Sabtu, 04 Februari 2017

Pemerintah Membangun 11 SLB Baru Tahun Ini

Ilustrasi (www.solopos.com)

Ilustrasi (www.solopos.com)

PADA tahun ini pemerintah akan membangun 11 unit sekolah luar biasa (SLB) di 11 lokasi berbeda. Hal tersebut dilakukan untuk mempercepat dan memperluas akses pendidikan kepada anak-anak berkebutuhan khusus. Pasalnya, hingga saat ini baru sekitar 18 persen anak berkebutuhan khusus yang mencicipi bangku sekolah.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, pemerintah juga akan memperbanyak sekolah inklusi untuk meningkatkan pelayanan pendidikan. Menurut dia, pemerintah terus berusaha untuk mewujudkan semua anak bangsa memeroleh pendidikan formal.

Ia mengatakan, peningkatan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus itu masuk dalam program prioritas. “Kami harus memastikan anak-anak berkebutuhan khusus ini dapat mengembangkan potensinya agar mereka berkembang, menjadi mandiri, dan dapat diterima oleh masyarakat,” ujar Muhadjir di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Jumat, 3 Februari 2017.

Ia menuturkan, dalam pengembangan pendidikan, para pelaku pendidikan harus memegang paradigma pendidikan, yakni “Pendidikan untuk Semua”. Dengan paradigma ini, ucap dia, masyarakat secara perlahan akan terhindar dari praktik-praktik diskriminatif dalam melakukan pengembangan pendidikan. Ia berharap, para orang tua siswa menyekolahkan anaknya yang berkebutuhan khusus.

“Pemerintah juga membentuk sekolah inklusi agar anak-anak berkebutuhan khusus dapat bersekolah bersama-sama anak-anak regular lainnya. Dengan begitu anak-anak berkebutuhan khusus tidak ketergantungan bersekolah di SLB saja. Saya juga mendorong kepada keluarga-keluarga agar menyekolahkan anak-anaknya di sekolah di daerahnya,” katanya.

Ia menyatakan, untuk membantu kelangsungan sekolah inklusi, pemerintah akan memberikan insentif. Pemerintah juga akan meminta kepada sekolah inklusi untuk secara aktif mencari anak-anak berkebutuhan khusus di lingkungannya. Mendikbud optimistis, dengan adanya SLB dan sekolah inklusi, masyarakat tidak akan lagi diskriminatif terhadap anak-anak berkebutuhan khusus. “Sehingga anak-anak kita tersebut akan belajar untuk bergaul dengan masyarakat luas,” ujarnya.(pikiran-rakyat.com)



from Siap Belajar http://ift.tt/2l528tb
via IFTTT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar