Senin, 22 Mei 2017

Pekan Pendidikan 2017 Dorong Masyarakat Cerdas Digital

Ilustrasi

Ilustrasi

TERDAPAT  kesenjangan pemahaman dan penguasaan alat-alat digital antara orang tua dan guru dengan anak dan murid. Sang anak adalah digital native, sementara orang tua adalah digital immigrant. Orang tua dirasa perlu untuk sama-sama belajar agar melek digital.

Pesta Pendidikan (PeKan), jaringan berbagai pemangku kepentingan pendidikan, dalam puncak acara Festival Publik di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan fX Sudirman Jakarta, menghasilkan satu tekad untuk mendorong literasi masyarakat terkait komunikasi digital melalui gerakan “Cerdas Digital”.

Penggagas “Cerdas Digital” yang juga pendiri Think.Web, Ramya Prajna, menjelaskan memasuki abad ke-21 ini arus informasi dan pertukaran pesan bergulir amat deras. Masyarakat kerapkali belum mencapai tingkat kematangan dalam hal konsumsi dan produksi informasi, sehingga masih belum bijak dalam memilah dan memproses informasi. Apalagi, untuk menjadikannya referensi pengambilan keputusan.

“Untuk mewujudkan masyarakat yang melek digital dan mampu memanfaatkan potensi digital secara positif, maka anak, guru dan orang tua sama-sama perlu diedukasi, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah,” ujar Ramya Prajna, Ahad (21/5).

Ramya berpendapat generasi orang tua lah yang paling merasa kesulitan untuk menilai apakah suatu berita adalah valid atau tidak. Generasi orang tua justru paling rentan terpapar oleh hoax. Semakin besar kesenjangan pengetahuan di antara orang tua dan anak, membuat orang tua makin tidak percaya diri ketika berdiskusi tentang hal-hal terkini bersama anak.

Ramya menambahkan pesan-pesan yang merujuk pada paham radikalisme, kampanye politik secara negatif, dan pornografi sangat mudah menyebar luas melalui jejaring sosial digital. Kebijaksanaan pengguna dalam memanfaatkan media ini amat penting.

Cerdas Digital digagas Ramya dengan cara mengembangkan kurikulum, program, serta alat bantu untuk membangun kecerdasan digital anak, guru dan orang tua. Salah satu inisiatifnya adalah kegiatan Satu Jam Cerdas Digital di Sekolah dan di Rumah.

Anak dan orang tua bisa berdiskusi secara terbuka mengenai baik buruknya teknologi digital sehingga kedua belah pihak saling memahami. Orang tua dan anak juga bisa membuat kesepakatan bersama dalam penggunaan gawai.

Untuk memperluas cakupan dan manfaatnya, Ramya mengatakan, Cerdas Digital akan mengembangkan kegiatannya melalui program pilot di 160 sekolah yang tersebar di 5 kota.

Kelima kota yang dipilih ini dipertimbangkan dari sisi tingginya penetrasi internet, warganya memiliki aset gawai secara signifikan, dan merupakan kota yang memecahkan masalah pendidikannya dengan bantuan teknologi. Cerdas Digital juga menyelenggarakan program pelatihan bagi pelatih (training of trainers) untuk menguatkan kapasitas.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Ari Santoso menyatakan sangat potensial untuk mengaitkan inisiatif ini dengan program sosialisasi internet positif ke sekolah-sekolah yang telah dijalankan oleh Kemdikbud.

“Kami dapat membantu menyediakan sumber daya dalam bentuk konten terkait pendidikan serta mengoordinasikan program Cerdas Digital dengan satuan satuan pendidikan di bawah Kemdikbud,” kata Ari. Ari juga mengatakan Kemdikbud dapat berkontribusi terhadap penyediaan fasilitator pelatihan dalam jumlah lebih banyak.(republika.co.id)



from Siap Belajar http://ift.tt/2qIES6d
via IFTTT

Tongsis, Aplikasi untuk Memantau Perkembangan Anak Didik

PELAJAR mencoba menjalankan operasional Aplikasi Toong Siswa (Tongsis), pada peluncuran Aplikasi Tongsis dan Pameran Pendidikan Bandung Juara 2017, di Balaikota Bandung, Jalan Wastukancana, Senin, 22 Mei 2017. Aplikasi yang dikhususkan bagi orang tua dan siswa pelajar SD dan SMP tersebut untuk memantau perkembangan anak dalam kegiatan belajar mengajar(pikiran-rakyat.com)

PELAJAR mencoba menjalankan operasional Aplikasi Toong Siswa (Tongsis), pada peluncuran Aplikasi Tongsis dan Pameran Pendidikan Bandung Juara 2017, di Balaikota Bandung, Jalan Wastukancana, Senin, 22 Mei 2017. Aplikasi yang dikhususkan bagi orang tua dan siswa pelajar SD dan SMP tersebut untuk memantau perkembangan anak dalam kegiatan belajar mengajar(pikiran-rakyat.com)

DINAS Pendidikan Kota Bandung kembali menelurkan inovasi dengan meluncurkan aplikasi Toong Siswa (Tongsis). “Toong” dalam bahasa Sunda berarti “intip”. Sesuai dengan namanya, aplikasi ini merupakan perangkat bagi orang tua untuk memantau perkembangan pendidikan anak.

