Jumat, 18 Agustus 2017

Tutor - GLOBAL EDUCATION DEVELOPMENT, PT

Lowongan - Rp2,500k - Rp4,000k, 1 thn pengalaman, tayangkan pada 18 Aug 2017 10:34:00

kunjungi sumber

ADMISSION OFFICER & CASHIER - YAYASAN BATIN CAHAYA BANGSA

Lowongan - Rp2,500k - Rp4,000k, 2 thn pengalaman, tayangkan pada 18 Aug 2017 10:15:00

kunjungi sumber

Kamis, 17 Agustus 2017

PRE SCHOOL & KINDERGARTEN TEACHER - GREEN MONTESSORI SCHOOL

Lowongan - Rp3,000k - Rp5,000k, 2 thn pengalaman, tayangkan pada 18 Aug 2017 04:43:00

kunjungi sumber

REGIONAL MARKETING EXECUTIVE - Yes RTO

Lowongan - Rp6,000k - Rp8,000k, 3 thn pengalaman, tayangkan pada 18 Aug 2017 04:39:00

kunjungi sumber

HRD STAFF (CODE: HRD)

Lowongan - Rp3,000k - Rp5,000k, N/A thn pengalaman, tayangkan pada 18 Aug 2017 04:32:00

kunjungi sumber

PUBLIC RELATIONS (CODE: PR) - YAYASAN PENDIDIKAN KRISTEN BUAH HATI

Lowongan - Rp3,000k - Rp5,000k, N/A thn pengalaman, tayangkan pada 18 Aug 2017 04:12:00

kunjungi sumber

MANDARIN TEACHER (CODE: MANDARIN) FOR SAMARINDA - YAYASAN PENDIDIKAN KRISTEN BUAH HATI

Lowongan - Rp3,000k - Rp5,000k, N/A thn pengalaman, tayangkan pada 18 Aug 2017 04:05:00

kunjungi sumber

5 Perguruan Tinggi Negeri di Jawa Barat Beroleh Nilai Terbaik

Ilustrasi

Ilustrasi

LIMA perguruan tinggi negeri asal Jawa Barat mendapat penilaian kampus terbaik dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendikan Tinggi. Kelimanya adalah Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Universitas Padjadjaran (Unpad). Dari total 3.062 kampus negeri nasional, hanya 14 kampus yang mendapat penilaian terbaik dan dimasukkan dalam kelompok PTN klaster 1.

ITB menempati peringkat dua, IPB (3), UI (4), UPI (13) dan Unpad (14). Sembilan kampus lainnya yakni Universitas Gadjah Mada (UGM) di peringkat pertama, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (5), Universitas Diponegoro (6), Universitas Airlangga (7), Universitas Brawijaya (8), Universitas Hasanuddin (9), Universitas Negeri Yogyakarta (10), Universitas Sebelas Maret (11), Universitas Andalas (12).

Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan, penilaian PTN ini digelar setiap tahun, terbagi atas lima kelompok atau klaster. Klaster 2 sebanyak 78 kampus, klaster 3 sebanyak 691 kampus, klaster 4 sebanyak 1.989 kampus, dan klaster 5 sebanyak 290 kampus.

“Indikator penilaiannya antara lain akreditasi perguruan tinggi dan program studi, prestasi mahasiswa, jumlah mahasiswa asing, dan jumlah publikasi ilmiah dan pengabdian kepada masyarat,” ujar Nasir di Puspitek Kemenritekdikti, Serpong, Tangerang Selatan, Kamis 17 Agustus 2017.

Ia menjelaskan, klasterisasi dilakukan untuk meningkatkan mutu perguruan tinggisecara berkelanjutan dalam melaksanakan Tri Dharma dan kesehatan organisasi. Klasterisasi juga sebagai landasan bagi Kemenristekdikti dalam melakukan pembinaan dan menginformasikan kepada masyarakat mengenai posisi perguruan tinggi di Indonesia.

“Klasterisasi atau perankingan perguruan tinggi ini ke depan diharapkan dapat menjadikan perguruan tinggi Indonesia semakin berkualitas,” ujar Nasir.

UGM, ITB dan UI juga tercatat dalam kampus 500 besar dunia. Nasir menegaskan, tiga kampus tersebut diproyeksikan masuk dalam peringkat 200 besar dunia pada tahun depan.

“Sementara perguruan tinggi yang belum masuk pada ranking ini agar dapat terpacu untuk meningkatkan kualitasnya. Saya menargetkan ada lima kampus pada 2019 yang masuk 500 besar dunia. IPB dan Unair saya yakin bisa,” ujarnya.

Pemeringkatan kampus terbaik nasional tersebut diumumkan setiap HUT Kemerdekaan RI. Sebelum mengumumkan, Nasir juga menjadi ispektur upacara yang dihadiri para pegawai dan pejabat Kemenristekdikti.

“Dalam HUT Kemerdekaan ke-72 ini, saya juga ingin menyampaikan selamat kepada PT Dirgantara Indonesia yang pilotnya berhasil menerbangkan pesawat N219 di Bandung kemarin,” ucapnya.

Peringkat perguruan tinggi

Sesjen Kemenristekdikti Ainun Na’im mengatakan, pemeringkatan perguruan tinggi dimulai sejak 2015. Ini sebagai upaya menjaga mutu dan kualitas perguruan tinggi. Selain itu, juga untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai mutu kampus yang ada di Indonesia.

“Metode klasterisasi yang dilakukan Kemenristekdikti memiliki perbedaan dengan metode yang digunakan beberapa lembaga pemeringkatan lain,” tutur Ainun.

Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Muhammad Dimyati mengatakan indikator penilaian baru di dalam klasterisasi perguruan tinggi tahun ini adalah mengenai pengabdian kepada masyarakat. Poin ini penting untuk dinilai untuk melihat seberapa besar kontribusi kampus bagi masyarakat.

“Aspek pengabdian kepada masyarakat adalah penilaian khas dari metode klasterisasi perguruan tinggi dari Kemenristekdikti. Aspek ini tidak dinilai dalam metode lembaga perangkingan lain,” jelas Dimyati.

Sementara itu, ada pula 10 kampus politeknik terbaik. Mereka adalah Politeknik Elektronik Negeri Surabaya, Politeknik Negeri Sriwijaya, dan Politeknik Negeri Semarang. Serta Politeknik Negeri Malang, Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Negeri Jember. Juga Politeknik Negeri Bandung, Politeknik Negeri Lampung, Politeknik Negeri Medan, Politeknik Negeri Pontianak.(pikiran-rakyat.com)



from Siap Belajar http://ift.tt/2wl4au5
via IFTTT

Anak-Anak Muda yang Jadi Duta Bahasa

Kamus Besar Bahasa Indonesia(republika.co.id)

Kamus Besar Bahasa Indonesia(republika.co.id)

DUTA Bahasa dari Provinsi Papua, Ewis Elsita Taime (25 tahun) berbagi cerita tentang perannya sebagai duta bahasa di wilayah paling timur Indonesia. Para duta bahasa ini bertugas membantu Kemendikbud untuk memasyarakatkan bahasa Indonesia, termasuk di kalangan generasi muda.

Ewis mengatakan ada berbagai cara dilakukan untuk mengenalkan bahasa daerah. Misalnya, lewat media sosial. Strategi itu penting lantaran anak-anak muda sekarang banyak yang menggunakan internet atau sosial media, untuk menulis sesuatu.

“Kemarin kami juga melakukan penyuluhan bahasa Indonesia kepada pekerja media massa, diharapkan pengaruhnya besar terhadap para pembaca dan masyarakat,” kata Ewis, usai upacara bendera peringatan kemerdekaan RI di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Kamis (17/8).

Para duta bahasa dari seluruh provinsi ini menjalani pelatihan selama 15-19 Agustus 2017 di Jakarta untuk pemilihan duta bahasa nasional. Selama menjalani pelatihan, Ewis mengungkapkan, yang paling berkesan adalah belajar mengenal aneka ragam budaya.

Jika dulu teman-temannya terbatas dari lingkup Papua, kini ia berinteraksi dengan orang dari berbagai macam suku dari Sabang sampai Merauke. “Semua dipersatukan, tidak ada lagi saya dari sini, saya dari sini. Kita semua sama-sama di sini, dan disatukan lewat bahasa Indonesia,” ujarnya.

Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Klabat Sulawesi Utara ini menuturkan keberadaan bahasa Indonesia menyatukan suku-suku di Papua yang memiliki 372 bahasa daerah. Lain wilayah sudah lain pula bahasa daerahnya. Ewis berani mengatakan, bahwa lewat bahasa Indonesia, Papua sebenarnya dipersatukan.

“Di Papua itu, data terakhir dari Balai Bahasa ada 372 bahasa daerah yang teridentifikasi. Jadi setiap wilayah itu sudah berbeda bahasa daerahnya. Bayangkan kalau misalnya tidak ada bahasa Indonesia,” ujar Ewis.

Menurut Ewis, bahasa Indonesia sudah mulai memasyarakat dan banyak dikuasai oleh anak-anak Papua. Hal itu seiring perluasan akses pendidikan yang sudah menjangkau wilayah pelosok Papua. Meski, ia tidak memungkiri masih ada orang-orang tua yang tidak bisa berbahasa Indonesia.

Selain memperluas penggunaan bahasa Indonesia, Ewis mengungkapkan infiltrasi bahasa asing dan bahasa gaul sudah mulai mempengaruhi keseharian anak muda Papua. Apalagi, yang tinggal di kota. Menurut Ewis, hal ini menjadi tantangan Balai Bahasa untuk melakukan penyuluhan tentang bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Sementara, Duta Bahasa dari Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Andri HF (20 tahun) menceritakan proses seleksi pemilihan duta bahasa. Menurut dia, semua peserta wajib mengikuti uji kemahiran bahasa Indonesia, tes kemampuan bahasa daerah, dan tes kemampuan bahasa asing. “Kita harus juga menguasai bahasa daerah dan bahasa asing,” ujarnya.

Andri menjelaskan, penggunaan bahasa Indonesia di Kalimantan Selatan sudah memasyarakat. Tidak terlalu banyak lagi penduduk Kalsel yang tidak bisa berbahasa Indonesia. Tapi, Andri mengatakan kondisi bahasa daerah di Kalsel cukup memprihatinkan.

Menurut Andri, Kalsel mempunyai 18 bahasa daerah. Bahasa Banjar adalah salah satu lingua franca di sana. “Yang sering digunakan hanya bahasa Banjar, sedangkan bahasa-bahasa daerah yang lain cenderung ditinggalkan. Kami berusaha untuk melestarikan bahasa daerah supaya 18 bahasa daerah itu tidak berkurang,” kata dia.(republika.co.id)



from Siap Belajar http://ift.tt/2wlmMtW
via IFTTT

PRESCHOOL TEACHER - TUTOR TIME INTERNATIONAL

Lowongan - Rp4,000k - Rp6,000k, 5 thn pengalaman, tayangkan pada 17 Aug 2017 05:25:00

kunjungi sumber