Rabu, 15 Maret 2017

PSDKU Diharapkan Percepat Peningkatan APK Jabar

Ilustrasi (kimochiku.blogspot.com)

Ilustrasi (kimochiku.blogspot.com)

KEHADIRAN Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) diharapkan dapat mempercepat peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK). Jawa Barat diketahui hanya memiliki enam kampus Perguruan Tinggi Negeri, sementara penduduk mencapai lebih dari 46 juta jiwa.

Hal tersebut diutarakan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Senin, 13 Maret 2017, di Kampus sementara Unpad Pangandaran di Desa Cikembulan, Kecamatan Sidamulih. Ini seusai menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman terkait penyelenggaraan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Padjajaran di Pangandaran dan Institut Pertanian Bogor di Sukabumi. MoU juga ditandatangani Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir.

MoU yang juga turut ditandatangani oleh Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata untuk Unpad Pangandaran, dan Walikota Sukabumi Muhamad Muraz untuk IPB Sukabumi

Heryawan menuturkan, APK perguruan tinggi Jawa Barat relatif lebih rendah dibanding dengan APK perguruan tinggi nasional. “Tentu bukan berarti bahwa di Jawa Barat kurang tenaga profesional, tapi keliatannya kampusnya kurang banyak. Karena apa? Karena kalau di Jawa Timur kampusnya banyak – penduduknya banyak. Kalau di Jawa Barat kampusnya kurang banyak, orangnya banyak,” ujarnya dalam sambutannya, seperti dilansir dalam siaran pers yang diterima “PR”.

Dia juga meminta agar kampus PSDKU segera membuat Detail Engineering Desain (DED) bangunan kampus. Sehingga program pengembangan sumber daya manusia ini bisa segera mendukung pelaksanaan pembangunan ekonomi secara menyeluruh di kawasan Priangan Timur.

“Karena DED-nya mepet di tahun 2016 kan tidak mungkin DED-nya dianggarkan di anggaran resmi, anggaran dari APBN atau APBD. Ini harus volunteer, DED-nya boleh jadi volunteer, harus dicari dari CSR, dan lain-lain, sehingga anggaran dari pemprov bisa diluncurkan untuk pembangunan fisik,” ucapnya.

Pemprov Jawa Barat diketahui telah mengucurkan dana hingga Rp 35 Miliar untuk pengembangan Kampus Unpad di Pangandaran. Sementara Pemerintah Kabupaten Pangandaran pun telah berkontribusi dalam penyediaan lahan untuk Kampus Unpad Pengandaran hingga 30 hektar.

“Saya pikir Rp 35 Miliar untuk Unpad Pangandaran untuk menampung anak-anak mahasiswa yang baru, Insya Allah sudah bisa, sehingga mudah-mudahan 2018 para mahasiswa sudah berkuliah di kampus yang megah, Unpad Pangandaran, Insya Allah,” katanya.

Jawa Barat bersama Kemenristekdikti dan tiga PTN di Jawa Barat saat ini tengah mengembangkan PSDKU. Selain Unpad Pangandaran dan IPB Sukabumi, ITB pun telah mengembangkan PSDKU di Cirebon. Menristek Dikti Mohamad Nasir mengatakan, hal ini adalah upaya pemerintah dalam mengembangkan kualitas SDM di Tanah Air, khususnya Jawa Barat.

“Kami ingin menyelesaikan tingkat APK di Jawa Barat yang masih rendah di Perguruan Tinggi. Sehingga kami kembangkan yang namanya Program Studi di Luar Kampus Utama. Dimana Program Studi di Luar Kampus Utama ini akan kami dorong terus agar masyarakat di Jawa Barat bisa mengenyam pendidikan tinggi dengan lebih baik,” ujar Nasir.

Pada kesempatan ini, Nasir juga berujar bahwa tidak hanya kampus negeri yang bisa mendirikan PSDKU. Kampus swasta yang memiliki standar kualitas, seperti tenaga pengajar yang baik dengan akreditasi A bisa mendirikan PSDKU.

“Persyaratannya adalah program studinya harus A (akreditasi), institusinya juga A. Dosennya cukup, publikasi internasionalnya makin baik, berarti mereka layak untuk dikembangkan menjadi perguruan tinggi PSDKU,” ucapnya.

Unpad mulai menyelenggarakan kegiatan pendidikan akademik di Pangandaran pada Tahun Ajaran 2016-2017. Ada lima program Studi yang dibuka, yaitu Ilmu Komunikasi, Ilmu Administrasi Bisnis, Peternakan, Perikanan, dan Keperawatan.(pikiran-rakyat.com)



from Siap Belajar http://ift.tt/2ntWqPD
via IFTTT

Tidak ada komentar:

Ilustrasi (kimochiku.blogspot.com)

Ilustrasi (kimochiku.blogspot.com)

KEHADIRAN Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) diharapkan dapat mempercepat peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK). Jawa Barat diketahui hanya memiliki enam kampus Perguruan Tinggi Negeri, sementara penduduk mencapai lebih dari 46 juta jiwa.

Hal tersebut diutarakan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Senin, 13 Maret 2017, di Kampus sementara Unpad Pangandaran di Desa Cikembulan, Kecamatan Sidamulih. Ini seusai menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman terkait penyelenggaraan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Padjajaran di Pangandaran dan Institut Pertanian Bogor di Sukabumi. MoU juga ditandatangani Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir.

MoU yang juga turut ditandatangani oleh Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata untuk Unpad Pangandaran, dan Walikota Sukabumi Muhamad Muraz untuk IPB Sukabumi

Heryawan menuturkan, APK perguruan tinggi Jawa Barat relatif lebih rendah dibanding dengan APK perguruan tinggi nasional. “Tentu bukan berarti bahwa di Jawa Barat kurang tenaga profesional, tapi keliatannya kampusnya kurang banyak. Karena apa? Karena kalau di Jawa Timur kampusnya banyak – penduduknya banyak. Kalau di Jawa Barat kampusnya kurang banyak, orangnya banyak,” ujarnya dalam sambutannya, seperti dilansir dalam siaran pers yang diterima “PR”.

Dia juga meminta agar kampus PSDKU segera membuat Detail Engineering Desain (DED) bangunan kampus. Sehingga program pengembangan sumber daya manusia ini bisa segera mendukung pelaksanaan pembangunan ekonomi secara menyeluruh di kawasan Priangan Timur.

“Karena DED-nya mepet di tahun 2016 kan tidak mungkin DED-nya dianggarkan di anggaran resmi, anggaran dari APBN atau APBD. Ini harus volunteer, DED-nya boleh jadi volunteer, harus dicari dari CSR, dan lain-lain, sehingga anggaran dari pemprov bisa diluncurkan untuk pembangunan fisik,” ucapnya.

Pemprov Jawa Barat diketahui telah mengucurkan dana hingga Rp 35 Miliar untuk pengembangan Kampus Unpad di Pangandaran. Sementara Pemerintah Kabupaten Pangandaran pun telah berkontribusi dalam penyediaan lahan untuk Kampus Unpad Pengandaran hingga 30 hektar.

“Saya pikir Rp 35 Miliar untuk Unpad Pangandaran untuk menampung anak-anak mahasiswa yang baru, Insya Allah sudah bisa, sehingga mudah-mudahan 2018 para mahasiswa sudah berkuliah di kampus yang megah, Unpad Pangandaran, Insya Allah,” katanya.

Jawa Barat bersama Kemenristekdikti dan tiga PTN di Jawa Barat saat ini tengah mengembangkan PSDKU. Selain Unpad Pangandaran dan IPB Sukabumi, ITB pun telah mengembangkan PSDKU di Cirebon. Menristek Dikti Mohamad Nasir mengatakan, hal ini adalah upaya pemerintah dalam mengembangkan kualitas SDM di Tanah Air, khususnya Jawa Barat.

“Kami ingin menyelesaikan tingkat APK di Jawa Barat yang masih rendah di Perguruan Tinggi. Sehingga kami kembangkan yang namanya Program Studi di Luar Kampus Utama. Dimana Program Studi di Luar Kampus Utama ini akan kami dorong terus agar masyarakat di Jawa Barat bisa mengenyam pendidikan tinggi dengan lebih baik,” ujar Nasir.

Pada kesempatan ini, Nasir juga berujar bahwa tidak hanya kampus negeri yang bisa mendirikan PSDKU. Kampus swasta yang memiliki standar kualitas, seperti tenaga pengajar yang baik dengan akreditasi A bisa mendirikan PSDKU.

“Persyaratannya adalah program studinya harus A (akreditasi), institusinya juga A. Dosennya cukup, publikasi internasionalnya makin baik, berarti mereka layak untuk dikembangkan menjadi perguruan tinggi PSDKU,” ucapnya.

Unpad mulai menyelenggarakan kegiatan pendidikan akademik di Pangandaran pada Tahun Ajaran 2016-2017. Ada lima program Studi yang dibuka, yaitu Ilmu Komunikasi, Ilmu Administrasi Bisnis, Peternakan, Perikanan, dan Keperawatan.(pikiran-rakyat.com)



from Siap Belajar http://ift.tt/2ntWqPD
via IFTTT