Aplikasi ini menghubungkan antara orang tua dengan pihak sekolah melalui gawai pintar. Dengan mengunduh aplikasi Tongsis di website Dinas Pendidikan Kota Bandung, orang tua bisa mendapatkan informasi tentang kehadiran anak, hasil ujian, bahkan mengetahui perkembangan pendidikan melalui input yang dilakukan oleh sekolah.

“Dalam apps itu dia (orang tua) bisa mengecek rapot ulangan dimanapun kapanpun. Orang tua siswa di Bandung bisa memonitor perkembangann anaknya, baik fisiknya maupun perkembangan pendidikannya,” ujar Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil usai meluncurkan aplikasi Tongsis dalam gelar Pameran Pendidikan di Balai Kota Bandung, Senin, 22 Mei 2017.

Aplikasi yang diciptakan oleh Disdik Kota Bandung itu dirancang atas permintaan orang tua yang ingin mengetahui informasi pendidikan putra putrinya secara mudah. Aplikasi itu bisa mempermudah komunikasi antara orang tua dengan pihak sekolah.

Orang tua reugreug

“Ini inovasi luar biasa. Mudah-mudahan orang tua siswa bisa reugreug (tenang-red) pendidikannya dan kegiatan sosialnya,”tutur Ridwan Kamil mengapresiasi.

Rencananya, aplikasi ini akan disebarkan ke seluruh sekolah di Kota Bandung. Namun, Disdik tidak mewajibkan aplikasi ini untuk diunduh orang tua.

“Kan tidak semua orang tua punya gadget. Yang banyak ingin tahu itu mereka yang sudah bergadget, kalau yang tidak bergadget, seperti biasa, kita beritahukan setiap akhir tahun kepada orang tua,” jelas Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Elih Sudiapermana.

Aplikasi ini akan resmi mulai dioperasikan pada awal tahun ajaran. Saat ini, Disdik sedang mensosialisasikan kepada sekolah-sekolah untuk segera menerapkan program ini. Ia juga harus memastikan sekolah itu aktif memberikan data yang bisa diakses oleh orang tua.

Proses pemasukan data tersebut dilakukan oleh operator khusus di sekolah-sekolah di bawah monitoring dari kepala sekolah. “Nanti validasi di kepala sekolah,” imbuh Elih.(pikiran-rakyat.com)



from Siap Belajar http://ift.tt/2qIFCbd
via IFTTT

PRESCHOOL MANDARIN TEACHER - SUNSMILE KIDS PRE-SCHOOL KELAPA GADING

Lowongan - Rp5,000k - Rp8,000k, 1 thn pengalaman, tayangkan pada 22 May 2017 05:34:00

kunjungi sumber

PRESCHOOL ENGLISH TEACHER - SUNSMILE KIDS PRE-SCHOOL KELAPA GADING

Lowongan - Rp5,000k - Rp8,000k, 1 thn pengalaman, tayangkan pada 22 May 2017 05:34:00

kunjungi sumber

TEACHER - BRAINFIT

Lowongan - Rp3,000k - Rp5,000k, 2 thn pengalaman, tayangkan pada 22 May 2017 05:34:00

kunjungi sumber

TRANSLATOR MANDARIN - DAMAI FISHING

Lowongan - Rp6,000k - Rp10,000k, 1 thn pengalaman, tayangkan pada 22 May 2017 05:34:00

kunjungi sumber

CLIENT ASSISTANT (CUSTOMER SERVICE & SALES TEAM) - TES BAKAT INDONESIA

Lowongan - Rp3,000k - Rp5,000k, 1 thn pengalaman, tayangkan pada 22 May 2017 05:34:00

kunjungi sumber

FLIGHT OPERATION OFFICER (FOO) - GENESA DIRGANTARA, PT

Lowongan - Rp4,000k - Rp6,000k, N/A thn pengalaman, tayangkan pada 22 May 2017 05:34:00

kunjungi sumber

ECONOMICS TEACHER - KINDERFIELD SCHOOL

Lowongan - Rp4,000k - Rp6,000k, 2 thn pengalaman, tayangkan pada 22 May 2017 05:34:00

kunjungi sumber

PRESCHOOL - KINDERGARTEN TEACHERS (LOKASI DEPOK) - KINDERFIELD SCHOOL

Lowongan - Rp3,000k - Rp4,000k, 2 thn pengalaman, tayangkan pada 22 May 2017 05:34:00

kunjungi sumber