingan</title><content type='html'>&lt;p&gt; Beberapa bulan lalu saya baca artikel di forum digitalpoint yang membahas mengenai iklan-iklan apa saja yang boleh berdampingan dengan google adsense, disana terjadi perang argumen antara para member yang mempertanyakan apakah iklan kontera yang berbasis text inline ads ( in-text ads, contentlink atau apa saja deh sebutannya…) boleh dipasang bersamaan dengan google adsense, dan kebetulan salah satu pemilik situs pribadi terkenal mengklaim telah menanyakan kepada support teamnya adsense dan mendapatkan kepastian dari google adsense bahwa diizinkan iklan google adsense diletakkan bersama dengan kontera.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-159"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selang beberapa hari, ada salah satu member yang juga mengklaim mempertanyakan kepada adsense tentang hal itu, tetapi kali ini google adsense menyikapinya dengan jawaban lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Memang saya sendiri memilih tidak memasang iklan adsense di website ini berdampingan dengan kontera, tetapi berdasarkan pengalaman saya setelah surf ke website / webblog terkenal, banyak sekali yang menggunakan iklan adsense berbarengan dengan iklan kontera. &lt;/p&gt; Jadi saya simpulkan boleh-boleh saja, toh iklan adbrite yang berbasis inline ads sama saja dengan iklan kontera, dan diperbolehkan,&lt;br /&gt;ada juga iklan dari askjeeves yang sama juga menggunakan inline ads juga bisa disandingkan dengan iklan adsense&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5334378065360159907-7726140207094743255?l=neozonk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://neozonk.blogspot.com/feeds/7726140207094743255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5334378065360159907&amp;postID=7726140207094743255' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/7726140207094743255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/7726140207094743255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://neozonk.blogspot.com/2007/09/kontera-dan-adsense-bisa-berdampingan.html' title='Kontera dan Adsense bisa berdampingan'/><author><name>Azhie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18241605680782021681</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://bp2.blogger.com/_7xIkhssu--I/R7KH_KQG5eI/AAAAAAAAAAc/krOPV_bUCOg/S220/IMG_0480.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5334378065360159907.post-824782930376397739</id><published>2007-09-02T09:25:00.000-07:00</published><updated>2007-09-02T09:28:14.137-07:00</updated><title type='text'>info - Aturan baru jumlah link unit di Adsense</title><content type='html'>&lt;p&gt; Beberapa hari ini, topik ini sudah menjadi pembicaraan banyak orang, terutama di blog-blog terkenal,&lt;br /&gt;yang membahas mengenai SEM,SEO,tutorial,tips dan rahasia,informasi terbaru google adsense.&lt;br /&gt;Ternyata diakhir bulan Mei, Google Adsense memperbaharui isi aturan main untuk publisher Adsense, yaitu jumlah maksimum link unit yang sebelumnya hanya mengizinkan 1 link unit saja, menjadi 3 link unit per halaman. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-161"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi, ini merupakan kabar gembira yang patut disyukuri, mengingat link unit cukup efektif menambah / meningkatkan penghasilan bagi&lt;br /&gt;publisher karena tampilan link unit yang mirip-mirip “menu”, apalagi anda yang pintar mengcustomisasi warna dan bordernya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sumber :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;https://www.google.com/adsense/support/bin/answer.py?answer=48182&amp;sourceid=aso&amp;amp;subid=ww-en-et-asblog_2007-06-05&amp;amp;medium=link&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5334378065360159907-824782930376397739?l=neozonk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://neozonk.blogspot.com/feeds/824782930376397739/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5334378065360159907&amp;postID=824782930376397739' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/824782930376397739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/824782930376397739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://neozonk.blogspot.com/2007/09/info-aturan-baru-jumlah-link-unit-di.html' title='info - Aturan baru jumlah link unit di Adsense'/><author><name>Azhie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18241605680782021681</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://bp2.blogger.com/_7xIkhssu--I/R7KH_KQG5eI/AAAAAAAAAAc/krOPV_bUCOg/S220/IMG_0480.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5334378065360159907.post-8100039448417860985</id><published>2007-09-02T09:22:00.000-07:00</published><updated>2007-09-02T09:25:37.692-07:00</updated><title type='text'>Menggunakan Competitive Ad Filter memaksimalkan revenue</title><content type='html'>&lt;p&gt; Anda publisher Adsense tentu tahu fitur ini,&lt;br /&gt;mungkin di dalam pikiran anda, fitur ini hanya untuk memblok situs-situs Advertiser yang bisa “membahayakan” bisnis&lt;br /&gt;website / webblog anda.&lt;br /&gt;Tetapi pernah anda pikirkan dengan menggunakan fitur ini juga, anda bisa menghilangkan iklan-iklan google adsense yang&lt;br /&gt;kurang atau tidak produktif ? Mungkin iklan yang sudah terlalu sering tampil, iklan local (=advertiser yang targetnya indonesia) yang biasanya memasang bid yang kecil,&lt;br /&gt;yang jelas, bayaran CPC nya sangat kecil, bisa anda enyahkan dengan fitur Competitive Ad Filter ini.&lt;br /&gt;Tentunya, untuk mengoptimalkan fitur ini, ada baiknya anda juga menggunakan fitur Channel di Adsense,&lt;br /&gt;jadi scope iklan chanel adsense mana yang mempunyai paling kecil memberikan penghasilan bagi anda, dapat anda ketahui lebih mudah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-165"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagaimana menggunakan competitive ad filter?&lt;br /&gt;Sangat mudah saja,  setelah anda berhasil login, pilih di menu &lt;strong&gt;Adsense Setup&lt;/strong&gt;,&lt;br /&gt;kemudian langsung pilih Tab Bar &lt;strong&gt;Competitive Ad Filter&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Disana anda bisa memilih Adsense for Search atau Adsense for Content mana yang akan anda filter.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah itu akan muncul textarea yang besar untuk mengisi beberapa domain atau URL atau subdomain yang akan kita filter.&lt;br /&gt;nah, disitulah kita mengisikan domain / subdomain / URLnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Cukup mudah bukan ? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk mendapatkan alamat URL yang ingin kita filter, anda bisa membuka situs / blog anda yang berisi google ads yang sudah anda ketahui letaknya ataupun channelnya yang sudah anda keker.