DIRJEN Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas) Kemdikbud, Harris Iskandar, mengatakan meski angka melek huruf di Indonesia tinggi namun masih rendahnya minat dan daya baca masyarakat cukup memprihatinkan.
Bahkan, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Central Connecticut State University terkait minat baca menempatkan Indonesia di posisi 60 dari 61 negara, hanya setingkat di atas Botswana.
Sovan Ganguly, Global Business Unit Head for Consumer dari Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas yang membawahi brand SiDu, dalam kesempatan sama mengungkapkan partisipasi dalam acara tahunan tersebut karena ingin ambil bagian dalam mendukung perkembangan literasi di Indonesia.
“Kami mendukung program pemerintah dan segenap pihak terkait, guna mendorong masyarakat Indonesia mencintai kegiatan membaca dan menulis,” katanya.
Sovan mengatakan peran SiDU dalam pengembangan dunia literasi di Indonesia antara lain melalui penyediaan produk yang berkualitas dan menyenangkan, penyediaan platform atau kegiatan terkait literasi, serta penyelenggaraan forum yang akan memantik minat membaca dan menulis masyarakat, khususnya generasi muda.
Di tempat yang sama, novelis Ahmad Fuadi berbagi pengalamannya sebagai penulis novel “Negeri 5 Menara”.
“Meski saya orang kampung, saya bisa jalan-jalan keliling dunia, itu berawal dari minat membaca buku sedari kecil,” ujarnya.
Ia menambahkan paling penting adalah untuk menuangkan pengalaman kita menjadi tulisan. “Karena jika hanya dibicarakan, cerita kita bak gelombang yang akan hilang ditelan lautan,” katanya.(antaranews.com)
from Siap Belajar http://ift.tt/2v55OPK
via IFTTT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar