Kamis, 18 Januari 2018

Guru BK Harus Mengikuti Perkembangan Zaman

Setiap siswa mendapat kesempatan untuk memeriksakan hasil karya tulisnya secara individual dengan guru.(prioritaspendidikan.org)

GURU bimbingan konseling (BK) dinilai harus mengikuti perkembangan zaman. Tujuannya agara guru bisa memahami karakteristik anak yang menjadi bimbingannya.

“Guru BK harus memahami generasi Z seperti apa, tentunya beda dengan zaman dahulu. Pendekatan yang dilakukan juga berbeda,” kata Psikolog Universitas Pancasila Maharani Ardi Putri di sela-sela Pelatihan dan Peningkatan Kompetensi Guru Bimbingan Konseling, SMA, SMK, SMF Wilayah Jabodetabek Cilegon dan Sukabumi di Aula Fakultas Hukum Universitas Pancasila Jakarta, Selasa (16/1).

Perkembangan pengetahuan teknologi yang semakin pesat kata Putri juga harus diantisipasi oleh para guru BK, dimana harus bisa menjelaskan pengaruh sosial media bagi para anak didiknya, karena sosial media yang beredar tidak tervalidasi, sehingga harus diberi pengertian kepada anak didiknya.

“Belum lagi permasalahan remaja yang kerap dihadapkan dengan permasalahan penggunaan narkoba, radikalisme, terorisme, seks bebas, maka guru BK harus bisa memahami tentang permasalahan tersebut,” kata Putri yang juga menjabat sebagai Kepala Humas Universitas Pancasila.

Dalam acara yang mengambil tema Guru BK Sebagai Basis Pendidikan Karakter Bagi Generasi Milenial, Putri mengatakan pendekatan yang dilakukan pada zaman dahulu susah masuk pada anak zaman sekarang. Untuk itu guru BK harus tahu dan harus masuk dalam kehidupan mereka dengan memahami karakter anak sekarang.

“Peran guru BK sangat sentral sehingga guru bimbingan konseling mempunyai peran luar biasa untuk memajukan anak didiknya,” katanya.

Dikatakannya guru BK bisa mengarahkan minat, bakat dan kemampuan seseorang murid untuk melanjutkan studi kejenjang yang lebih tinggi sesuai dengan keahliannya tersebut, sehingga nantinya tidak merasa salah mengambil jurusan ketika ia kuliah.

Untuk itu katanya guru bimbingan konseling harus membuka wawasan dengan menggali potensi diri, sehingga pengetahuannya semakin luas memahami hal-hal yang banyak menjadi masalah anak didiknya. “Guru BK harus bisa menjadi konselor yang baik bagi muridnya,” katanya.

Sebanyak 280 guru bimbingan konseling dari Jabdetabek, Cilegon dan Sukabumi mengikuti pelatihan yang diadakan oleh Universitas Pancasila. “Kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan para guru tersebut melalui potensi yang ada dalam dirinya,” katanya.(republika.co.id)



from Siap Belajar http://ift.tt/2DkRBzJ
via IFTTT

Perpustakaan indramayu buka sampai malam

Siswa madrasah tengah belajar di perpustakaan (ilustrasi).

DINAS   Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada awal tahun 2018 mulai membuka layanan perpustakaan umum untuk masyarakat sampai dengan malam hari untuk meningkatkan pelayanan.

“Pada tahun 2018 ini perpustakaan umum buka lebih lama yaitu sampai 21.00 WIB berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya sampai jam 16.00 WIB,” kata Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Indramayu, Wawang Irawan di Indramayu, Senin.

Saat ini layanan perpustakaan umum kata Wawang buka sampai jam 21.00 WIB dengan ketentuan hari Senin-Jumat dari jam 08.00 WIB sampai jam 21.00 WIB. Sedangkan untuk hari Sabtu buka dari jam 08.00 sampai 15.30 WIB.

Sementara pada hari Minggu juga diadakan perpustakaan keliling (Pusling) di Taman Cimanuk yang buka dari jam 07.00 sampai jam 11.00 WIB.