&lt;br /&gt;Tempelkan mouse anda pada iklan google tersebut. Kemudian right click pada mouse, maka di status bar window di browser anda akan muncul alamat URL tersebut yang panjang-panjang seperti contoh dibawah:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/iclk?sa=l&amp;ai=BggcRY113RsiTDZLwtALjlon_D_XM1SzZj_z2AsCNtwHAuAIQARgBILvX8ggoBDgAULnM2vP-_____wFg6arig-QNmAGv9agQoAHzoOb9A6oBCjM4NDE5NjA0MzayARdvbXlicml0bmV5LmJsb2dzcG90LmNvbboBCjMzNngyODBfYXPIAQHaAR9odHRwOi8vb215YnJpdG5leS5ibG9nc3BvdC5jb20vgAIBqAMByAMH6AO5AegDuAH1AwigAAA&amp;amp;num=1&amp;adurl=http://www.vibe.com/news/celebrity/person.html%3Fop%3Dartist%26category%3Dmusic%26a%3DQ2Fzc2ll%26amg%3DUCAgIDc4MTM4MQ%3D%3D%26id%3D11&amp;amp;client=ca-pub-9231553936823335&amp;nm=9 &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;maka berdasarkan contoh diatas, URL yang harus anda masukkan ke textarea di Adsense Setup competitive Ad Filter adalah :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;http://www.vibe.com/news/celebrity/person.html%3Fop%3Dartist%26category%3Dmusic%26a%3DQ2Fzc2ll%26amg%3DUCAgIDc4MTM4MQ%3D%3D%26id%3D11&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada baiknya anda juga membaca sumber tutorialnya dari Google Adsense Help Center:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;https://www.google.com/adsense/support/bin/static.py?page=adfilter.html&amp;amp;sourceid=aso&amp;subid=ww-ww-et-asui&amp;amp;medium=link#finding&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah selesai difilter, anda harus bersabar sekitar 4 jam sampai iklan adsense di blog anda yang difilter akan berefek.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Google Adsense juga menawarkan tool khusus yang mempermudah mengetahui URL anda yang akan difilter, di sini :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;https://www.google.com/adsense/previewtool&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5334378065360159907-8100039448417860985?l=neozonk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://neozonk.blogspot.com/feeds/8100039448417860985/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5334378065360159907&amp;postID=8100039448417860985' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/8100039448417860985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/8100039448417860985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://neozonk.blogspot.com/2007/09/menggunakan-competitive-ad-filter.html' title='Menggunakan Competitive Ad Filter memaksimalkan revenue'/><author><name>Azhie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18241605680782021681</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://bp2.blogger.com/_7xIkhssu--I/R7KH_KQG5eI/AAAAAAAAAAc/krOPV_bUCOg/S220/IMG_0480.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5334378065360159907.post-2978845575748257750</id><published>2007-09-02T08:35:00.000-07:00</published><updated>2007-09-02T09:19:54.574-07:00</updated><title type='text'>Bikin iklan Adsense tampil terus di blog berbahasa Indonesia</title><content type='html'>&lt;p&gt; Pada artikel kali ini saya mencoba memecahkan masalah yang sering dihadapi para publisher adsense,&lt;br /&gt;terutama para pembaca di blog ini yang sering mengalami masalah dengan iklan google adsense yang berbahasa Indonesia,&lt;br /&gt;namun ingin agar adsense ads-nya tampil terus (bukan iklan layanan masyarakat/public service ads).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mungkin ada beberapa trik saja yang bisa saya bagikan,tetapi itupun saya tidak bisa memberikan jaminan kalau-kalau&lt;br /&gt;iklan google adsense akan tampil terus di website / blog yang berbahasa indonesia,malaysia (melayu) ataupun bahasa yang&lt;br /&gt;tidak disupport google adsense.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-175"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seperti kita ketahui, setelah anda melakukan setup di account adsense anda, anda mendapatkan script (javascript) yang bisa&lt;br /&gt;anda insert ke dalam situs / blog anda. Dan memang untuk pertama kali muncul, akan muncul iklan layanan masyarakat seperti&lt;br /&gt;iklan sosial untuk badai katrina atau whateverlah… setelah tampilan kedua-ketiga-keempat kalinya,&lt;br /&gt;iklan adsense akan mencari iklan berdasarkan nama domain (baca : alamat website), nama file , meta keywords dan description,&lt;br /&gt;dan anda akan senang sekali jika ada iklan yang muncul (padahal website / blog anda berbahasa Indonesia) …&lt;br /&gt;tetapi setelah 2 hari berikutnya, iklan layanan masyarakat kembali muncul, dan andapun kembali frustasi).&lt;br /&gt;Anda tahu kenapa ? karena spider khusus milik Google Adsense (Mediapartners Google) sudah mencari iklan berdasarkan content website (blog) anda,&lt;br /&gt;jika tidak ditemukan kata-kata/kalimat yang sesuai dengan iklan yang tersedia di stok data advertiser mereka, maka tidak ada adsense ads yang akan muncul.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berikut ini kemungkinan-kemungkinan yang bisa membantu anda untuk mensiasati agar iklan adsense muncul terus di blog anda yang berbahasa Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Buatlah postingan artikel anda dengan permainan kata-kata yang bernilai komersial terutama dalam bahasa inggris diantara artikel anda, misalnya,&lt;br /&gt;   dalam postingan anda, anda mempunyai kalimat berbunyi seperti ini :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;   “Coba lihat gambar koleksi saya”, lebih baik anda gantikan seperti ini : “Coba lihat &lt;strong&gt;pics&lt;/strong&gt; hasil &lt;strong&gt;collection&lt;/strong&gt; saya”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Taruh link-link yang banyak kalau perlu , kemudiaan kasih nama link-link tersebut dengan nama berbahasa inggris, misalnya link blog ini, anda pasang di blog anda:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;   &lt;a href="http://speedytown.com/kimyong"&gt;&lt;strong&gt;Learn SEO,Adsense,Adbrite,Programming Language&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; dan&lt;br /&gt;   &lt;a href="http://www.speedytown.com/"&gt;&lt;strong&gt;Free Blog Service for freedom people&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; dan lain sebagainya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Bikin randomize words di postingan anda, tentunya randomize words tersebut harus berbahasa inggris, kalau bisa,&lt;br /&gt;kalimat2nya agak panjang, dengan bahasa program php, asp (jika server anda mensupportnya), perlscript, cgi. Untuk bahasa javascript saya tidak berani menjaminnya.&lt;br /&gt;   Maksud saya randomize words adalah kalimat-kalimat yang tampil secara acak.