Ilustrasi. (Foto: Reuters)
KURANGNYA minat baca masyarakat telah menyumbang posisi ke-108 untuk Indonesia dalam Indeks Pembangunan Manusa (IPB) terendah. Hal ini juga disebabkan oleh minimnya ketersediaan buku bacaan di rumah, sekolah, dan keadaan lingkungan yang mendorong minat baca masyarakat Indonesia.
Meski telah didirikan banyak taman baca, peneliti tetap temukan gap antara ketersediaan sarana taman baca dengan jumlah dan keberagaman buku di dalamnya.
Menilik masalah tersebut, dosen Fakultas Ilmu Komputer UI, Prof. Wisnu Jatimiko dan Hadaiq Rolis Sanabila, M.Kom bekerja sama dengan Komunitas 1001 Buku dalam mengembangkan SITACA. Melalui jejaring taman baca yang tersebar di beberapa penjuru Indonesia, mereka akan mengedukasi relawan-relawan taman baca agar mahir menggunakan aplikasi SITACA.
Dalam siaran pers yang diterima Okezone, Selasa (5/12/2017), aplikasi ini merupakan inovasi yang memungkinkan pengelolaan buku di taman baca menjadi lebih efisien. Sistem-sistem konvensional akan diganti dengan program yang lebih kekinian, sehingga mudah dipertanggungjawabkan.
Maka tidak salah bila SITACA dinilai mampu menjawab tantangan minat baca Indonesia. Dengan sistem pengelolaan profesional, kepercayaan calon donatur untuk terus menyumbang buku ke taman-taman bacaan terus meningkat, sehingga akses bacaan kepada masyarakat Indonesia terpenuhi dengan maksimal.(news.okezone.com)
from Siap Belajar http://ift.tt/2A9yUgY
via IFTTT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar