Kamis, 02 Februari 2017

Pemkab Siasati Kekurangan Infrastruktur UNBK

smktelkom-mks.sch.id

smktelkom-mks.sch.id

LEBIH dari 165 SMP di Kabupaten Bogor dinyatakan siap ikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), April 2017. Kendala yang dihadapi sekolah masih berkaitan dengan keterbatasan infrastuktur seperti komputer dan sebagainya.

Penyelenggaraan UNBK di Kabupaten Bogor diwanti-wanti Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat setempat, Saptariani. “Saya harapkan penyelenggaraan UNBK tahun ini lebih baik. Hanya saja, pemerintah harus menyiapkan sarananya dulu seperti komputer, genset dan lainnya,” kata dia, Kamis 2 Februari 2017.

Pihak DPRD Kabupaten Bogor menurut Saptariani akan mendukung penuh pemerintah untuk menyelenggarakan UNBK sesuai harapan. Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor mengaku berkoordinasi dengan bupati untuk melayangkan surat ke Kementerian Pendidikan, pemerintah provinsi, dan DPRD setempat.

“Kami mau mengirim surat ke Ketua DPRD Kabupaten Bogor supaya mereka bersedia segera melakukan rapat gelar pendapat dengan Disdik dengan menghadirkan pihak PLN, Telkom, Diskominfo, termasuk kepolisian,” kata Kepala Disdik Kabupaten Bogor, Luthfie Syam. Rapat tersebut, menurut dia, akan membahas persiapan UNBK termasuk penyediaan infrastruktur.

Luthfie mengakui, jumlah sekolah yang menyelenggarakan UNBK tahun ini bertambah beberapa kali lipat dibandingkan tahun lalu sebanyak 23 sekolah saja. Ia menyebutkan jumlah SMP di daerahnya mencapai lebih dari 800 sekolah negeri maupun swasta. Dari 60.000 lebih siswa SMP kelas IX, sebanyak seperempat di antaranya atau sekitar 15.000 siswa akan ikut UNBK 2017.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, penyelenggaraan UNBK diakui selalu terkendala sarana dan prasarana. Ia mengatakan, banyak di antara sekolah yang kekurangan fasilitas tapi ingin mengikuti UNBK, harus meminjam fasilitas komputer dan lainnya ke sekolah lain yang sudah punya, khususnya SMA-SMK di daerahnya.

Selain itu, penyelenggaraan UNBK di sekolah, kata dia, bisa juga melalui bantuan orangtua siswa yang mampu. Pihak sekolah, kata Luthfie, boleh mengajukan peminjaman komputer jinjing pada orangtua siswa agar bisa digunakan siswa mengikuti UNBK. Meski menggunakan laptop milik pribadi, Luthfie memastikan kerahasiaan soal yang diterima setiap siswa dalam ujian. Soal untuk para siswa baru diberikan melalui daring pada saat ujian sehingga laptop milik pribadi tidak perlu dikarantina terlebih dulu di sekolah.(pikiran-rakyat.com)



from Siap Belajar http://ift.tt/2kveNFj
via IFTTT

Tidak ada komentar:

smktelkom-mks.sch.id

smktelkom-mks.sch.id

LEBIH dari 165 SMP di Kabupaten Bogor dinyatakan siap ikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), April 2017. Kendala yang dihadapi sekolah masih berkaitan dengan keterbatasan infrastuktur seperti komputer dan sebagainya.

Penyelenggaraan UNBK di Kabupaten Bogor diwanti-wanti Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat setempat, Saptariani. “Saya harapkan penyelenggaraan UNBK tahun ini lebih baik. Hanya saja, pemerintah harus menyiapkan sarananya dulu seperti komputer, genset dan lainnya,” kata dia, Kamis 2 Februari 2017.

Pihak DPRD Kabupaten Bogor menurut Saptariani akan mendukung penuh pemerintah untuk menyelenggarakan UNBK sesuai harapan. Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor mengaku berkoordinasi dengan bupati untuk melayangkan surat ke Kementerian Pendidikan, pemerintah provinsi, dan DPRD setempat.

“Kami mau mengirim surat ke Ketua DPRD Kabupaten Bogor supaya mereka bersedia segera melakukan rapat gelar pendapat dengan Disdik dengan menghadirkan pihak PLN, Telkom, Diskominfo, termasuk kepolisian,” kata Kepala Disdik Kabupaten Bogor, Luthfie Syam. Rapat tersebut, menurut dia, akan membahas persiapan UNBK termasuk penyediaan infrastruktur.

Luthfie mengakui, jumlah sekolah yang menyelenggarakan UNBK tahun ini bertambah beberapa kali lipat dibandingkan tahun lalu sebanyak 23 sekolah saja. Ia menyebutkan jumlah SMP di daerahnya mencapai lebih dari 800 sekolah negeri maupun swasta. Dari 60.000 lebih siswa SMP kelas IX, sebanyak seperempat di antaranya atau sekitar 15.000 siswa akan ikut UNBK 2017.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, penyelenggaraan UNBK diakui selalu terkendala sarana dan prasarana. Ia mengatakan, banyak di antara sekolah yang kekurangan fasilitas tapi ingin mengikuti UNBK, harus meminjam fasilitas komputer dan lainnya ke sekolah lain yang sudah punya, khususnya SMA-SMK di daerahnya.

Selain itu, penyelenggaraan UNBK di sekolah, kata dia, bisa juga melalui bantuan orangtua siswa yang mampu. Pihak sekolah, kata Luthfie, boleh mengajukan peminjaman komputer jinjing pada orangtua siswa agar bisa digunakan siswa mengikuti UNBK. Meski menggunakan laptop milik pribadi, Luthfie memastikan kerahasiaan soal yang diterima setiap siswa dalam ujian. Soal untuk para siswa baru diberikan melalui daring pada saat ujian sehingga laptop milik pribadi tidak perlu dikarantina terlebih dulu di sekolah.(pikiran-rakyat.com)



from Siap Belajar http://ift.tt/2kveNFj
via IFTTT