&lt;br /&gt;Tidak punya ide ? Saya punya, biasanya anda bisa mengambil kata-kata bijak (word of wisdom) dari orang-orang terkenal, seperti kata-kata bijak Nelson Mandela,&lt;br /&gt;Fidel Castro (kadang-kadang ada bijaknya), bung Karno, paus Yohanes, Ahmed Dinejad, Mao Tze Tung, Khomeini, SBY, Mahatir Muhammad, Albert Einstein, George Washington,&lt;br /&gt;   Abraham Lincoln terutama semua kata-kata bijak itu telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, atau ide lain yang mudah,&lt;br /&gt;jika anda seorang muslim, anda bisa mengambil ayat-ayat Al Quran atau Al Hadits yang telah ditranslate ke Inggris, jika anda seorang Kristen, anda bisa mengambil ayat-ayat Bible&lt;br /&gt;berbahasa Inggris seperti KJV dan lain-lain. Sekali lagi, untuk randomize words javascript saya tidak berani menjamin kemanjurannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4. Setting TITLE, META keywords dan description anda dengan kata-kata kunci yang berbahasa inggris komersial. Meta keywords terletak di antara tags HEAD.&lt;br /&gt;5. Taruh iklan google adsense di dalam frame (baca: iframe), dan file yang berada di dalam frame tersebut anda kasih judul berbahasa inggris, dengan META keywords dan description berbahasa inggris,&lt;br /&gt;   taruh hyperlink file yang berada di dalam frame tersebut di blog utama anda yang berbahasa indonesia tersebut. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Catatan, untuk point ke-4, anda harus menguasai dasar-dasar programming, jika anda menggunakan php,asp,perlscript,anda harus punya hosting sendiri.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5334378065360159907-2978845575748257750?l=neozonk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.google.com/adsense' title='Bikin iklan Adsense tampil terus di blog berbahasa Indonesia'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://neozonk.blogspot.com/feeds/2978845575748257750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5334378065360159907&amp;postID=2978845575748257750' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/2978845575748257750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/2978845575748257750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://neozonk.blogspot.com/2007/09/mendulang-dolar-di-internet-google.html' title='Bikin iklan Adsense tampil terus di blog berbahasa Indonesia'/><author><name>Azhie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18241605680782021681</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://bp2.blogger.com/_7xIkhssu--I/R7KH_KQG5eI/AAAAAAAAAAc/krOPV_bUCOg/S220/IMG_0480.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5334378065360159907.post-4544649774856474885</id><published>2007-09-02T08:08:00.000-07:00</published><updated>2007-09-02T08:09:42.516-07:00</updated><title type='text'>Kurikulum Satuan Pendidikan</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Kompas&lt;/span&gt; - Sejumlah sekolah mulai berusaha menggunakan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang mengacu pada Standar Isi yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan. &lt;span class="GramE"&gt;Sosialisasi dan pelatihan-pelatihan pun mulai diselenggarakan.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Namun, sejauh ini guru dan sekolah sebagai pelaksana masih &lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;meraba-raba&lt;/span&gt; penerjemahan kurikulum tersebut.&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Mereka juga &lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;khawatir&lt;/span&gt; kekurangan buku pegangan sebagai bahan ajar. &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Hasil &lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;pantauan&lt;/span&gt; ke sejumlah sekolah di &lt;span class="GramE"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;, pekan lalu, menunjukkan bahwa kesulitan dan &lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;kerumitan&lt;/span&gt; itu terutama dirasakan oleh guru di sekolah yang tidak sempat merasakan Kurikulum Berbasis Kompetensi (&lt;span class="SpellE"&gt;KBK&lt;/span&gt;).&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Tiba-tiba kini mereka diarahkan menjalankan kurikulum tingkat satuan pendidikan.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Belum diterapkan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Maemunah&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; selaku Kepala SD Negeri &lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Palmerah&lt;/span&gt; 07 Pagi, Jakarta Barat, &lt;span class="SpellE"&gt;mengaku&lt;/span&gt; sudah mendapatkan penjelasan terkait dengan pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan.&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Begitu pun sejumlah guru dan kepala sekolah yang ditemui terpisah.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;“Saya sempat ikut sosialisasi yang diadakan Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Informasinya, di Jakarta pelaksanaan penuh kurikulum tingkat satuan pendidikan mulai tahun ajaran 2007.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Akan tetapi, sekolah kami sendiri berkeinginan untuk memulai pelaksanaan kurikulum tersebut pada semester dua tahun ajaran ini supaya sekaligus &lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;mempraktikkan&lt;/span&gt; penggunaannya,” kata &lt;span class="SpellE"&gt;Maemunah&lt;/span&gt;. &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Dengan adanya kurikulum tingkat satuan pendidikan itu, nantinya setiap sekolah mempunyai kurikulum berbeda-beda.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Badan Standar Nasional Pendidikan (&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;BSNP&lt;/span&gt;) hanya memberikan standar kompetensi dan kompetensi dasar untuk tiap mata pelajaran, sebagaimana tertuang dalam Standar Isi yang sudah ditetapkan melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional. &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Bagi guru-guru di SD Negeri &lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Palmerah&lt;/span&gt; 07 Pagi, perubahan itu cukup menyulitkan mengingat selama ini mereka menggunakan Kurikulum 1994.&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Sebaliknya, bagi sekolah yang telah menerapkan Kurikulum 2006—lebih dikenal sebagai &lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;KBK&lt;/span&gt;, kesulitan yang mereka rasakan tidak terlalu besar. &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Mochamad&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Nasir&lt;/span&gt;, guru kelas VI SD Negeri &lt;span class="SpellE"&gt;Palmerah&lt;/span&gt; 07 Pagi, mengakui hal itu. Kalau pada Kurikulum 1994 materi yang &lt;span class="GramE"&gt;akan&lt;/span&gt; disampaikan pada tiap mata pelajaran telah dirinci secara detail, pada kurikulum tingkat satuan pendidikan ternyata tidak demikian. &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;“Yang ada hanya standar kompetensi dan kompetensi dasar sehingga ada yang &lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;menyebutnya&lt;/span&gt; kurikulum dua kolom.&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Materi yang akan disampaikan selama satu semester, indikator, dan bahan ajar harus dirancang sendiri oleh sekolah dan guru,” &lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;ujarnya&lt;/span&gt;. &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Sebaliknya bagi &lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Ngajio&lt;/span&gt;, guru di SD Negeri &lt;span class="SpellE"&gt;Palmerah&lt;/span&gt; 15 Pagi, yang sebelumnya telah menjalankan &lt;span class="SpellE"&gt;KBK&lt;/span&gt;.&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Ia&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mengaku&lt;/span&gt; lebih mudah &lt;span class="SpellE"&gt;beradaptasi&lt;/span&gt; dengan model kurikulum baru tersebut. &lt;span class="GramE"&gt;Waktu menjalankan &lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;KBK&lt;/span&gt;, kata &lt;span class="SpellE"&gt;Ngajio&lt;/span&gt;, guru bahkan telah belajar mengembangkan indikator-indikator pembelajaran dan menyusun langkah-langkah belajar. &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Menurut Ketua Federasi Guru Independen Indonesia &lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Suparman&lt;/span&gt;, kurikulum tingkat satuan pendidikan membutuhkan pemahaman dan keinginan sekolah untuk mengubah kebiasaan lama, yakni terlalu bergantung pada birokrasi. &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;“Jangan-jangan nanti sekolah hanya &lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;menduplikasi&lt;/span&gt; isi kurikulum lama tanpa memanfaatkan peluang yang ada untuk mengembangkan sekolah,” kata guru SMA Negeri 17 Jakarta ini.&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Bandung&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;curi&lt;/span&gt; peluang&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Ketika guru-guru di Jakarta masih sibuk dengan program sosialisasi, langkah maju justru terjadi di &lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Kota&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Bandung&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Guru-guru di sini malah telah &lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;mendeklarasikan&lt;/span&gt; penggunaan kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk tahun ajaran 2006/2007. &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;“Penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan merupakan satu peluang bagi sekolah untuk mengurus diri sendiri, tidak hanya untuk manajemen sekolah, tetapi juga secara akademis,” kata Cucu &lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Saputra&lt;/span&gt;, Kepala SMA Negeri 3 Bandung.&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;  &lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Hanya saja, diakuinya bahwa penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan perlu proses karena sudah terlalu lama sekolah diatur oleh pemerintah. Sekolah &lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;butuh&lt;/span&gt; sosialisasi dan proses pengalaman. &lt;span class="GramE"&gt;“Pelatihan-pelatihan sudah ada, namun lebih banyak &lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;digagas&lt;/span&gt; oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran alias &lt;span class="SpellE"&gt;MGMP&lt;/span&gt;,” &lt;span class="SpellE"&gt;ujarnya&lt;/span&gt;. (&lt;span class="SpellE"&gt;INE&lt;/span&gt;)&lt;/p&gt; Sumber: &lt;a href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0609/11/humaniora/2943084.htm" title="Kompas" target="_blank"&gt;Kompas, Senin, 11 September 2006&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5334378065360159907-4544649774856474885?l=neozonk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://neozonk.blogspot.com/feeds/4544649774856474885/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5334378065360159907&amp;postID=4544649774856474885' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/4544649774856474885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/4544649774856474885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://neozonk.blogspot.com/2007/09/kurikulum-satuan-pendidikan.html' title='Kurikulum Satuan Pendidikan'/><author><name>Azhie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18241605680782021681</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://bp2.blogger.com/_7xIkhssu--I/R7KH_KQG5eI/AAAAAAAAAAc/krOPV_bUCOg/S220/IMG_0480.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5334378065360159907.post-7678827670328912788</id><published>2007-09-02T08:07:00.000-07:00</published><updated>2007-09-02T08:08:12.180-07:00</updated><title type='text'>Kenapa Guru perlu Nge-Blog?</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica;"&gt;Blog menjadi fenomena belakangan ini, apalagi setelah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;seminar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Blogging, Journalism, and Credibility: Battleground and Common Ground&lt;/span&gt;” di Universitas Harvard, AS, pada Januari 2006. Dimana persaingan bloggers dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;journalists sempat mengemuka, karena &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;mengingat reportase dan jurnalisme blak-blakan dapat dilakukan lewat blog, sehingga tak jarang para jurnalis dari mainstream publication merasa tersaingi. Mengapa? Sebab, mereka kehilangan monopoli dan kendali atas reportase suatu berita. Ini bukan hanya menyangkut cara reportasenya, tetapi juga dalam memilih apa yang cocok dan disukai publik, kata Eason Jordan, senior editor dan jurnalis dari CNN Network.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial,helvetica;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Power of Blog&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial,helvetica;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dalam konferensi para jurnalis di Universitas Harvard, terungkap enam pilar kunci yang membedakan blogging dengan saluran komunikasi lainnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Publishable&lt;/span&gt;. Anda dapat langsung mem-posting berita. Mudah,  murah, dan dapat dibaca di mana pun.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Findable&lt;/span&gt;. Mudah ditemukan lewat situs pencari, berdasarkan subjek, nama penulis, atau keduanya. Makin tambun suatu blog, makin digemari.