Jumat, 07 April 2017

Kembangkan Inovasi Teknologi, Pemprov Jabar Gandeng Universitas Indonesia

Ilustrasi

Ilustrasi

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat menggandeng Universitas Indonesia (UI) dalam kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, serta pembangunan di wilayah Jabar. Berbagai hasil riset dan inovasi teknologi UI akan digunakan Pemprov Jabar guna mengolah berbagai kekayaan sumber daya alamnya.

Penandatanganan nota kesepakatan kerja sama itu dilakukan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Rektor UI Muhammad Anis di Auditorium Fakultas Hukum UI, Kota Depok, Jumat 7 April 2017. Heryawan mengatakan, kerja sama tersebut merupakan perwujudan kolaborasi pemerintah, universitas, dan industri (triple helix). Pemerintah, tuturnya, membiayai berbagai riset dan inovasi kampus yang akan diterapkan dalam pengolahan sumber daya alam Jabar. Inovasi teknologi karya kampus lokal menjadi penting agar sumber daya alam menjadi komoditas ekonomi yang mampu bersaing.‎

“Karena sumber barang mentah, kalau tidak disentuh teknologi tidak menjadi nilai tambah,” ujarnya.

Heryawan menilai, kualitas sumber daya manusialah yang menentukan nilai sumber daya alam yang dimiliki. Untuk itu, pemerintah mesti mendukung penelitian dan temuan kampus terkait kepentingan tersebut.

“Kita menyiapkan sumber daya manusia unggul dengan kampus-kampus yang ada saat ini, anak kita menjadi anak yang terdidik, generasi kita generasi yang terdidik, kemudian sehat pula,” ujarnya.

Generasi yang terdidik serta menguasai teknologi, tutur Heryawan, bakal mampu mengolah sumber daya alamnya untuk kesejahteraan bersama.

Heryawan meyakini betul kemampuan sumber daya manusia yang mumpuni berkorelasi dengan kesejahteraan masyarakat. Dia membandingkan, negara-negara di kawasan utara dengan selatan. Negara-negara di utara, tuturnya, lebih minim sumber daya alam ketimbang di selatan. Namun, negara di kawasan utara justru lebih makmur daripada selatan yang berlimpah sumber daya alam.

“Ada apa gerangan, saya kira jawabannya triple helix,” kata Heryawan.

Negara di utara mengedepankan inovasi dan teknologi sehingga mampu mengolah sumber daya alam yang minim sedangkan negara di selatan justru lebih sering mengekspor dalam bentuk produk mentahnya daripada mengolahnya terlebih dahulu. Oleh karena itu, Heryawan berharap UI bisa memberikan sumbangsih berupa hasil penelitian dan inovasi teknologinya guna meningkatkan mutu komoditas-komoditas ekonomi Jabar.‎

“Kuncinya adalah sumber daya manusia unggul, mengelola sumber daya alam yang melimpah, hadirlah kesejahteraan,” ujarnya.

Heryawan juga mengatakan, pembangunan industri harus dilakukan dari hulu hingga hilir. Dengan demikian, denyut ekonomi masyarakat terjadi dari mulai produk mentah, pengolahan sampai pemasarannya. Dia menambahkan, UI mendapatkan tema tertentu dari Pemprov Jabar untuk diteliti, dikaji, dan menghasilkan temuan yang berguna. Pertanian dan kelautan menjadi bidang unggulan Pemprov yang membutuhkan sentuhan penelitian dan inovasi kampus. Heryawan menuturkan, UI bisa meneliti dan menawarkan inovasi dalam pengelolaan pertanian, perkebunan, dan kehutanan yang dikelolah masyarakat pesisir Jabar.

Sementara itu, Rektor UI Muhammad Anis mengapresiasi kerja sama tersebut. Anis menyatakan, UI siap mendukung pengembangan dan penerapan teknologi bagi pembangunan Jabar.

“Kami punya researcher-researcher (peneliti) yang berkecimpung baik di bidang kefarmasian, kesehatan masyarakat, bahkan di bidang teknik kimia,” ucapnya.

UI juga telah memiliki teknologi pertanian dalam pengolahan belimbing. Hingga akhir acara, Heryawan dan Anis tak menyinggung berapa biaya yang dikeluarkan untuk kerjasama tersebut. Di akhir acara, Heryawan secara simbolis menyerahkan kunci kendaraan bantuan bagi UI.(pikiran-rakyat.com)



from Siap Belajar http://ift.tt/2oOnkFz
via IFTTT

Tidak ada komentar:

Ilustrasi

Ilustrasi

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat menggandeng Universitas Indonesia (UI) dalam kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, serta pembangunan di wilayah Jabar. Berbagai hasil riset dan inovasi teknologi UI akan digunakan Pemprov Jabar guna mengolah berbagai kekayaan sumber daya alamnya.

Penandatanganan nota kesepakatan kerja sama itu dilakukan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Rektor UI Muhammad Anis di Auditorium Fakultas Hukum UI, Kota Depok, Jumat 7 April 2017. Heryawan mengatakan, kerja sama tersebut merupakan perwujudan kolaborasi pemerintah, universitas, dan industri (triple helix). Pemerintah, tuturnya, membiayai berbagai riset dan inovasi kampus yang akan diterapkan dalam pengolahan sumber daya alam Jabar. Inovasi teknologi karya kampus lokal menjadi penting agar sumber daya alam menjadi komoditas ekonomi yang mampu bersaing.‎

“Karena sumber barang mentah, kalau tidak disentuh teknologi tidak menjadi nilai tambah,” ujarnya.

Heryawan menilai, kualitas sumber daya manusialah yang menentukan nilai sumber daya alam yang dimiliki. Untuk itu, pemerintah mesti mendukung penelitian dan temuan kampus terkait kepentingan tersebut.

“Kita menyiapkan sumber daya manusia unggul dengan kampus-kampus yang ada saat ini, anak kita menjadi anak yang terdidik, generasi kita generasi yang terdidik, kemudian sehat pula,” ujarnya.

Generasi yang terdidik serta menguasai teknologi, tutur Heryawan, bakal mampu mengolah sumber daya alamnya untuk kesejahteraan bersama.

Heryawan meyakini betul kemampuan sumber daya manusia yang mumpuni berkorelasi dengan kesejahteraan masyarakat. Dia membandingkan, negara-negara di kawasan utara dengan selatan. Negara-negara di utara, tuturnya, lebih minim sumber daya alam ketimbang di selatan. Namun, negara di kawasan utara justru lebih makmur daripada selatan yang berlimpah sumber daya alam.

“Ada apa gerangan, saya kira jawabannya triple helix,” kata Heryawan.

Negara di utara mengedepankan inovasi dan teknologi sehingga mampu mengolah sumber daya alam yang minim sedangkan negara di selatan justru lebih sering mengekspor dalam bentuk produk mentahnya daripada mengolahnya terlebih dahulu. Oleh karena itu, Heryawan berharap UI bisa memberikan sumbangsih berupa hasil penelitian dan inovasi teknologinya guna meningkatkan mutu komoditas-komoditas ekonomi Jabar.‎

“Kuncinya adalah sumber daya manusia unggul, mengelola sumber daya alam yang melimpah, hadirlah kesejahteraan,” ujarnya.

Heryawan juga mengatakan, pembangunan industri harus dilakukan dari hulu hingga hilir. Dengan demikian, denyut ekonomi masyarakat terjadi dari mulai produk mentah, pengolahan sampai pemasarannya. Dia menambahkan, UI mendapatkan tema tertentu dari Pemprov Jabar untuk diteliti, dikaji, dan menghasilkan temuan yang berguna. Pertanian dan kelautan menjadi bidang unggulan Pemprov yang membutuhkan sentuhan penelitian dan inovasi kampus. Heryawan menuturkan, UI bisa meneliti dan menawarkan inovasi dalam pengelolaan pertanian, perkebunan, dan kehutanan yang dikelolah masyarakat pesisir Jabar.

Sementara itu, Rektor UI Muhammad Anis mengapresiasi kerja sama tersebut. Anis menyatakan, UI siap mendukung pengembangan dan penerapan teknologi bagi pembangunan Jabar.

“Kami punya researcher-researcher (peneliti) yang berkecimpung baik di bidang kefarmasian, kesehatan masyarakat, bahkan di bidang teknik kimia,” ucapnya.

UI juga telah memiliki teknologi pertanian dalam pengolahan belimbing. Hingga akhir acara, Heryawan dan Anis tak menyinggung berapa biaya yang dikeluarkan untuk kerjasama tersebut. Di akhir acara, Heryawan secara simbolis menyerahkan kunci kendaraan bantuan bagi UI.(pikiran-rakyat.com)



from Siap Belajar http://ift.tt/2oOnkFz
via IFTTT