“Dengan adanya penambahan layanan jam buka diharapkan dapat meningkatkan minat baca masyarakat Indramayu,” tuturnya.

Wawang melanjutkan layanan di perpustakaan umum Indramayu juga telah menyediakan banyak buku-buku baru, e- book, bahkan internet gratis dengan kecepatan 130 Mbps, nantinya pula akan ada kegiatan pelibatan masyarakat yang akan terjadwal selama setahun ini.

Tujuan Dinas Kersipan dan Perpustakaan memberi semua layanan dan fasilitas ini, lanjut Wawang, yakni untuk membentuk masyarakat terutama anak-anak menjadi pribadi yang gemar membaca.

Karena dengan banyak membaca menurutnya akan banyak pula pengetahuan yang diraih. Selain itu peluang kesuksesan pun akan semakin terbuka lebar.

“Selama ini banyak aspirasi dari pelajar dan masyarakat umum yang menghendaki agar perpustakaan umum bisa buka sampai malam. Hal ini karena waktu untuk mendapatkan bahan bacaan yang terbatas,” katanya lagi.(antaranews.com)



from Siap Belajar http://ift.tt/2mMMykl
via IFTTT

Kualitas Guru Madrasah Pengaruhi Hasil Belajar Siswa

Ilusrtasi (www.maarif-nu.or.id/)

KEMENTERIAN  Agama melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah mengadakan pertemuan dengan World Bank untuk membahas kerja sama peningkatan kualitas guru madrasah.

Direktur GTK Madrasah Suyitno menyambut baik langkah pihak Word Bank untuk bekerja sama dalam peningkatan mutu guru madrasah. Bentuk kerja sama ini, menurut Suyitno, adalah mengolaborasikan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB) Direktorat GTK Madrasah dengan program pelatihan guru (Teacher Traning Program) dari World Bank.

“Kolaborasi ini penting, mengingat Direktorat GTK Madrasah selama ini masih fokus pada pemenuhan hak guru seperti tunjangan. Sehingga, fokus Direktorat GTK belum maksimal pada peningkatan mutu guru dan tenaga kependidikan madrasah,” tutur Suyitno di Jakarta, Selasa (16/1).

“Wajar jika belum memberikan dampak yang signifikan pada peningkatan mutu guru madrasah,” akunya.

Suyitno menekankan, peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia harus mulai dari peningkatan kualitas guru. Setelah itu, peningkatan dilakukan pada aspek lain seperti kurikulum, sarana, dan lainnya.

Perwakilan World Bank, Susiana Bhandar, dalam kesempatan itu memaparkan hasil riset World Bank. Menurutnya, faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa, 32 persen tergantung pada guru.

“Bahkan dalam skala sekolah, faktor guru itu sampai 81 persen, baru selebihnya sarana prasarana dan lain-lain,” ujar Susiana.

“Kerja sama ini akan fokus pada peningkatan kualitas guru melalui KKG/MGMP. Sebab, KKG/MGMP akan lebih optimal karena memang dijalankan dari, oleh, dan untuk guru,” sambungnya.

Ikut hadir dari pihak World Bank, Noah Yarrow, Javier, dan Petra. Dari pihak Direktorat GTK Madrasah, hadir juga Kasubag TU GTK Madrasah, M Sidik, Kasubdit Bina GTK MI/MTs Kidup, Kausbdit Bina GTK MA Kastolan, serta beberapa paejabat eselon IV.(republika.co.id)



from Siap Belajar http://ift.tt/2DrWdbq
via IFTTT

Rabu, 17 Januari 2018

Panitia SBMPTN Siap Layani 200 Ribu Calon Mahasiswa UTBK

Logo SBMPTN

PANITIA  pusat Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMBPTN) 2018, Ravik Karsidi akan memperluas pelayanan model Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Tahun ini, panitia menargetkan akan memberi pelayanan pada 200 ribu calon mahasiswa menggunakan UTBK dalam SBMPTN.