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Social&lt;/span&gt;. Blogosphere cirinya adalah cuap-cuap. Percakapan yang menarik berdasarkan topik beralih dari suatu situs ke situs web, nge-link dari suatu link ke link lain. Melalui blog, mereka yang memiliki minat yang sama dapat membangun network atau berita lintas geografi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Viral&lt;/span&gt;. Informasi menyebar lebih cepat melalui blog dibanding news service. Saat ini tak ada viral marketing yang dapat menyetarakan kecepatan dan efisiensi suatu blog.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Syndicatable&lt;/span&gt;. Content yang kaya mudah disindikasikan oleh siapa saja. Bayangkan dunia penuh dengan orang pandai, dan, lewat media blog, ribuan informasi yang tersebar dapat didapat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Linkable&lt;/span&gt;. Setiap blog nge-link ke yang lain, memiliki akses ke puluhan juta orang yang mengunjungi blogosphere setiap hari yang bercirikan komunikasi internet dua arah. Media blog itu bak supermarket tabloid, demikian Dan Gillmor, penulis buku We the Media.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="font-family: arial,helvetica;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mengingat kekuatan dari blog tersebut, saya berpikir kiranya seorang guru perlu nge-blog, kenapa? Karena blog adalah media yang paling OK disamping untuk menambah wawasan sekaligus untuk eksistensi diri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial,helvetica;" align="justify"&gt;Kok bisa? Tentu saja, sebab dalam blog bisa;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Menuliskan apapun tentang kegiatan di sekolah seperti; menceritakan kegiatan belajar yang menyenangkan bersama murid-murid, menceritakan inovasi dalam metode mengajar yang memang menarik minat dan bisa jadi contoh bagi guru-guru yang lain untuk dipraktekkan di kelas mereka, menuliskan uneg-uneg akan protes kebijakan sekolah selain jadi bahan melepas stres juga bisa sebagai ancang-ancang berargumen dengan kepala sekolah/kepala yayasan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bisa menjadi cermin evaluasi diri karena tulisan-tulisan kita juga dikomentari oleh berbagai orang dengan berbagai sudut pandang sehingga kita juga belajar memahami berbagai karakter orang dan sudut pandang seseorang menyikapi masalah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menguji kualitas tulisan-tulisan. Posting sebuah tulisan di blog. Kalau banyak orang yang menyukainya, maka sukses jadi penulis yang berbakat. Jika tak ada yang suka, berarti harus belajar lebih giat lagi untuk membuat tulisan yang menarik. Intinya, aktivitas blogging bisa menjadi sarana yang sangat jitu untuk mengevaluasi kualitas dan kemampuan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bisa menjadi ajang sosialisasi dan menyusun kekuatan opini apalagi dengan teknologi sindikasi berita, link dan mesin pencari sekarang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Siapa tahu curhat, opini, dan protes-protes selama yang ditulis bisa jadi buku, sekaligus jadi pendapatan sampingan juga kan?&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Pada pernyataan kesatu dan terakhir saya memberi perhatian lebih karena ketika saya bertemu &lt;a href="http://www.torey-hayden.com/"&gt;Torey Hayden&lt;/a&gt; (penulis novel Sheila) di Jakarta 9 September 2004 yang lalu, saya berpikir keras kenapa guru-guru di Indonesia tidak bisa mengikuti jejaknya? Saya pikir pasti bisa dan pasti akan banyak penulis-penulis yang memang berasal dari guru. Ternyata guru perlu media yang bisa menjadi ruang berkreasinya.&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;APA ITU BLOG? (Sebuah Catatan Sebelum nge-Blog)&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;Sebuah Weblog , Web log atau singkatnya Blog , adalah sebuah aplikasi web yang memuat secara periodik tulisan-tulisan (posting) pada sebuah webpage umum. Posting-posting tersebut seringkali dimuat dalam urutan posting secara terbalik, meskipun tidak selamanya demikian. Situs web semacam itu biasanya dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Media Blog pertama kali di populerkan oleh &lt;a href="http://blogger.com/"&gt;Blogger.com&lt;/a&gt; , yang dimiliki oleh PyraLab sebelum akhirnya PyraLab diakuisi oleh &lt;a href="http://google.com/"&gt;Google.Com&lt;/a&gt; pada akhir tahun 2002.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Blog mempunyai fungsi yang sangat beragam, dari sebuah catatan harian sampai dengan media publikasi dalam sebuah kampanye politik, program-program media dan korporasi. Sebagian blog dipelihara oleh seorang penulis tunggal, sementara sebagian lainnya oleh beberapa penulis. Banyak juga weblog yang memiliki fasilitas interaksi dengan para pengunjungnya, yang dapat memperkenankan para pengunjungnya untuk meninggalkan komentar atas isi dari tulisan yang dipublikasikan, namun demikian ada juga yang yang sebaliknya atau yang bersifat non-interaktif. Situs-situs web yang saling berkaitan berkat weblog, atau secara total merupakan kumpulan weblog sering disebut sebagai blogosphere . Bilamana sebuah kumpulan gelombang aktifitas, informasi dan opini yang sangat besar mengerupsi beberapa subyek atau sangat kontroversi dalam blogoshpere, maka hal itu sering disebut sebagai blogstorm atau badai blog.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena semakin banyaknya pengguna fasilitas blog dan seringnya para pengguna blog yang sering berkunjung ke blog lain, maka lazim dibentuk sebuah organisasi atau komunitas kumpulan blogger.&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;strong&gt;Sejarah Blog &lt;/strong&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;Blog pertama kemungkinan besar adalah halaman What’s New pada browser Mosaic yang dibuat oleh&lt;em&gt; Marc Andersen&lt;/em&gt; pada tahun 1993. Kalau kita masih ingat, &lt;em&gt;Mosaic&lt;/em&gt; adalah browser pertama sebelum adanya &lt;em&gt;Internet Explorer&lt;/em&gt; bahkan sebelum &lt;em&gt;Netscape&lt;/em&gt; . Kemudian pada Januari 1994, &lt;em&gt;Justin Hall&lt;/em&gt; memulai website pribadinya &lt;strong&gt;Justin’s Home Page&lt;/strong&gt; yang kemudian berubah menjadi&lt;strong&gt; Links from the Underground&lt;/strong&gt; yang mungkin dapat disebut sebagai Blog pertama seperti yang kita kenal sekarang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hingga pada tahun 1998, jumlah Blog yang ada diluar sana belumlah seberapa. Hal ini disebabkan karena saat itu diperlukan keahlian dan pengetahuan khusus tentang pembuatan website, HTML, dan web hosting untuk membuat Blog, sehingga hanya mereka yang berkecimpung di bidang Internet, System Administrator atau Web Designer yang kemudian pada waktu luangnya menciptakan Blog-Blog mereka sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada Agustus 1999 sebuah perusahaan Silicon Valley bernama &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pyra Lab&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; meluncurkan layanan &lt;strong&gt;Blogger.com&lt;/strong&gt; yang memungkinkan siapapun dengan pengetahuan dasar tentang HTML dapat menciptakan Blog-nya sendiri secara online dan gratis. Walaupun sebelum itu (Juli 1999) layanan membuat Blog online dan gratis yaitu &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pitas&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; telah ada dan telah membuat Blogger bertambah hingga ratusan, tapi jumlah Blog tidak pernah bertambah banyak begitu rupa sehingga Blogger.com muncul di dunia per-blog-an. Blogger.com sendiri saat ini telah memiliki hingga 100.000 Blogger yang menggunakan layanan mereka dengan pertumbuhan jumlah sekitar 20% per bulan. Blogger.com dan Pitas tentu tidak sendirian, layanan pembuat blog online diberikan pula oleh &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Grouksoup&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Edit this Page&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; dan juga &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Velocinews&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejak saat itu Blog kian hari kian bertambah hingga makin sulit untuk mengikutinya. Ribuan Blog kemudian bermunculan dan masing-masing memilih topik bahasannya sendiri, dimulai dari bagaimana menjadi orang tua yang baik, hobi menonton film, topik politik, kesehatan, sex, olahraga, buku komik dan banyak macam-macam lagi. Blog adalah daerah kekuasan si Blogger-nya tanpa ada editor atau boss yang ikut campur, tema segila apapun biasanya dapat kita temukan sejalan dengan makin bermunculannya Blog di Internet. Dan ya, ide itu telah terpikirkan, Blogger bahkan sekarang telah membuat Blog dari Blog, dan bahkan Blog dari Blog dari Blog.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lalu apa gunanya membuat Blog? Apa yang mungkin didapatkan oleh seorang Blogger dalam usaha mengurus Blognya? &lt;strong&gt;Rabecca Blood&lt;/strong&gt; menulis bahwa setelah ia membuat Blog-nya ada dua efek samping yang terjadi yang tidak ia perkirakan sebelumnya. Pertama ia menemukan kembali minatnya semenjak ia mulai membuat Blog. Dan hal kedua yang lebih penting, ia mulai lebih menghargai cara pandangnya sendiri.&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;strong&gt;Kamus Singkat nge-Blog &lt;/strong&gt;&lt;/h2&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Blog&lt;/strong&gt; adalah suatu diary online yang dibuat melalui internet atau web oleh individu (perseorangan). Kebanyakan blog dipelihara oleh orang-orang yang hanya sedikit tahu tentang desain website atau website development.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Blogger&lt;/strong&gt; adalah seseorang yang mempunyai dan memelihara sebuah blog yang dibuatnya sendiri .&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Blogging&lt;/strong&gt; adalah aktivitas meng -update sebuah blog oleh seseorang yang memelihara posting blog ( biasanya oleh orang yang tidak professional).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Blog posting&lt;/strong&gt; adalah informasi yang diletakkan pada sebuah blog yang secara kronologis dilakukan bersamaan dengan penambahan feature.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Weblog&lt;/strong&gt; adalah nama lain untuk blog . Terminologi blog dipandang lebih baik daripada weblog .&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;h2&gt;Membuat Blog Sendiri&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;Seberapa susah membuat blog? Tidak lebih susah dari membuat email. Artinya kalau Anda memiliki email –dan membuat sendiri- biasanya akan terbiasa dengan pengisian form-form pendaftarannya. Sudah banyak website-website yang menyediakan layanan blog bagi anggotanya. Tapi sebagai pertimbangan, bisa dipikirkan hal-hal apa saja yang perlu digunakan dalam memilih blog.&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;akses cepat,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;mudah digunakan,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;ada fasilitas umpan balik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;ada sindikasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;punya koleksi template yang sudah jadi,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;bisa diutak-atik (templatenya)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Berikut ini daftar website yang memberikan layanan weblog bagi anggotanya:&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;Blogger atau Blogspot&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Blogger merupakan layanan blog gratisan yang lebih stabil dari yang lain-lainnya mungkin karena sekarang dia telah dibeli ( menjadi bagian dari ) Google. Dilengkapi builtin editor yang digunakan untuk menulis artikel karena dia sederhana dan ada fitur toggle untuk preview dan edit HTML.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bisa diakses di &lt;a href="http://www.blogger.com/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/"&gt;http://www.blogger.com&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; . Kelemahan blogger adalah adanya fitur yang hilang, yaitu fitur statistik. Tadinya fitur ini ada, tapi dihilangkan karena oleh Blogger.com dianggap memberatkan system mereka. Sehingga perlu sedikit tenaga ekstra memasang statistik sendiri, sudah banyak yang menyediakan statistik yang gratisan sehingga tinggal copy &amp; paste saja. Oh, ya fungsi dari statistik ini adalah untuk mengetahui jumlah pengunjung yang datang dan membaca artikel di blog. Kelemahan lainnya adalah tidak menyediakan fitur tagboard (papan chatting) dan penyimpanan gambar.&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;Blogdrive&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Blogdrive yang beralamat di &lt;a href="http://www.blogdrive.com/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://www.blogdrive.com/"&gt;http://www.blogdrive.com&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; merupakan weblog yang cukup stabil dengan jumlah anggota yang lumayan banyak. Layananya hampir sama dengan blogger. Keunggulannya adalah adanya fasilitas tagboard dan ruang penyimpanan gambar. Namun koleksi template desainnya lebih terbatas dan tidak sebagus di blogger.&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;WordPress.com&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Layanan yang bisa diakses di &lt;a href="http://www.wordpress.com/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://www.wordpress.com/"&gt;http://www.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; ini menggunakan software wordpress. Software ini merupakan software khusus dalam membuat weblog. Kebaikan layakan wordpress.com, sudah ada fitur statistiknya meskipun masih belum sempurna. Keburukan layanan wordpress.com adalah templatenya yang masih terbatas dibandingkan bila menggunakan software ini pada situs yang dikelola sendiri (membeli domain dan hosting).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wordpress memang software blog yang sangat ampuh sehingga tidak jarang banyak web-web blog yang lain menggunakan software ini sebagai layanan di web mereka.&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;Blogsome&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Weblog ini menggunakan software wordpress. Kebagusan blogsome adalah dia menggunakan wordpress sebagai basisnya. Kekurangannya adalah template tema yang terbatas. Bisa diakses di &lt;a href="http://www.%20blogsome.com/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://www./"&gt;http://www.&lt;/a&gt; blogsome.com&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;Edublogs.org&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Blog ini dikhususkan bagi kalangan pendidikan, dengan masih menggunakan software wordpress, bisa diakses di &lt;a href="http://www.edublogs.org/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://www.edublogs.org/"&gt;http://www.edublogs.org&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;Efx2.com&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Fitur tampilannya lebih berkesan fleksibel dan modern. Desain bisa diubah secara total atau hanya per-blok. Sebagai contoh, bisa mengubah desain untuk kolom bagian kanan saja dengan pergi ke menu untuk desain. Akses ke efx2.com juga relatif cepat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Suasana komunitas di efx2.com juga sangat kental. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Anggota saling mengunjungi blog&lt;/span&gt; . (Sebetulnya suasana ini juga ada di multiply.com) Fitur templatenya juga cukup fleksibel. bisa diakses di &lt;a href="http://www.efx2.com/"&gt;http://www.efx2.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;Jurnal di Multiply&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Multiply lebih mirip disebut jurnal dari pada sebuah blog, karena layanan multiply lebih bersifat komunitas -seperti friendster- (akan tetapi untuk kalangan yang lebih “tua”). Layanan multiply memberikan fitur blog dalam bentuk “jurnal”. Selain itu juga ada kolom untuk melakukan review. Bisa di akses di &lt;a href="http://www.multiply.com/"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.multiply.com/"&gt;http://www.multiply.com&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;Blog di Friendster&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Semula Friendster tidak menyediakan layanan blog, namun belakangan mereka yang awalnya adalah web komunitas menyediakan juga fasilitas blog. Namun mayoritas pengguna Friendster adalah ABG.&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;Blog di Yahoo 360&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Seakan tidak mau kalah dengan friendster, Yahoo pun membuat fitur weblog. Cukup dengan hanya memiliki account email di yahoo. Namun kelemahan dari Yahoo 360 -&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dan juga Blog Friendster&lt;/span&gt;-, karena mereka menyediakan blog bukan sebagai fasilitas utama sehingga kemampuan-kemampuan andalan dari blog seperti sindikasi tidak diperhatikan, selain itu untuk komunitas pun belum terlalu banyak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebenarnya masih banyak layanan weblog yang lain, namun saya memilihkan beberapa yang sudah sangat dikenal luas dan komunitas yang sudah cukup baik. Sekarang terserah bagaimana kesukaan saja dalam memilih akan nge-Blog dimana.&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;Komunitas Blog&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;Saat ini, weblog tidak hanya menjadi sebuah fenomena teknologi, namun telah berubah menjadi gaya hidup (&lt;em&gt; life style&lt;/em&gt; ). Jika beberapa tahun lalu orang berlomba-lomba membuat situs pribadi (yang mempopulerkan beberapa layanan situs gratisan seperti &lt;strong&gt;Geocities&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Tripod&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;AngelFire&lt;/strong&gt;, dan sebagainya), maka sekarang adalah jamannya weblog. Weblog tampaknya lebih menggiurkan ketimbang situs pribadi konvensional, karena pengelolaan content-nya yang sangat mudah, cepat, dan praktis. Coba bandingkan dengan situs pribadi yang dibangun secara manual dengan bahasa HTML standar، ءukup merepotkan. Mungkin inilah sebabnya, jumlah pemilik weblog jauh lebih banyak ketimbang pemilik situs pribadi konvensional.&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Bandung Blog Village&lt;/strong&gt; -komunitas weblog Bandung- (&lt;a href="http://bbv.or.id/"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://bbv.or.id/"&gt;http://bbv.or.id/&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Angkringan&lt;/strong&gt; -komunitas weblog Yogyakarta- (&lt;a href="http://www.angkringan.or.id/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://www.angkringan.or.id/"&gt;http://www.angkringan.or.id/&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Blogger Family&lt;/strong&gt; (&lt;a href="http://blogfam.com/"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://blogfam.com/"&gt;http://blogfam.com/&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Indonesian Muslim Blogger&lt;/strong&gt; (&lt;a href="http://blog.muslimblog.net/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://blog.muslimblog.net/"&gt;http://blog.muslimblog.net/&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;)&lt;br /&gt;dan sebagainya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Sebagai gaya hidup, komunitas weblog pun semakin banyak yang tumbuh di internet. Nah, jika tidak mau ketinggalan dengan salah satu fenomena yang sedang ngetrend di internet, memiliki situs pribadi yang berisi catatan harian, segeralah membangun blog. Jika perlu, bergabunglah dengan komunitas blog yang disukai, untuk memperluas pergaulan Anda di dunia maya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selamat nge-Blog.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5334378065360159907-7678827670328912788?l=neozonk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://neozonk.blogspot.com/feeds/7678827670328912788/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5334378065360159907&amp;postID=7678827670328912788' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/7678827670328912788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/7678827670328912788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://neozonk.blogspot.com/2007/09/kenapa-guru-perlu-nge-blog.html' title='Kenapa Guru perlu Nge-Blog?'/><author><name>Azhie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18241605680782021681</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://bp2.blogger.com/_7xIkhssu--I/R7KH_KQG5eI/AAAAAAAAAAc/krOPV_bUCOg/S220/IMG_0480.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5334378065360159907.post-3241092960704221487</id><published>2007-09-02T08:05:00.000-07:00</published><updated>2007-09-02T08:11:41.363-07:00</updated><title type='text'>Perihal Postingan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dalam blog saya ini terdapat beberapa artikel hasil forwarding dari berbagi blog lain, ini dimaksudkan untuk menambahkan cabang agar semua pengguna internet dapat mudah menemukan informasi atau artikel khususnya di bidang keteknologi pendidikan, semoga artikel-artikel forwarding ini bisa dijadikan referensi yang bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5334378065360159907-3241092960704221487?l=neozonk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://neozonk.blogspot.com/feeds/3241092960704221487/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5334378065360159907&amp;postID=3241092960704221487' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/3241092960704221487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/3241092960704221487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://neozonk.blogspot.com/2007/09/perihal-postingan.html' title='Perihal Postingan'/><author><name>Azhie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18241605680782021681</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://bp2.blogger.com/_7xIkhssu--I/R7KH_KQG5eI/AAAAAAAAAAc/krOPV_bUCOg/S220/IMG_0480.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5334378065360159907.post-178188025348853657</id><published>2007-09-02T08:02:00.000-07:00</published><updated>2007-09-02T08:04:29.786-07:00</updated><title type='text'>Revisi KBK -Cermin Ketidaksiapan Pemerintah dalam Mengelola Pendidikan</title><content type='html'>&lt;div class="entry"&gt;      &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;Berita terakhir yang diterima adalah, Pemerintah akan segera merevisi Kurikulum Berbasis Kompetensi dan segera menerbitkan kurikulum baru karena KBK dinilai malah memperberat tugas guru karena membebani guru dengan urusan administratif. Penulisan rapor yang terlalu rumit membuat guru tidak maksimal dalam mengajar.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-6"&gt;&lt;/span&gt;Selanjutnya pemerintah menyiapkan kurikulum baru yang nantinya ada standar kompetensi lulusan (SKL) sehingga tiga ujian yang akan menentukan kelulusan seorang siswa, yaitu ujian guru, ujian sekolah (US) dan ujian nasional (UN). Kalau UN lulus, tapi US dan ujian guru tidak lulus, siswa yang bersangkutan dinyatakan tidak lulus. Guru menyelenggarakan ujian untuk kelompok mata pelajaran kepribadian, estetika, pendidikan agama, dan pendidikan jasmani/kesehatan. US untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi, sedangkan UN tetap untuk tiga mata pelajaran yakni matematika, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris.&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;***&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bila melihat seperti apa kurikulum baru pengganti KBK nanti bukankah akan menambah kebingunan dan kesulitan bagi guru dan juga sekolah nantinya? Dan akhirnya berdampak pada masyarakat dalam hal ini orang tua dan siswa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekolah direpotkan dengan adanya tiga ujian yang akan menentukan kelulusan seorang siswa, yaitu ujian guru, ujian sekolah (US) dan ujian nasional (UN). Otomatis siswa juga akan semakin dihantui perasaan kegagalan karena harus menyiapkan tenaga ekstra menghadapi berbagai ujian yang akan dihadapi. Guru pun semakin dipersulit karena harus menyiapkan pada tugas administratif seperti membuat soal ujian dan otomatis menyeleksinya selain tugas utamanya mengajar yang sudah sangat menyita waktunya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebenarnya menurut saya KBK atau kurikulum apapun itu bagus KALAU semua pihak berperan sebagaimana mestinya. Guru janganlah dibebankan urusan administrasi dan evaluasi. Biar fungsi itu ada pada guru bidang media dan kurikulum (seperti guru BP tapi dia bertanggung jawab pada urusan media dan kurikulum sekolah). Sebab sudah ada jurusan KURIKULUM dan TEKNOLOGI PENDIDIKAN di hampir semua kampus penghasil tenaga kependidikan (baca: ex IKIP dan UPI yang sampai kini perannya belum jelas di dalam sistem pendidikan dan persekolahan).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya melihat seharusnya fungsi sekolah seperti rumah sakit, ketika pasien datang ke Unit Gawat Darurat sudah ada perawat, dokter, dikter bedah, ahli anastesi, apoteker yang menangani. Dokter tidak akan melakukan bedah sendiri atau anastesi sendiri karena ada yang bertanggung jawab atas itu. Begitu juga guru, SEHARUSNYA tidak bertanggung jawab terhadap tugas membuatan media, administrasi dan evaluasi karena sudah ada yang bertanggung jawab atas itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sehingga mau seperti apapun kurikulum yang akan dipakai, bila sistem yang akan menanganinya sudah jelas dan tidak bertumpu pada tugas guru saja. Karena permasalahannya bukan pada kururikulum apa yang akan dipakai tapi seberapa besar wewenang dan tanggung jawab guru dalam mengajar, dan seyogyanya guru tak lagi direpotkan dengan tugas pembuatan media, administrasi, dan evaluasi. Guru tinggal hanya mengembangkan gagasan-gagasannya saja selanjutnya dibuat kongkrit oleh para pembuat, administrator, dan evaluator.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5334378065360159907-178188025348853657?l=neozonk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://neozonk.blogspot.com/feeds/178188025348853657/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5334378065360159907&amp;postID=178188025348853657' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/178188025348853657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334378065360159907/posts/default/178188025348853657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://neozonk.blogspot.com/2007/09/revisi-kbk-cermin-ketidaksiapan.html' title='Revisi KBK -Cermin Ketidaksiapan Pemerintah dalam Mengelola Pendidikan'/><author><name>Azhie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18241605680782021681</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://bp2.blogger.com/_7xIkhssu--I/R7KH_KQG5eI/AAAAAAAAAAc/krOPV_bUCOg/S220/IMG_0480.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