“Tahun sebelumnya kan kami hanya layani 21.500 saja, tahun ini kami targetkan 200 ribu,” ujar ketua panitia pusat SNMPTN dan SBMPTN 2018 Ravik Karsidi kepada Republika.co.id, Selasa (16/1).

Karena itu, dia memastikan, android akan menjadi salah satu media penunjang untuk mencapai target tersebut. Meski begitu, hingga kini Ravik masih belum dapat menjelaskan lebih lanjut terkait teknis penggunaan android dalam UTBK SBMPTN 2018.

Menurut dia, panitia sedang melakukan kajian yang mendalam. “Secepatnya kalau sudah jelas dan pasti, akan segera kami umumkan dan sosialisasikan,” tegas Ravik.

Sementara itu, Ravik mengungkapkan, untuk penyelenggaraan Tes Centre yang menjadi terobosan baru dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri, rencananya akan mulai digelar pada September 2018. Atau bertepatan dengan usainya seleksi penerimaan mahasiswa baru di PTN untuk 2018.(republika.co.id)



from Siap Belajar http://ift.tt/2DeG5WG
via IFTTT

Hanya Lewat Jalur SNMPTN dan SBMPTN, Ada 3.960 Kursi untuk Mahasiswa Baru ITB

INSTITUT Teknologi Bandung (ITB) menyediakan sebanyak 3.960 kursi untuk calon mahasiswa baru 2018/2019. Dari total tersebut, sebanyak 2.376 kursi untuk mahasiswa berprestasi melalui jalur Seleksi Nasional Perguruan Tinggi Negeri atau SNMPTN. Sebanyak 1.584 kursi lainnya untuk mahasiswa yang lolos Seleksi Bersama Perguruan Tinggi Negeri atau SBMPTN.

Rektor ITB Kadarsah Suryadi kepada Pikiran Rakyat, di Jakarta, pekan lalu mengatakan, sama seperti tahun lalu, ITB tidak akan membuka jalur seleksi mandiri. Jualur SNMPTN/SBMPTN dianggap lebih kredibel karena berada langsung di bawah pengawasan pantia pusat dan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Kendati demikian, Kemenristekdikti tetap mempersilakan kampus yang ingin membuka seleksi mandiri. Kuotamya maksimal 30 persen dari total daya tampung. “Kami tidak mengambil itu (seleksi mandiri). Jadi 60 persen untuk SNMPTN dan 40 persen untuk SBMPTN,” kata Kadarsah.

Tahun lalu, ITB tercatat sebagai 4 dari 10 PTN dengan nilai rata-rata tertinggi SBMPTN se-Jawa Barat. ITB memiliki nilai tertinggi untuk bidang saintek, sedangkan Universitas Indonesia (UI) tertinggi di bidang sosial humaniora. Dua kampus lain, yakni Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) di peringkat ke 6 dan 8 untuk bidang saintek, sedangkan pada bidang sosial humaniora, nilai rataan tertinggi Unpad di peringkat keempat.

“Kami memiliki sekitar 15.000 mahasiswa sarjana (S-1), 6.000 mahasiswa magister (S-2) dan 1.000 mahasiswa doktoral (S-3). Sebagai kampus riset, kami terus menjaga agar jumlah mahasiswa di berbagai jenjang tetap stabil. Indonesia perlu lulusan sarjana untuk mengisi lapangan pekerjaan, perlu S-2 untuk riset dan perlu juga tenaga S-3 untuk riset inovasi yang hasilnya bisa diserap industri,” katanya.

85.000 calon mahasiswa

Ketua Panitia Pusat SNMPTN/SBMPTN Ravik Karsidi menuturkan, alokasi kuota tahun ini sama dengan 2017/2018, yakni minimal 30 persen untuk SNMPTN, minimal 30 persen untuk SBMPTN dan maksimal 30 persen untuk seleksi mandiri. Alokasi sisa 10 persen bisa dimasukkan ke SNMPTN atau SBMPTN. Ravik mengatakan, ada tak kurang dari 85.000 calon mahasiswa yang akan berburu kursi di sebanyak 85 PTN.

“Ada dua model tes untuk SBMPTN, ujian tulis berbasis cetak dan ujian tulis berbasis komputer. Untuk SNMPTN saya mengimbau kepada semua kepala sekolah agar tidak memasukkan data palsu pada Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS). Karena akan langsung kami coret. Tugas kepala sekolah untuk memverifikasi data di PDSS itu ril,” kata Ravik.

Berikut jadwal lengkap SNMPTN 2018: pengisian dan verifikasi PDSS (13 Januari-10 Februari), pendaftaran (21 Februari-6 Maret), pengumuman hasil seleksi (17 April), pendaftaran ulang di PTN masing-masing (8 Mei).

Jadwal SBMPTN 2018: pendaftaran online (5 April-27 April), pelaksanaan tes (8 Mei), ujian keterampilan (9-11 Mei) dan pengumuman hasil seleksi (3 Juli).

Ravik menegaskan, untuk seleksi tahun ini, panitia pusat tidak akan menggunakan nilai hasil ujian nasional untuk menjadi salah satu rujukan penerimaan calon mahasiswa. Kendati demikian, untuk seleksi jalur mandiri yang diselenggarakan masing-masing kampus, nilai UN masih memungkinkan untuk dijadikan rujukan. “Karena jalur mandiri ini kan tergantung kebijakan rektor masing-masing kampus,” ujarnya.(pikiran-rakyat.com)



from Siap Belajar http://ift.tt/2mGZV5H
via IFTTT

Selasa, 16 Januari 2018

ENGLISH TEACHER (Native preferable) - IPH SCHOOLS

Lowongan - Rp3,000k - Rp5,000k, 5 thn pengalaman, tayangkan pada 17 Jan 2018 03:42:00

kunjungi sumber

MANDARIN TEACHER - TUTOR TIME INTERNATIONAL PRESCHOOL

Lowongan - Rp5,000k - Rp8,000k, 5 thn pengalaman, tayangkan pada 17 Jan 2018 02:31:00

kunjungi sumber

Legislator Minta Pemerintah Tindaklanjuti Kekurangan Guru

guru honorer SM3T(psmk.kemdikbud.go.id)

ANGGOTA  Komisi X DPR RI Esti Wijayanti berharap pemerintah menindaklanjuti kekurangan guru di seluruh Indonesia. Esti juga mempertanyakan roadmap yang akan dibuat untuk penyelesaian masalah guru tersebut, termasuk penyebaran guru. Karena sampai saat ini belum ada progres yang mampu menguatkan dan meyakinkan kita tentang bagaimana dengan persoalan guru itu kedepan.

“Persoalan kekurangan guru itu termasuk juga didalamnya adalah masalah kesejahteraan guru. Saya berharap agar ada tindaklanjutnya,” ujar politikus PDI Perjuangan, di Kompleks Parlemen, Selasa (16/1).

Menurut Esti, untuk guru yang PNS mungkin sudah tidak terlalu masalah. Hanya saja untuk yang non PNS, diperlukan diskusi lebih lanjut antara Kementerian Pendidikan, Kementerian Dalam Negeri, Menkeu, dan juga Bapenas untuk menyelesaikan problem kesejahteraan guru. Apalagi, kata Presiden Joko Widodo pernah meminta supaya Kabupaten/Kota menyediakan anggaran bagi para guru honorer di tingkat PAUD.

“Perlu juga ada tindak lanjut terhadap sekolah-sekolah pada tingkatan yang lainnya, yakni SD, SMP, dan SMA,” katanya.

Esti melanjutkan tidak mungkin APBN mampu menyangga semua. Tetapi jik APBN tidak mampu menyangga itu semua, perlu membuat regulasi supaya Kabupaten/Kota dan Provinsi mempunyai tanggung jawab untuk memberi anggaran yang lebih baik dari yang sudah ada sekarang ini. Tanpa regulasi tentu akan kesulitan. Pihaknya meminta kepada Kabupaten/Kota dan Provinsi untuk bisa menambah alokasi anggaran itu,

“Sebab problem pendidikan tidak mungkin bisa hanya diselesaikan dengan APBN,” ucapnya Esti.(nasional.republika.co.id)



from Siap Belajar http://ift.tt/2Dh5H97
via IFTTT

Mahasiswa Didorong Kembangkan Start Up dan E-Commerce

Ilustrasi

MENTERI  Perindustrian, Airlangga Hartarto menyatakan, pemerintah terus mendorong kalangan muda khususnya mahasiswa untuk mengembangkan wirausaha berbasis teknologi seperti start up dan e-commerce. Apalagi penjualan ponsel pintar (smart phone) di Indonesia sebanyak 60 juta unit per tahunnya.

“Dari 60 juta ponsel itu sebanyak 40 juta ponsel sudah dibuat di dalam negeri. Namun bukan hanya hardware ponselnya, tapi juga software yakni pengembangan SDM,” kata Airlangga saat meresmikan pusat ristek telematika Bandung Techno Park kawasan Universitas Telkom, Selasa, 16 Januari 2018.

Lebih jauh Airlangga mengatakan, pengembangan industri 4.0 kuncinya pada SDM sehingga harus ada keterkaitan antara SMK dan perguruan tinggi dengan industri.

“Potensi ekonomi digital Indonesia pada tahun 2020 bisa mencapai 90 billion dollar AS. Potensi besar ini jangan sampai hanya dimanfaatkan SDM dari luar negeri,” ujarnya.

Airlangga berpesan agar mahasiswa yang akan terjun dalam ekonomi digital harus menguasai tiga bahasa yakni Bahasa Inggris, bahasa koding, dan statistika.

“Di Tiongkok untuk mempelajari tiga bahasa ini hanya butuh waktu enam bulan. Saya yakin universitas Indonesia seperti Universitas Telkom mampu melakukannya,” katanya.

Apalagi Bandung terkenal sudah melahirkan banyak pengusaha besar seperti Arifin Panigoro, HM Hidayat, maupun Aburizal Bakrie.

“Tentu permodalan juga kami dukung sehingga mahasiswa yang akan terjun ke bisnis start up akan mendapatkan bantuan permodalan dari pemerintah maupun perbankan,” katanya.

Pusat riset

Sementara itu Rektor Universitas Telkom, M. Azhari mengatakan, Universitas Telkom kini memiliki lima pusat riset yang semuanya masih berkutat kepada teknologi informasi dan komunikasi. “Mulai dari kebijakan pengembangan teknologi informasi sampai pengembangan telekomunikasi generasi kelima (5G),” ujarnya.

Sedangkan Bandung Techno Park (BTP) salah satunya mendorong publikasi karya ilmiah internasional sehingga Universitas Telkom meraih prestasi tersendiri. “Saat ini publikasi ilmiah internasional yang terindeks Scopus dari universitas ini sudah menempati peringkat 16 nasional,” katanya.

BTP dan pusat riset Universitas Telkom juga melahirkan start up maupun hosting yang sudah mampu bersaing di internasional.

“Ada mahasiswa kami yang kini memiliki penghasilan miliaran dari hosting. Bahkan, saat ini bisnis hostingnya mampu membuka cabang di Vietnam,” tuturnya.

Pada kesempatan itu juga diserahkan penghargaan kepada tiga start up terbaik sebagai juara lomba start up se-Indonesia. Lomba start up diikuti 100 mahasiswa sebagai upaya pengembangan wirausaha berbasis teknologi informasi.(pikiran-rakyat.com)



from Siap Belajar http://ift.tt/2Dc4D2l
via IFTTT

CUSTOMER SERVICES - BIMBEL ONE LEARNING CENTRE

Lowongan - Rp2,500k - Rp3,000k, N/A thn pengalaman, tayangkan pada 16 Jan 2018 05:17:00

kunjungi sumber